TANJUNG, klikkalsel.com – Bupati Tabalong H Muhammad Rifani secara resmi melepas Kontingen PENAS Petani Nelayan XVII Provinsi Gorontalo di Halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, Murung Pudak, pada Jumat (12/6/2026).
Kontingen Kabupaten Tabalong akan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII KTNA 2026 yang digelar di Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut Kabupaten Tabalong mengirimkan tujuh perwakilan yang terdiri dari lima anggota KTNA dan dua orang pendamping.
Kepala Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong Rahman Effansyah, menyampaikan peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, termasuk pameran teknologi dan alat pertanian modern yang menampilkan inovasi terbaru di bidang pertanian dan perikanan.
“Mudah-mudahan kehadiran peserta dari Tabalong dikegiatan nantinya dapat membawa banyak manfaat seperti konsep ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi, sehingga berbagai inovasi yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan untuk mewujudkan pertanian Tabalong yang Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan (SMaRT),” ujar Rahman.
Sementara itu, Bupati H. Fani mengapresiasi, para peserta yang akan mengikuti Penas KTNA dan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah yang sangat baik bagi petani dan nelayan untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta mempelajari berbagai inovasi dan perkembangan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga : 18 Kebakaran dalam Empat Bulan, Polres Tabalong Turunkan Tim Forensik dan Gelar Rapat Mendadak
Baca Juga : O2SN SMP Tabalong Digelar, Bupati Tekankan Sportivitas dan Prestasi
“Kami berharap para peserta yang akan mengikuti Penas KTNA dapat mengamati berbagai teknologi, bibit unggul, pola tanam, serta inovasi terbaru di bidang pertanian sehingga nantinya bisa diadopsi dan diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Tabalong,” ujar H. Fani.
Ia menegaskan, potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kabupaten Tabalong sangat besar. Namun, hingga saat ini kebutuhan masyarakat masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi lokal, sehingga peluang untuk meningkatkan produktivitas masih terbuka lebar.
“Dari hasil rapat TPID kemarin diketahui kebutuhan telur di Tabalong masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Dari kebutuhan sekitar 40 juta butir, produksi lokal baru mampu memenuhi 5 juta butir. Masih terdapat kekurangan sekitar 35 juta butir, belum termasuk kebutuhan ayam, ikan, dan beras yang juga perlu terus ditingkatkan produksinya,” pungkasnya.
H. Fani berharap keikutsertaan dalam Penas KTNA ini dapat semakin meningkatkan semangat untuk terus maju dan berinovasi, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan Kabupaten Tabalong.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, perikanan dan perternakan sebagai salah satu kekuatan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (renn/adv)
Editor : Akhmad





