11 Tahun Menjabat Kadis PUPR, Kini Andul Manaf Duduki Posisi Sekdakab Batola

Dokumentasi Ir H Abdul Manaf saat masih menjabat sebagai Kepada Dinas PUPR Batola, saat ia mempimpin rapat bersama jajaran.(foto : istimewa)

MARABAHAN, klikkalsel – Selama 11 tahun menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Kuala (Batola), kini H Abdul Manaf bergeser ke posisi strategis ASN, yakni Sekdakab Batola.

Ia mengemban amanah baru itu, setelah diambil sumpah dan dilantik Bupati Batola H Noormiliya di Aula Selidah, Kamis (31/1/2019).

Abdul Manaf diharapkan mampu merealisasikan tujuan reformasi birokrasi terutama terkait efisiensi dan efektivitas anggaran dengan menyusun analisis standar belanja (ASB) dari masing-masing SKPD agar struktur anggaran pada setiap rencana kerja anggaran lebih efisien.

Tak hanya itu, Bupati menekankan agar menjadi figur The Second Man di SKPD yang dipimpin untuk mampu menjembatani seluruh para pihak sekaligus membantu membagi dan mengendalikan kerja atas tugas-tugas SKPD.

“Sebagai sekretaris SKPD jadilah manajer handal yang dapat bertindak cepat, tanggap, mampu mengatur dengan cara-cara yang efektiff dan efisien serta mampu menjamin terpenuhinya perubahan-perubahan dalam rangka reformasi birokrasi,” pesan Bupati Batola H Noormiliyani kepada H Abdul Manaf.

Jum’at (1/2/2019), H Abdul Manaf sudah menempati ruang kerja Sekda di kantor bupati Batola. Dia pun berkomitmen mejuwudkan visi misi Bupati, yang diketahui bersama ‘Menata Kota, Membangun Desa’.

“Yang jelas aspek tugas membantu bupati dalam menjalankan tugas kepemerintahannya, mewujudkan visi-misi,” katanya.

Meski, menurutnya masih perlu adaptasi sebagai Sekda Batola yang mempunyai tugas pokok penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat Daerah Kabupatan.

Ia berharap kerjasama seluruh jajaran ASN untuk berkerjasama. “Saya pikir ini bukan hal yang baru (dalam pemerintahan), kalau buat saya cuma beda tempat saja. Mungkin belajar pasti, saya harap jangan lama-lama. Cepat bisa lah,” sebut dia.

Baginnya, Dinas PUPR adalah titik nolnya merintis karir sebagai ASN. Diawali dengan status PNS pada 1990 silam.

Roda karir pun perlahan dia rasakan merangka naik. Dari sebagai pimpinan proyek jalan, kasi perencanan, hingga menjadi kepala Dinas PUPR Batola di 2008.

“Dari mulai calon pegawai di PU Barito Kuala, sampai saya dipindah (jabatan baru). Kalau pertama kali masuk kan gak ada jabatan, sebagai calon pegawai. Tahun 1922 saya jadi pimpinan proyek jalan, terus itu habis 92 sampai jadi kepada dinas. Saya tetap aja di PU,” ungkapnya.

Selama mengabdi di Dinas PUPR Batola, menyisakan kesan tersendir terhadap Abdul Manaf. Sebab pembangunan di Bumi Selidah tersebut, punya kesulitan tersendiri. Lantaran hampir lahan di Batola dominasi perairan, bentangan sungai dan kawasan rawa, terlebih di wilayah pelosok seperti di Kecamantan Tabunganen, dan Kuripan.

Ia pun bersyukur di masa akhirnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Batola, telah menyelesaikan program pembangunan insfratruktur, khususnya jembatan. “Alhamdulillah gak ada lagi tunggakan untuk membangun di Tabunganen, jembatan yang panjang-panjang artinya bebannya teringankan,” tandasnya. (rizqon)

Editor : Farid