Protokol Kesehatan Kunci Utama Cegah Varian Delta dan Kendalikan Pandemi COVID-19

JAKARTA, klikkkalsel.com – Peningkatan kasus COVID-19 terjadi pasca libur panjang lebaran 2021, bahkan saat ini muncul varian baru dari India yakni varian Delta.

Diketahui saat ini terdapat 5 provinsi dengan Bed Occupancy Ratio (BOR) diatas 70% yaitu; DKI Jakarta (86%), Jawa Barat (84%), Jawa Tengah (82%), Banten (80%) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (79%).

Dr dr Maxi Rein Rondonuwu Sesditjen & Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI mengungkapkan lonjakan kasus terjadi disebabkan melemahnya protokol kesehatan 3M di kalangan masyarakat.

“Sebenarnya meskipun ada varian baru COVID-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobiltas, dan menjaga kebersihan, kita bisa mengendalikan pandemi ini,” paparya pada Dialog Produktif ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (23/6/2021).

Dia mengimbau masyarakat agar patuh protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Langkah ini menurutnya adalah upaya paling utama dan sederhana di tengah situasi pandemi.

“Kita perlu mengingatkan terus kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila kita jatuh sakit karena COVID-19. Selain berakibat vatal, pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan kita ada batasnya,” jelasnya.

Upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro merupakan cara terbaik saat ini untuk mengendalikan COVID-19 hingga ke level RT/RW.

“Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam menimbulkan kembali kesadaran masyarakat agar lebih bersabar menjalankan prokes,” pesan Dr. Maxi lebih lanjut.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Safrizal ZA menginstruksikan agar seluruh pemerintah daerah di 13 kabupaten/kota agar bersiap menghadapi COVID-19 varian Delta.

Safrizal meminta kepala daerah menyiapkan tempat karantina pasien COVID-19, antispasi lonjakan kasus. Selain itu, ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit juga diminta Pj Gubernur.

Dia mengatakan, tingkat penularan varian Delta 10 kali lebih cepat. Sebab itu diminta kewaspadaan semua pihak untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

“Protokol kesehatan terus ditingkatkan, bagi masker dimanapun untuk mengantisipasinya,” tegasnya, usai Rapat Paripurna di DPRD Kalsel Banjarmasin, Kamis (24/6/2021).

Sementara di tingkat daerah, seperti di Kota Medan, Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan juga tengah berusaha menyadarkan masyarakat tentang pentingnya prokes demi mencegah penyebaran COVID-19.

“Di lapangan, kita membatasi pergerakan masyarakat di kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidangro) di saat l lebaran kemarin, khususnya melakukan penyekatan ke
daerah wisata,” terang Bobby Nasution, Wali Kota Medan.

“Saya minta masyarakat dan pelaku usaha di Kota Medan sama-sama menerapkan protokol kesehatan. Jangan jenuh dengan kondisi COVID-19, memang cara yang paling utama agar kita bisa turunkan lajunya adalah dengan disiplin prokes. Ke depan, aktivitas akan membaik secara berkesinambungan apabila kebiasaan prokes ini kita terapkan sehari-hari,” pesan Bobby.

Vaksinasi di Kota Medan juga terus digalakkan. “1,8 juta penduduk Medan termasuk kategori lansia dan pra lansia penerima vaksin COVID-19. 48% penduduk lansia dan pra lansia ini sudah kita vaksinasi,” terang Bobby.

Program vaksinasi massal seperti vaksinasi bersama BUMN yang diselenggarakan di lokasi bekas bandara Polonia, diakui Bobby berkontribusi penting bagi percepatan vaksinasi di Medan.

Cakupan vaksinasi di Medan kini bisa mencapai seribu orang per hari. “Masyarakat dari sekitar kota Medan seperti Binjai, Deli Serdang, dan Tanah Karo juga boleh melakukan vaksinasi di pusat vaksinasi ini, karena kita rencanakan untuk memvaksinasi 5.000 penduduk per harinya,” ujarnya.

Diakui Dr. Maxi, lonjakan kasus COVID-19 ini hanya bisa ditanggulangi dengan kerja sama erat
antara pemerintah pusat dan daerah.

“Yang paling penting yakni peran dari masyarakat agar tidak kendor menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah daerah dan pemerintah sudah mengantisipasi kesiapan sarana terutama rumah sakit serta percepatan vaksinasi dengan target di bulan Juli mendatang mencapai 1 juta l dosis per hari yang saat ini kita sudah 700 ribu dosis per hari,” imbaunya.

Di sisi lain, antisipasi lonjakan kasus juga dilakukan di sisi hilir, yaitu terhadap mereka yang telah
positif tertular COVID-19. Salah satu yang sangat mendesak adalah peningkatan kapasitas rumah sakit. Letkol. M. Arifin, Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa saat ini timnya sudah membuka rumah susun (rusun) Nagrak di Cilincing, Marunda, Jakarta Utara, sebagai pusat isolasi baru guna mengurangi beban Wisma Atlet yang sudah 90% terisi pasien.

“Mudah-mudahan semakin banyak pasien Wisma Atlet yang sembuh dan pulang sehingga Wisma Atlet bisa menampung kembali pasien COVID-19 yang belum terlayani. Tower di Nagrak juga perlu segera diaktifkan semua untuk menampung pasien gejala ringan dan tanpa gejala demi mengurangi beban Wisma Atlet,” terang Letkol. Arifin.

Satu tower di Rusun Nagrak menurut keterangan Letkol. Arifin memiliki 16 lantai, yang tiap lantainya memiliki 17 unit ruangan ukuran 36 meter persegi. Sejak Selasa 23 Juni 2021, Rusun Nagrak sudah diaktifkan dan sudah terisi 121 pasien COVID-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala.(rizqon)

Editor : Amran

Related Articles

Trending

Terbaru

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
26,867PengikutMengikuti
582PelangganBerlangganan