Geger! Lansia Ditemukan Meninggal Berlumuran Darah di Muara Kelayan

Jasad lansia berlumur darah yang ditemukan di muara kelayan ditutup dengan kantong mayat sebelum dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga di kawasan Muara Kelayan digemparkan oleh penemuan seorang pria lanjut usia yang tergeletak dalam kondisi tak bernyawa, pada Jumat (24/4/2026).

Peristiwa itu terjadi lebih tepatnya di sekitar jembatan, seberang Masjid Muhammadiyah Kelayan. Sejumlah warga yang melintas langsung berhenti dan berkerumun setelah mengetahui adanya sosok pria yang terkapar dengan bercak darah di lokasi.

Noor Imansyah, mengatakan bahwa informasi awal berasal dari seorang warga yang melihat korban dalam kondisi bersimbah darah.

“Tiba-tiba ada yang datang memberi tahu, katanya ada orang berdarah. Kami langsung ke lokasi, lalu karena melihat banyak darah, kami segera menghubungi ambulans,” ujarnya.

Selain jasad korban, warga juga menemukan sebuah sepeda di sekitar lokasi yang diduga milik pria tersebut

Baca Juga : Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya Kawasan Sungai Lulut

Baca Juga : Nenek 76 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Gegerkan Warga Banjar Indah Permai

Suasana sempat menjadi ramai dan penuh tanda tanya, terlebih karena kondisi lansia itu yang terlihat berlumuran darah. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Tak berselang lama, tim Macan Resta dari Polresta Banjarmasin tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat langsung memasang garis polisi guna mengamankan area serta memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.

Relawan yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu proses evakuasi. Bersama aparat kepolisian, mereka memastikan jasad korban segera dibawa menggunakan ambulans ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian pria tersebut. (airlangga)

Editor: Abadi