BANJARMASIN, klikkalsel.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di kawasan RT 01 Gang Ketawa, Pasar Pagi, Kelurahan Kelayan Luar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (13/7/2026).
Keberadaan korban sempat mengundang perhatian warga setempat. Pasalnya, pria tersebut baru sekitar dua hingga tiga bulan tinggal di lingkungan itu sehingga identitas lengkapnya belum diketahui oleh warga.
Selama ini, warga hanya mengenalnya dengan sapaan “Pak Le Nggih”. Julukan itu muncul karena korban kerap menjawab “nggih” setiap kali diajak berbincang.
“Kami memanggilnya ‘Nggih’ saja, karena kalau diajak ngobrol selalu jawabnya ‘nggih-nggih’,” ujar Ketua RT setempat, Megawati.
Menurut Megawati, korban diketahui memiliki riwayat sakit yang diduga memengaruhi kondisi kakinya sehingga berjalan pun tampak kesulitan.
“Iya, ada sakit. Sepertinya di bagian kaki,” katanya.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui ditinggal istrinya yang berpamitan hendak pergi ke Sungai Danau untuk menemui keluarganya. Keberangkatan itu terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Baca Juga : Duda Anak Satu Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Warga Geger Cium Bau Tak Sedap
Baca Juga : Geger! Lansia Ditemukan Meninggal Berlumuran Darah di Muara Kelayan
Salah seorang tetangga, Yati, mengaku sempat dititipi kunci rumah oleh istri korban. Saat itu ia sempat mengusulkan agar rumah dibuka keesokan paginya supaya mendapat cahaya matahari, namun permintaan tersebut ditolak.
“Saya bilang, ‘besok saya buka ya biar matahari masuk,’ tapi istrinya bilang jangan dibuka, Pak Le-nya. Jadi kami tidak berani membuka rumah. Sekitar jam 11 malam Minggu dia baru berangkat,” tutur Yati.
Warga juga memastikan korban masih dalam keadaan hidup pada malam sebelum istrinya pergi. Beberapa tetangga bahkan sempat menjenguknya usai salat Magrib.
“Kami lihat beliau masih hidup. Warga sempat menjenguk setelah Magrib sebelum istrinya menitipkan kunci,” ucapnya.
Hingga korban ditemukan meninggal dunia pada Senin pagi, sang istri belum kembali ke kontrakan. Warga juga mengaku tidak memiliki nomor telepon ataupun kontak keluarga korban sehingga tidak dapat segera mengabarkan peristiwa tersebut.
“Kami tahunya istrinya dipanggil Lina. Sampai hari ini belum kembali juga dan kami tidak punya nomor yang bisa dihubungi,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





