BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama ribuan masyarakat menggelar salat istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Selasa (25/8/2026).
Salat istisqa tersebut digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Kalimantan Selatan yang hingga kini masih dilanda kemarau panjang.
Kegiatan ini diikuti sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Diantaranya, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Sulaiman HK, masyarakat umum, habaib, alim ulama, guru agama hingga siswa-siswi madrasah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel), Muhammad Tambrin, mengatakan salat istisqa dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Kalsel H Muhidin dan diikuti sekitar 5.000 jamaah.
“Terima Kasih kepada guru guru agama, habib, ulama dan anak anak siswa siswi madrasah yang hadir, terimakasih atas dukungan semuanya sehingga ini munajat kepada Allah dengan shalat istisqa,” ujarnya yang juga Kepala Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Tambrin berharap doa dan munajat yang dipanjatkan melalui salat istisqa tersebut dapat dikabulkan Allah SWT, sehingga hujan segera mengguyur wilayah Kalsel.
“Mudah-mudahan munajat kita lewat salat istisqa ini dikabulkan Allah, turun hujan di Banua Kalsel yang sudah berbulan-bulan ini belum turun,” katanya.
Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, tetapi juga memperparah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memicu kabut asap.

Baca Juga : Dikepung Asap, Polda Kalsel Bersama Ulama dan Masyarakat Laksanakan Salat Istisqa
Baca Juga : Bermunajat Meminta Hujan, Ratusan Pelajar SMPN 3 Banjarmasin Gelar Salat Istisqa
Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah masih terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.
Ia menyebut beberapa titik kebakaran masih terjadi di kawasan Banjarbaru, di antaranya Guntung Damar, Pengayuan hingga kawasan hutan lindung.
Penanganan karhutla, lanjutnya, terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat, aparat dan relawan yang berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi cuaca yang kering.
“Jadi kalau hari ini kita memohon hujan, mudah-mudahan hujan itu akan turun di Kalsel,” harap Muhidin.
Muhidin juga mengimbau masjid dan musala di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel agar turut melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama.
“Selain di Sabilal ini, kami mengharapkan di kabupaten yang lainnya pun melaksanakan salat istisqa ini,” katanya.
Selain melalui salat istisqa, Pemerintah Provinsi Kalsel juga berupaya mengatasi dampak kemarau dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Namun, pelaksanaan OMC saat ini menghadapi kendala karena terbatasnya keberadaan awan yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan hujan.
“OMC itu modifikasi cuaca agak susah, karena awannya itu untuk dimodifikasi tidak ada,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi






