‘Zulfa Asma Vikra Institute’ Siap Masuk Pelosok Demi Tiga Isu

(foto: Humas DPRD Kalsel)
BANJARMASIN, klikkalsel – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Zulfa Asma Vikra mendirikan ‘Zulfa Asma Vikra Institute’. Lewat organisasi ini, wakil rakyat Komisi IV tersebut ingin berkontribusi lebih untuk masyarakat, fokus menyoroti 3 tiga bidang, salah satunya seputar lingkungan hidup.
Mengemban amanah sebagai legislator, tak menyurutkan semangat Zulfa untuk mengabdikan diri untuk di luar tugas kedinasan. Melalui ‘Zulfa Asma Vikra institute’ yang baru dilaunching di Banjarmasin, Kamis (13/2/2020), politisi Partai Demokrat ini ingin mendongkrak predikat Bumi Lambung Mangkurat dalam hal indeks lingkungan hidup.
Zulfa menerangkan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (ILKH) di Kalimantan Selatan yang perlahan naik. Kini ILKH sudah berada di peringkat 19, sebelumnya urutan ke 22 secara nasional.
Ia menambahkan, melalui ‘Zulfa Asma Vikra institute’ akan merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum milenial untuk fokus pada tiga bidang. Tiga bidang ini adalah, pelestarian lingkungan hidup, pendidikan dan sosial.
“Kita di sini terdiri dari generasi muda, diantaranya adalah kawan-kawan mahasiswa, aktivis pemuda – pemudi, yang mana mereka kumpul di sini menuangkan ide, pemikiran mereka untuk dilaksanakan dan implementasikan dalam program kerjasama di bidang lingkungan” tuturnya saat launching organisasi ini di Jorong Cafe.
Legislator yang dulunya juga sebagai aktivis ini, menambahkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut menjadi poin pengamalan dari tiga bidang pokok. Menurut Zulfa, IPM di Kalsel dapat berkembang seiring kualitas mutu pendidikan di Kalsel.
“Dan banyak hal lainnya lagi yang perlu kita lakukan diantaranya kita melaksanakan kajian-kajian dialog untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Selatan, terutama peningkatan siswa dan guru, terutama di daerah terpencil,” Imbuhnya.
Legislator yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat dan Pendidikan ini, mengaku cukup miris dengan kondisi pendidikan di Kalsel yang dirasanya merata. Zulfa mengatakan dari bekal kunjungan kerja yang dilakukan, ia mendapati keluhan masalah pendidikan di pelosok yang kesulitan mendapatkan hak pendidikan.
“Daerah yang mungkin akses pendidikan yang kurang misalnya mereka ada satu kampung tidak ada sarana sekolah atau jarak antara sekolah dan kampung jauh. bahkan mereka sampai menginap di sekolah. Kami nanti membentuk relawan-relawan juga ke desa-desa sambil mengabdi, mengajar, dan traveling,” pungkasnya. (rizqon)
Editor : Akhmad