Peristiwa & Hukum

Update Banjir di Kalsel: 34.636 Jiwa Mengungsi, 15 Meninggal Dunia, 18.536 Hektare Lahan Pertanian Rusak

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Awal tahun 2021, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) jadi catatan terbesar. Banjir di Bumi Lambung Mangkurat terbilang parah dan merendam hampir 13 kabupaten/kota.

Kepungan banjir tersebut diperkirakan akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur seluruh daerah di Kalsel secara merata. Tingginya curah hujan menjadi pemicu utama luapan sejumlah sungai di Kalsel.

Sejatinya, warga yang bermukim di dataran rendah menerima ketinggian air hingga mencapai leher orang dewasa. Banjir di Kalsel jadi sorotan.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), pun memberikan perhatian dengan memerintahkan Kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri agar mengirimkan bantuan berupa perahu karet yang dibutuhkan dalam penanganan banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat sebanyak 63.454 kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan jumlah jiwa sebanyak 210.320 di 10 kabupaten/kota se Kalsel.

Baca Juga : Banjir di Hulu Sungai Utara Meluas Disejumlah Wilayah

Angka ini mengacu update bencana sementara dari BPBD, Minggu (17/1/2020). Dari data tersebut, 34.636 jiwa sudah mengungsi ke posko-posko banjir baik yang didirikan pemerintah, instansi dan warga secara mandiri.

Rincian per kabupaten/kota yang terdampak, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tercatat sebagai wilayah terparah terdampak banjir, total ada 16.100 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 64.400 orang.

Kabupaten Banjar 17.996 KK 72.994 jiwa, jumlah pengungsi 6.356. Kabupaten Tanah Laut 8.870 KK, 27.815 jiwa, jumlah pengungsi 13.062. Kabupaten Balangan 5.699 KK 17.501 Jiwa, pengungsi belum terdata.

Berikutnya, ada Kabupaten Tabalong 253 KK 770 jiwa, pengungsi belum terdata. Kota Banjarbaru 2.594 KK 8.671 jiwa, pengungsi 3.690 jumlah pengungsi. Kota Banjarmasin 5.608 KK 17.009 jiwa, update pengusngsi belum terdata.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 3.138 KK 6.690 jiwa, pengungsi belum terdata. Kabupaten Tapin 515 KK dan 1.492 jiwa, pengungsi 328.

Adapun dari data sementara tersebut, tercatat 15 orang yang dilaporkan meninggal dunia di 10 kabupaten/kota dengan rincian, Kabupaten Banjar, 3, Tanah Laut 7, HST, 3, masing-masing 1 koraban jiwa di Banjarbaru dan Tapin.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menerangkan, jumlah rumah terdampak banjir di Kalsel sebanyak 36.302.

Sementara kata dia, infrastruktur jembatan yang rusak ada di Kabupaten Banjar 2 buah, di kabupaten tanah Laut 2, Banjarbaru 1 dan terbanyak di HSS 9.

“Untuk keseluruhan jumlah infrastruktur jembatan yang rusak akibat banjir sebanyak 14 buah. Saat sedang dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Sementara BPBD mencatat bencana banjir kali ini juga membuat sebanyak 18.536 hektare lahan pertanian rusak. Sehingga diperlukan bantuan benih padi sebanyak 500 ton.

Begitu pula untuk peternakan yang terdampak. Seperti sapi, bebek, ayam, kambing yang terkonsentrasi di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Balangan dan Kabupaten Barito
Kuala (Batola).(rizqon/airlangga)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top