Tekan Laka Lantas, Pemprov Kalsel Siapkan Angkutan Mudik Gratis untuk ASN dan Masyarakat

Pemeriksaan kendaraan Lebaran oleh jajaran Kemenhub menjelang arus mudik.(foto:analisadaily.com-jw/csp)

BANJARMASIN, Klikkalsel– Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan angkutan mudik gratis, bagi pegawai dan masyarakat pada lebaran Idul Fitri 1440 H mendatang.

Kegiatan itu wujud untuk kepedulian pemerintah, serta upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di momen mudik dan arus balik lebaran nanti.

Masa libur panjang pada momen bulan Ramadan atau mudik lebaran, biasanya dimanfaatkan untuk silaturrahmi dan sowan kepada kolega dan sanak kerabat di kampung halaman.

Rencananya masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kalsel menyiapkan angkutan armada mudik. Sebagai fasilitas mengangkut keluarga yang hendak pulang ke kampung halaman.

Kepala Dishub Kalsel H Rusdiansyah mengatakan fasilitas angkutan mudik sendiri, ada beberapa jurusan antar kabupaten. Diantaranya, jalur arah hulu sungai maupun ke kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Insya Allah, diadakan oleh Pemprov, kaitan armada dikoordinir karo umum, mobil inventaris provinsi. Jumlah armada sesuai SKPD digunakan mengangkut pegawai mudik ke Hulu Sungai, Kotabaru, bisa juga masyarakat,” terangnya kepada awak media, Kamis (16/5/2019).

Ia menambahkan pengunguman mudik gratis itu, akan disampaikan di masing-masing kantor SKPD dan masyarakat. Agar bisa mendaftarkan diri dan jumlah anggota keluarga yang ingin menggunakan fasilitas pemerintah tersebut.

“Pada saatnya akan diumumkan, kapan menuju mudik dan balik, silakan mendaftar. Kapasitas disesuaikan dengan jumlah armada. Disarankan daftar lebih dulu prioritas, agar semua terangkut,” ucap H Rusdiansyah.

Dia juga mengharapkan dapat menjamin keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi masyarakat yang mudik. Guna menghindari terjadinya kecelakan lalu lintas, yang kerap kali melanda pengendara roda dua saat perjalanan mudik.

“Maksud dan tujuan dalam rangka berikan layanan sumbangsih masyarakat daerah, Dalam rangka menjaga keselamatan pemudik. Kalau roda dua potensi laka (kecelakaan) tinggi, alat transport roda dua tidak untuk angkutan jarak jauh,” pungkasnya.(rizqon)

Editor : Amran