Selain Virus Corona, DBD Juga ‘Hantui” Warga HSU, Tercatat Sudah ada 83 Kasus

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes HSU, H. Masbudianto,S.KM

AMUNTAI, klikkalsel.com– Data Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) selama kurun waktu Januari hingga Maret 2020 ini, tercatat sudah ada sekitar 83 kasus penyakit Demam Berdarah (DBD), belum ada korban jiwa dari kasus DBD tersebut.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Hulu Sunga Utara H Masbudianto, kepada klikkalsel.com, menyampaikan ditemukan kasus DBD tertinggi ada di Puskesmas Babirik yaitu ada 31 kasus sedangkan kasus terendah ada di Puskesmas Guntung yaitu ada 1 kasus.

Selanjutnya, di Puskesmas Amuntai Selatan 9 kasus, Puskesmas Sungai Malang 9 kasus, Puskesmas Alabio 6 kasus, Puskesmas Pasar Sabtu 6 kasus, Puskesmas Sungai Karias 5 kasus, Puskesmas Haur Gading 5 kasus, Puskesmas Danau Panggang 5 kasus, dan Puskesmas Sungai Turak 2 kasus. Sementara untuk Puskesmas Sapala, Puskesmas Paminggir masing-masing 0 kasus.

Menurutnya, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan endemis dihampir seluruh wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan kasusnya terus meningkat dan menyebar semakin luas mencapai seluruh kecamatan.

“Jadi, tidak hanya corona yang perlu diwaspadai, namun DBD ini juga perlu mendapat perhatian semua pihak di musim pancaroba ini,” tuturnya, Sabtu, (21/3/2020).

Baca juga : Status Covid-19 di Kalsel dari Siaga Darurat Naik Menjadi Tanggap Darurat

Ditambahkannya, untuk mencegah DBD tersebut mengutamakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ketimbang fogging atau pengasapan untuk mencegah demam berdarah debgan melakukan gerakan 4M plus 1.

Gerakan 4M plus 1 yang dilakukan yaitu menguras pada bak penampungan air baik untuk air mandi atau air konsumsi, menutup rapat tempat penyimpanan air, mengubur barang bekas, pemantuan semua tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, ditambah plusnya tidak menggantung baju, ikanisasi serta membubuhkn bubuk abate.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat khususnya kepada para orang tua beberapa ciri-ciri awal penderita DBD yaitu diantaranya panas mendadak selama tujuh hari, sehingga perlu sesegeranya memeriksakan anaknya apabila terjadi hal demikian ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Dengan adanya kasus DBD yang terjadi, kami memperingatkan agar masyarakat waspada demam berdarah, dirinya juga berharap agar angka tersebut tidak mengalami peningkatan apa lagi sampai memakan korban jiwa,” tukasnya.(doni)

Editor : Amran