Rambo Tumbang Antar Logistik Pemilu 2019 ke Wilayah Terpencil Kabupaten Tabalong

PPK Bintang Ara gunakan Jeep yang dinamakan "Rambo" oleh pemiliknya untuk mendistribusikan Logistik Pemilu 2019 ke wilayah terpencil di Kabupaten Tabalong (foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel – Besok sudah waktu pencoblosan Pemilu 2019. Pendistribusian logistikpun terus dikebut oleh para penyelenggara Pemilu.

Tidak terkecuali bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bintang Ara Kabupaten Tabalong, mereka harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 jam dengan menghadapi medan berlumpur serta jurang jurang ditepian jalan demi terlaksananya Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Namun tantangan itu dapat dilalui oleh petugas PPK berkat bantuan sebuah mobil tua bernama “Rambo”.

Sebelumnya 60 kotak suara dan dokumen lainnya diangkut dari Kantor Kecamatan Bintang Ara dengan menggunakan sebuah truk.

Kondisi jalan yang berlumpur membuat distribusi logistik pemilu ke wilayah terpencil Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan menjadi tantangan tersediri bagi Petugas PPK Bintang Ara.

Setibanya di Desa Panaan Petugas PPK di bagi menjadi dua tim, satu tim melalui jalur sungai guna mempersingkat waktu perjalanan dan tim lainnya melanjutkan perjalanan dengan tetap melalui jalur darat.

Tim jalur darat melanjutkan perjalannya menuju Desa Kalingai, namun sesampainya di desa tersebut petugas PPK tidak lagi dapat meneruskan perjalanannya dengan menggunakan truk dikarnakan medan yang akan dilalui selanjutnya akan sangat ekstrim dan hanya dapat dilalui dengan kendaraan khusus medan berat.

Agar dapat melalui medan berat tersebut petugas PPK menyewa dua buah Toyota Jeep milik warga yang salah satunya dinamakan “Rambo” oleh pemiliknya.

Dalam perjalanan jeep pengangkut logistik mendapat pengawalan dari sejumlah anggota gabungan TNI – Polri yang menggunakan kendaraan roda dua jenis trail.

Petugas gabungan TNI – Polri turut kawal pendistrubusian logistik pemilu 2019 di Wilayah terpencil Kabupaten Tabalong. (foto : arif/klikkalsel)

Dua jam menempuh perjalanan, petugas PPK tiba di Desa Dambung Raya dan kemudian mendistribusikan logistik ke TPS tiga yang berada di desa tersebut.

Namun lagi – lagi dikarnakan jalur yang sangat sulit dilalui untuk menuju ke TPS empat petugas PPK harus menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam.

Menjelang malam hari sekitar pukul 19.00 wita “Rambo” harus tumbang salah satu bannya bocor, mobil jeep itu tidak dapat lagi melanjutkan perjalanannya hingga ke Desa terakhir untuk bergabung bersama tim yang melalui jalur sungai yaitu di Desa Hegar Manah.

Namun “Rambo” seolah mengetahui kalau keberadaannya sangat dibutuhkan oleh petugas PPK, mobil jeep itu bocor disaat yang tepat saat semua logistik sudah rampung dibagikan ke semua TPS. (arif)

Editor : Farid