BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kepulan asap pekat terus membumbung dari lubang galian tambang batubara di KM 171 Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, terutama terhadap dampak kesehatan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, meminta agar persoalan kebakaran lahan tambang itu segera ditangani secara cepat dan tuntas. “Kita minta cepat tanggap lah untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Supian HK kepada wartawan usai rapat paripurna dewan, Rabu (25/2/2026).
Ia mengungkapkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel telah turun ke lokasi untuk meninjau langsung tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. “Karena kejadian ini berdampak pada masyarakat maupun pengguna jalan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menilai peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Apalagi muncul dugaan adanya unsur kesengajaan atau pembakaran di wilayah yang berdekatan dengan permukiman warga.
“Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum bersama instansi terkait,” ujarnya.
Baca Juga : Wakil Bupati Balangan Serahkan Bantuan Kebakaran di Desa Sungai Pumpung dan Hukai
Baca Juga : GOW Balangan Tinjau dan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Galumbang
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, jika benar terjadi pembakaran, maka kawasan itu berpotensi menjadi lingkungan yang tidak sehat. Asap tebal yang dihasilkan bisa mencemari udara dan memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Ini jelas menjadi daerah yang kurang sehat bagi masyarakat. Harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, baik instansi terkait, Dinas Kesehatan, Lingkungan Hidup, kepolisian, maupun pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap kesehatan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendesak dilakukan identifikasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah murni faktor alam atau ada unsur kesengajaan. “Apakah ini faktor alamiah atau sengaja, itu yang perlu diidentifikasi,” tanyanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, HM Syarifuddin, menyatakan pemerintah provinsi telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan kebakaran di kawasan pertambangan tersebut. “Tim kita juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” pungkasnya. (azka)
Editor : Akhmad





