Seorang Pria Tewas Usai Diserang Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam di Pekapuran Raya

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga di kawasan Jalan Pekapuran Raya RT 17, Gang Seroja, tepat di depan Langgar Nurushshalihin, Kecamatan Banjarmasin Timur, dibuat resah oleh peristiwa berdarah yang terjadi pada Senin (17/3/2026) sekitar pukul 22.58 Wita.

Seorang pria bernama Abdul Gafur, warga Jalan Pekapuran Raya Gang Melati 3, menjadi korban penyerangan oleh sekelompok remaja yang diduga membawa senjata tajam (sajam).

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian paha kanan, dada, kepala, serta tangan kiri. Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.

Tak lama setelah kejadian, para pelaku diketahui melarikan diri dari lokasi. Sementara itu, anggota Sat Reskrim Polresta Banjarmasin bersama anggota Polsek Banjarmasin Timur segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, korban diduga meninggal dunia dalam perjalanan dan selanjutnya dibawa ke ruang Instalasi Pemulasaraan Jenazah rumah sakit tersebut.

Ketua RT setempat, Syarfani mengaku awalnya mendapat kabar dari warga bahwa telah terjadi perkelahian di kawasan tersebut.

Baca Juga : https://klikkalsel.com/seorang-pria-tewas-usai-ditikam-teman-mabuk/

Baca Juga : https://klikkalsel.com/seorang-pria-tewas-bersimbah-dengan-luka-tusukan-di-leher/

“Saat itu saya berada di rumah, lalu mendapat kabar ada perkelahian. Ketika saya lihat, ada sejumlah remaja yang membawa senjata tajam, sehingga saya tidak berani keluar,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat kembali mendatangi lokasi setelah mendengar ada korban, situasi di sekitar langgar sempat ramai karena anak-anak yang sedang tadarus atau mengikuti pengajian berhamburan keluar.

“Waktu kejadian, anak-anak masih tadarusan di dalam langgar. Begitu mendengar keributan, mereka langsung keluar,” katanya.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dilihatnya, korban sempat terlibat kejar-kejaran dengan salah satu pelaku sebelum akhirnya terjadi perkelahian.

“Di CCTV terlihat korban saling kejar dengan salah satu pelaku. Keduanya sempat saling serang sampai korban tidak berdaya. Setelah itu, teman-teman pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang ikut menyerang korban,” ungkap Syarfani.

Menurutnya, saat korban sudah terjatuh dan tidak berdaya, para pelaku masih melakukan penyerangan.

“Padahal korban sudah tidak berdaya karena luka yang cukup parah. Anak-anak yang ada di langgar juga tidak ada yang berani mendekat karena para pelaku membawa sajam dan kayu balok,” pungkasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut. (airlangga)

Editor: Abadi