TANJUNG, klikkalsel.com – Haul Guru Sekumpul ke-15 menjadi momen tersendiri bagi sekelompok masyarakat untuk mendirikan rest area guna membantu serta memberikan pelayanan kepada para jemaah yang hilir mudik di sepanjang jalan.
Salah satunya, Relawan Gabungan Tabalong yang turut mendirikan rest area di Jalan Ir PH Moch Noor, Desa Kasiau, Kelurahan Mabu’un, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong sejak, Rabu (26/2/2020) lalu.
Bagi Relawan Gabungan Tabalong, banyak suka duka yang mereka rasakan dari awal mendirikan rest area hingga saat memberikan pelayanan kepada para jemaah yang singgah.
Salah seorang anggota Relawan Gabungan Tabalong, Rida Ariani menuturkan, hal yang paling menyenangkan selama mengelola rest area adalah bisa berbuat baik kepada sesama, khususnya kepada para jemaah Haul Guru Sekumpul yang melintasi Tabalong.
“Kita pernah membantu orang yang mengalami kecelakaan dijalan, orang tersebut kakinya bengkak dan susah untuk berjalan. Setelah diberi dan kita pijat Alhamdulillah kaki orang tersebut sudah agak baik dan orang tersebut kemudian melanjutkan perjalanannya ke Martapura,” katanya kepada klikkalsel, Minggu (1/3/2020).
Bukan cuma sekedar memberi makan dan minum kepada para jemaah, wanita yang akrab disapa Rida itu lanjut mengatakan, mereka juga pernah membantu salah seorang jemaah asal Kalimantan Timur yang ingin pulang namun orang tersebut kehabisan uang.
“Tadi malam kita sempat membantu salah seorang jemaah asal Kalimantan Timur yang kehabisan uang untuk pulang ke rumahnya. Orang tua sekitar umur 60an menggunakan sepeda motor dengan membawa anak perempuannya,” ujarnya.
Selain itu, menurut Rida, berada di rest area juga dapat menjalin silahturahmi antar sesama relawan yang ada di Tabalong.
“Terasa kekeluargaannya dan kompak dalam bekerja. Makan bersama anggota relawan biarpun dengan menu yang sederhana,” tambahnya.
Sementara, duka juga yang dirasakan Relawan Gabungan Tabalong, seperti harus rela menanggung panas dan hujan saat awal mendirikan rest area.
Bahkan, kata Rida, menjelang hari H minus 1, Selasa (25/2/2020), mereka mendadak terpaksa harus memindah titik rest area, dikarenakan titik lokasi yang sebelumnya mereka rencanakan terdapat kendala dan lain hal.
“Awal membuka rest area kita rencananya di depan komplek guru danau, namun H minus 1 kita mendadak pindah lokasi ke gunung batu dan langsung pembenahan. Dan hari itu juga kita dirikan tenda-tenda, kurang lebih 10 tenda,” katanya.
Pengalaman duka lainnya, lanjut Ridha, mereka terpaksa menutupi lahan yang mereka gunakan untuk rest area dengan pasir dan batu (sirtu) sebab, lahan tersebut merupakan lahan dengan kondisi tanah merah yang akan lunak dan becek saat diguyur hujan.
“Karena disini tanah merah agar kendraan jamaah tidak ambalas kami mendatangankan empat unit truk sirtu dan alat berat lowder bantuan dari warga Tabalong dan untuk tempat makan kita meminta kayu dari elbana, kayu-kayu bekas untuk membuat jalan menuju tempat makan,” ungkap Rida.






