Sudah Ada Temuan Kasus DBD, Dinkes Kalsel Minta Masyarakat Waspada

Tidur menggunakan kelambu salah satu upaya pencegahan DBD melalui metode 3M Plus. (foto:net)

BANJARMASIN, klikkalsel – Meningkatnya temuan kasus Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebab itu, terlebih di musim penghujan sekarang dinilai rawan serangan DBD, Dinkes Kalsel meminta masyarakat agar lebih waspada.

Mencuatnya sembilan kasus demam berdarah di kabupaten HSS menjadi perhatian tersendiri dari otoritas kesehatan di provinsi. Melalui upaya pencegahan yang digencarkan Dinkes Kalsel dengan mengkoordinasikan terhadap instansi di seluruh jajaran 13 kabupaten/kota .

“Kalau ada masalah, kita minta di bawah koordinasi. Data Desember kemarin tidak peningkatan signifikan, rawan peningkatan di HSS,” terang Kepala Dinkes Kalsel, H Muslim di Banjarmasin, Jumat (10/1/2019).

Terlebih di musim penghujan sekarang, Kepala Dinkes Kalsel, minta masyarakat waspada serangan DBD. Dengan mengoptimalkan pemberlakuan ‘3 M Plus’, yakni menguras penampungan air setiap pekan, menutupnya serta mengubur barang bekas.

“Kita buat edaran lintas sektor, mendorong upaya preventif promotif pencegahan, musim hujan DBD perlu waspada 3M Plus selalu disampaikan, laporan berjenjang untuk situasi terkini,” sebutnya.

H Muslim mengatakan, imbauan Plus yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
3. Menggunakan kelambu saat tidur.
4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Sementara itu, upaya preventif dan promotif pencegahan yang dilakukan otoritas kesehatan kepada masyarakat, agar sadar untuk berperilaku hidup sehat dan bersih. Guna terhindar dari serangan penyakit lainnya di tengah berlangsung cuaca ekstrim. (rizqon)

Editor : Akhmad