Sekda Batola Minta Pagelaran Seni Budaya Islam Dan Haflah Quran Terus Dilestarikan

Foto bersama dalam kegiatan seni budaya islami dan haflah Al-Quran Menuju MTQ ke-54 Batola Bisa (kominfobatola)

MARABAHAN, klikkalsel.com – Dalam rangka persiapan menghadapi MTQ ke-54, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar pagelaran Seni Budaya Islami dan Haflah Al-Quran di halaman kantor kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Batola, Senin (2/10/2024).

Kegiatan tersebut diawali pertunjukan kuntau yang merupakan seni bela diri tradisional masyarakat.

Juga dihadiri oleh para pimpinan SKPD, Forkopimda, Kepala bagian Setda , Camat Anjir pasar serta forkopimcam, Camat se-Kabupaten Batola, Ketua MUI Batola, Ketua BKPRMI, Ketua DWP Batola, TP PKK Kecamatan Anjir Pasar dan TP PKK Kabupaten Batola.

PJ. Bupati Batola Mujiyat, diwakili Sekda Kabupaten Batola Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc. menyampaikan, bahwa pihaknya sangat menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, yang mempunyai arti penting untuk membangkitkan seni dan budaya islami.

“Diharapkan dengan pagelaran seni dan budaya ini dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi kita dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya sesuai dengan norma-norma Islam yang tumbuh dan berkembang didalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga Pemerintah Kabupaten Batola Adakan Penganugerahan Inovasi Daerah

Baca Juga Bank Kalsel Beri Bantuan Dana Asupan Gizi kepada Anak Stunting di Batola

Menurutnya, pertunjukan seni dan budaya yang bernuansa islami saat ini sudah jarang sekali dipertunjukkan di masyarakat.

Oleh karena itu, juga diharapkan dalam berbagai kegiatan yang bernuansa islami atau keagamaan harus sering dilaksanakan.

“Selain tetap menjaga kelestariannya juga bisa mendapatkan berkah dari berbagai kegiatan keagamaan seperti pembacaan Syair Maulid Nabi, mengaji, Haflah Al Quran dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Zulkipli menambahkan, bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam seni budaya islam sangat relevan untuk dikembangkan menjadi bagian dari pembangunan karakter.

Sebab, seni budaya islam sarat dengan pesan, ajaran yang berdaya guna untuk menangkal budaya asing yang tidak atau dirasa kurang sesuai dengan jati diri kepribadian bangsa Indonesia.

“Apabila tidak diantisipasi besar kemungkinannya akan berpengaruh terhadap bergesernya sendi-sendi pranata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Batola melalui instansi terkait memiliki komitmen yang sangat kuat, untuk terus mendorong dan memberdayakan potensi budaya dengan tujuan agar tetap lestari dan terus berkembang.

Serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kesadaran untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah pada hakikatnya,bukan hanya tanggung jawab satu pihak melainkan tanggung jawab bersama “tutupnya”.

Untuk di ketahui, kemeriahan malam acara seni budaya islami tersebut terasa bertambah hikmat saat disajikan penampilan Qariah-Qariah kebanggaan Kalimantan selatan yaitu ust. H. Ahmad Bugdadi, S.Ag.MH.I , tausyiah darinya Ust. H. Ahmad Supian Al-Banjary. (adv)