BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kepastian pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 masih menjadi tanda tanya. Di tengah proses tender salvage yang belum tuntas, keluarga korban memilih tetap bertahan di Banjarmasin demi satu harapan membawa anggota keluarga mereka pulang.
Hal itu disampaikan perwakilan keluarga korban KM Virgo Transport 8, Karina, usai audiensi bersama PT Virgo Karya Shipping, Jasa Raharja, Basarnas dan Kepolisian di Aula Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (7/10/2026).
Karina mengatakan, dalam audiensi tersebut keluarga belum mendapatkan kepastian kapan bangkai kapal akan diangkat.
Namun, proses menuju pengangkatan kapal tetap berjalan. Pada Kamis (8/10/2026), tim penyelam dijadwalkan kembali turun ke lokasi untuk melakukan survei dan merekam kondisi di sekitar badan kapal.
“Besok sudah ada penyelam turun lagi untuk ngevideoin lingkungan-lingkungan kapal untuk melanjutkan proses tender salvage tadi,” ujar Karina.
Menurutnya, hasil survei dan video kondisi terkini kapal tersebut menjadi bagian dari data yang dibutuhkan dalam proses tender salvage.
Meski demikian, keluarga korban masih harus menunggu karena belum ada kepastian waktu kapan kapal benar-benar dapat diangkat.
Karina mengatakan, ketidakpastian tersebut membuat sebagian besar keluarga korban yang sebagian besar berasal dari luar pulau, memilih tetap berada di Banjarmasin.
Baca Juga : Pengangkatan Bangkai KM Virgo Terhambat Proses Hukum, Dokumen Penting Masih di Tangan Penyidik
Baca Juga : Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Pesisir Pantai Seruyan, Kondisi Jenazah Sebagian Sudah Jadi Tengkorak
Mereka bertahan bukan tanpa alasan. Harapan untuk menemukan dan membawa pulang anggota keluarga yang masih berada di kapal menjadi alasan utama.
“Untuk keluarga korban rata-rata masih bertahan di sini karena memang harapan mereka itu sama, pengen pulang dengan keluarga mereka,” katanya.
Bahkan, hingga Rabu, masih ada keluarga korban yang datang ke Banjarmasin dari luar daerah. Karina menyebut salah satunya berasal dari Cilacap.
“Bahkan hari ini masih ada yang datang tadi dari Cilacap,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, keluarga korban juga menyampaikan permintaan agar pemilik kapal dapat turun langsung menemui mereka.
Menurut Karina, permintaan tersebut sebelumnya disampaikan melalui kuasa hukum. Namun, sejauh ini belum ada kepastian apakah owner akan hadir langsung atau kembali diwakili.
“Katanya masih akan disinggungin apa bersedia atau mungkin diwakilkan lagi,” tegasnya.
Bagi keluarga korban, kehadiran pihak pemilik kapal dinilai penting di tengah proses salvage yang hingga kini belum memberikan kepastian waktu pengangkatan.
Sementara itu, keluarga memastikan tetap menggunakan hak mereka untuk bertahan di Banjarmasin selama proses pencarian dan pengangkatan korban masih berlangsung.
“Kembali lagi, hak keluarga korban memberikan, meminta haknya untuk tetap bertahan di sini,” tandasnya. (rizqan)
Editor: Abadi







