Server Down, Seleksi Tenaga Jasa Pelayanan Kesehatan Dinkes Banjarmasin Tiga Kali Gagal

BANJARMASIN, klikkalsel – Ribuan peserta seleksi akademik untuk pelaksana jasa pelayanan dan penunjang kesehatan Dinas Kesehatan Banjarmasin, kecewa lantaran jadwal ujian tes akademik yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 27 September kemarin, dimundurkan ke Selasa, 8 Oktober.

Dengan jadwal yang berubah-ubah membuat mereka merasa dipermainkan oleh panitia seleksi penerimaan, Rabu (9/10/2019).

Pasalnya, dari tiga kali pelaksanaan ujian secara online sejak 27 September lalu, tak ada satupun pelaksanaan berjalan lancar. Aplikasi yang digunakan sebagai sarana ujian tak bisa diakses peserta, sehingga membuat peserta kesal.

Dengan kondisi ini banyak peserta yang mengeluh, karena mereka merasa dirugikan.
Salah seorang peserta warga Sungai Lulut, Gusti, jengkel tidak bisa mengakses aplikasi karena alasan server sedang down akibat terlalu banyak yang mengakses.

“Tanggal 27 September itu tes online jam 9 -10. Boro-boro mau tes, masuk ke aplikasi saja enggak bisa. Katanya server down. Lalu diubah jadi beberapa sesi di hari yang sama. Eh ternyata sama saja,” cetus Gusti

Seperti diketahui, kurang lebih 5.700 orang peserta mengikuti ujian akademik ini. Untuk saling bersaing merebutkan 190 posisi dari berbagai formasi yang sudah disediakan Dinkes Kota Banjarmasin.

Karena kejadian server down tersebut, Dinkes menunda pelaksanaan ujian, yang kemudian kembali dilanjutkan seleksi pada Senin 30 September. Namun hal serupa kembali terjadi, ujian yang dilaksanakan tersebut kembali mengalami kendala yang sama yakni aplikasi mengalami down server.

Gusti kembali menambahkan, menurutnya ada kejanggalan yang terjadi dalam ujian seleksi tersebut, dimana dari ribuan peserta yang tidak bisa mengakses aplikasi karena server down, ada beberapa orang yang bisa mengakses, dan menjawab soal sehingga sebagian peserta tersebut mendapat nilai.

“Yang enggak masuk akal ada beberapa orang yang bisa masuk aplikasi, sekitar lima persen dari peserta. Dan mereka bisa menjawab dan mendapat nilai. Sedangkan kami yang sembilan puluh lima persen boro-boro mau jawab, masuk aplikasi saja nggak bisa. Dan yang anehnya lagi, para peserta yang bisa mengakses aplikasi itu diberikan waktu tambahan 30 menit, sedangkan itu tidak ada diberitahukan,” ucapnya.

Akhirnya karena menerima banyaknya protes dari peserta, Pemko Banjarmasin memberikan kebijakan dengan melakukan ujian tahap dua pada 8 Oktober 2019. Namun lagi-lagi, ujian tersebut mendapatkan masalah yang berulang-ulang.

Karena kejadian yang terus berulang-ulang tersebut Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi di luar kemampuannya, dan menurutnya proses perbaikan aplikasi tersebut hingga sampai saat ini terus dilakukan.

Ia juga menyampaikan bahwa server yang dipakai aplikasi tersebut tidak mampu untuk menampung banyaknya peserta ujian. Untuk itu Dinkes dan Diskominfo telah melakukan rapat darurat. Yang mana hasil dari rapat tersebut yakni, pelaksanaan ujian diulang dengan dibagi beberapa sesi.

“Sesinya dibagi per lima ratus peserta. Kali ini setiap sesi menggunakan link yang berbeda. Diluar dari 500 peserta kita tidak ikutkan terlebih dahulu, karena takutnya server kembali down lagi,” jelas Machli.

Machli mengucapka permohonan maafnya atas ketidaknyamanan yang dialami para peserta ujian. Hingga hari ini, pelaksanaan ujian masih berlanjut. (fachrul)

 

Editor : Akhmad