Pilkada Tabalong Rentan Gesekan, Aparat Perketat Pengawasan dan Pengamanan

Pengamanan petugas ke wilayah-wilayah pelosok Kabupaten Tabalong. (istimewa)

TANJUNG, klikkalsel – Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Tabalong mendapat perhatian aparat. Sebab, ajang demokrasi di kabupaten berjuluk Bumi Saraba Kawa itu rentan terjadi gesekan.

Jajaran Polres Tabalong terus melakukan pengamanan Pilkada. (istimewa)

Jadi, aparat berwenang lebih meningkatkan pengawasan dan pengamanan supaya konflik antara massa pendukung tak terjadi.

Terlebih selisih perolehan suara antara Pasangan Calon (Paslon) terpaut tipis. Dimana Paslon nomor urut 3, H Anang Syakhfiani-H Mawardi mendapat 44.580 suara pemilih atau 36 persen. Sedangkan sang penantang dari jalur independen, nomor urut 1 H Noorhasani-Eddy Noor Idur memperoleh 40.575 suara atau 33 persen.

“Kita Polres Tabalong memerintahkan anggota yang ditempatkan di PPS itu masih standby di PPK masing-masing baik dari Polres yang BKO ke Polsek. Itu berlaku sampai dengan pleno pada Juli mendatang,” ujar Kabag Ops Polres Tabalong Kompol Joseph Edward Purba, kepada Klikkalsel.com, Kamis (28/6/2018).

Rentannya terjadi gesekan antar kedua belah pihak massa pendukung tersebut, pihak Polres juga membagi pengawasan ke beberapa zona di kabupaten Tabalong.

Pengamanan petugas ke wilayah-wilayah pelosok Kabupaten Tabalong. (istimewa)

Kemudian tetap besinergi dengan TNI dan Brimob melakukan patroli bersama di tiga zona selatan, tengah dan utara. Bahkan, setiap Kapolsek dan jajaran intelnya harus terus melakukan pengawasan untuk deteksi dini.

“Ada 600 lebih personil gabungan dari Polres Tabalong dan TNI mengawal proses pengamanan agar tercipta kondusifitas penyelenggaraan pesta demokrasi,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, pengamanan pelaksaanan Pilkada sejak kemarin yang dipimpin Kapolres Tabalong berlangsung aman dan lancar serta kondusif.

“Atas pertimbangan itu kapolres mempersilahkan para BKO dari Polres HSU, Polsek Balangan dan Polda untuk kembali ke satuan masing-masingnya,” beber mantan Kabag ops Polres Kotabaru ini.

Namun, masalah komunikasi lemah sinyal dan jarak tempuh serta medan di titik pelosok atau perbatasan, masih menjadi kendala petugas untuk melaporkan pengawasan.

“Memang dalam hal komunikasi sedikit terganggu, tapi setelah sesampainya di lokasi para kapolsek itu inisiatif untuk mencari tempat yang ada sinyal memberi laporan, Alhamdulillah semua dapat tercover. Rata-rata yang jarak itu seratusan, namun jalan menuju itu sangat becek. Tadinya bisa sampai 2-4 jam bisa jadi 6-8 jam,” tandasnya (rizqon)

Editor : Farid