Kabut Asap Masih Selimuti Kalsel: Awas! Ispa Bisa Memperparah Penderita Asma

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk Banjarmasin, membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, terutama berkaitan dengan saluran pernapasan.

Paparan asap dapat menjadi persoalan bagi masyarakat, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti asma. Kondisi tersebut juga membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang tidak baik.

Di tengah kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah mengatakan bahwa pihaknya tetap menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar masyarakat secara umum, termasuk guru dan anak sekolah.

Pemeriksaan dalam program CKG tidak hanya berfokus pada penyakit pernapasan. Masyarakat dapat menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga pemeriksaan gigi dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya.

“Nah, Apabila pada saat kegiatan CKG itu terdapat hal-hal yang perlu dirujuk tingkat puskesmas atau rumah sakit, maka dilakukan rujukan,” ucapnya, Rabu (7/10/2026).

Ia juga menjelaskan apabila masyarakat yang memiliki riwayat asma perlu memberikan perhatian lebih ketika terjadi kabut asap. Sebab, gangguan pada saluran pernapasan dapat dipicu oleh berbagai kondisi, tidak hanya paparan asap.

“Asma ini tidak hanya pada saat ada asap, terjadinya itu bisa setiap hari. Ada yang Asma disebabkan karena cuaca dingin, itu termasuk ispa juga, ada yang penyakit TBC paru itu mempengaruhi asma juga,” tuturnya.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak selama kondisi kabut asap masih terjadi.

Baca Juga : Bupati Tabalong Imbau Warga Gunakan Masker dan Jaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap

Baca Juga : Polres Tabalong Bagikan Masker Gratis di Tengah Kabut Asap

Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan untuk mengurangi paparan partikel dari udara.

“Yang penting menggunakan masker, karena partikelnya itu nah MP-nya 2,5, dengan masker kain saja sudah bisa tertahan,” ucapnya.

“Setelah tertahan maka bisa mengurangi paparan ispa. Makanya tidak apa-apa silakan bekerja tapi taat dengan masker, menggunakan masker supaya terhindar,” lanjutnya.

Bahkan baru-baru ini terdapat seorang guru yang meninggal dunia karena riwayat asma dan diperparah dengan kabut asap yang terjadi saat ini.

Yanuar menjelaskan bahwa ISPA disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah kondisi seseorang yang sebelumnya sudah memiliki riwayat asma.

“Guru itu sudah memiliki riwayat asma, terhirup asap ini memicu keparahan. Jadi asap ini memicu keparahan asmanya sehingga jadi infeksi. Itu yang menyebabkan orang menjadi rentan, karena ada penyakit bawaan terlebih dahulu, termasuk apa asma,” terangnya.

Menurutnya, penderita asma tidak selalu harus terpapar asap untuk mengalami kekambuhan. Debu hingga kondisi cuaca tertentu juga dapat menjadi pemicu.

“Asma itu bisa disebabkan alergi terhadap debu, bisa cuaca dingin, ada juga karena paparan asap dan sebagainya itu pemicunya memperparah asamanya,” katanya.

Asma sendiri merupakan penyakit kronis. Namun, penderita umumnya sudah mengenali tanda-tanda ketika kondisi tersebut mulai kambuh.

“Seseorang itu sudah mempunyai ciri tersendiri bahwa oh ini aku kambuh kena asma. Dan dirinya sudah tahu penanganannya,” ungkapnya.

Dengan mengenali kondisi tubuh masing-masing, penderita asma diharapkan dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal, terutama ketika harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Bagi penderita yang tetap harus bekerja atau melakukan aktivitas di luar rumah, ia meminta agar perlengkapan obat yang biasa digunakan juga selalu tersedia.

“Jadi saran kalau orang yang mempunyai penyakit asma apabila harus bekerja, maka sediakanlah perlengkapan obat-obat yang biasa digunakan pada saat ke mana pun, sehingga apabila terjadi gejala itu bisa menolong dirinya sendirilah karena dia yang tahu supaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran