BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong penguatan sektor peternakan dari hulu hingga hilir, guna mendukung ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan usai kegiatan monitoring ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian serta Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Jumat hingga Sabtu.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, mengatakan kunjungan ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan menunjukkan besarnya potensi pengembangan pembibitan ternak di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas serta bibit ternak yang telah tersedia menjadi modal penting untuk memperkuat sektor peternakan di daerah.
“Kami bisa melihat potensi yang bisa dikembangkan, baik lahan yang tersedia maupun bibit yang telah ada. Kami berharap UPT ini dapat terus dikembangkan sehingga nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu menjadi pemasok bibit ternak untuk lima provinsi di Kalimantan,” ujar Suripno, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai, keberadaan UPT tersebut sangat strategis sebagai pusat pengembangan bibit unggul sapi, itik, dan kambing. Karena itu, Komisi II DPRD Kalsel mendukung berbagai upaya pengembangan yang dilakukan untuk menunjang program ketahanan pangan menuju tahun 2030.
Baca Juga : 18 Kebakaran dalam Empat Bulan, Polres Tabalong Turunkan Tim Forensik dan Gelar Rapat Mendadak
Dikatakannya pula Komisi II selain meninjau pembibitan ternak, rombongan juga mengunjungi Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari. Di lokasi tersebut, para legislator melihat langsung aktivitas usaha masyarakat yang mencakup peternakan sapi, kambing, ayam hingga pengolahan pupuk.
Suripno mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Tani Budidaya dan Pemerintah Desa Pulau Sari dalam mengembangkan usaha produktif masyarakat.
Menurutnya, pola pengelolaan yang diterapkan kelompok tersebut layak dijadikan contoh bagi kelompok tani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
“Kelompok Tani Budidaya telah menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa mampu menghasilkan program yang bermanfaat. Kami berharap pola seperti ini dapat diterapkan oleh kelompok tani dan BUMDes lainnya di Kalsel,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, turut mengapresiasi berbagai inovasi yang dijalankan di kedua lokasi kunjungan tersebut.
Ia menilai, pengembangan pembibitan ternak dan pemberdayaan kelompok tani merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
“Melihat langsung potensi pembibitan ternak dan keberhasilan Kelompok Tani Budidaya tentu menjadi hal yang membanggakan. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan di daerah memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Jahrian.(azka)
Editor : Akhmad





