Pertama di Kalsel, Pasangan Calon Kepala Daerah Lawan Kotak Kosong

SOLID - Calon Wakil Bupati Tapin Syafrudin Noor berjabat tangan dengan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK. (elo syarif/klikkalsel)
SOLID – Calon Wakil Bupati Tapin Syafrudin Noor berjabat tangan dengan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK. (elo syarif/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Pilkada Kabupaten Tapin hanya ada satu pasangan calon yang maju. Dipastikan pasangan calon bupati-wakil bupati Tapin, H Arifin Arfan-Syafrudin Noor melawan pasangan tanpa nama alias ‘kotak kosong’.

Kalau toh ada independent yang siap maju, kesempatannya pun tipis. Sebab pendaftaran untuk calon independen waktu tinggal dua hari lagi. Selain itu parpol pun sudah diborong pasangan Arifin Arfan-Syafrudin Noor.

Syafrudin Noor, calon Wakil Bupati Tapin mengaku kemungkinan besar dirinya dan Ariffin Arfan (calon Bupati Tapin) maju tanpa pesaing. Walau hanya menghadapi kotak kosong Syafrudin mengaku tetap waspada.

Sebab berdasarkan pengalaman pada beberapa daerah di Jawa, calon tunggal malah kalah perolehan suara dengan kotak kosong.

Atas dasar itu lah pengusaha yang satu ini tetap intens melakukan pendekatan dengan masyarakat.”Kita kerap menghadiri sejumlah perkawinan masyarakat dan menyambangi bila ada kematian,” ujar Syafrudin saat berada di DPD Golkar Kalsel, Senin (27/11/2017).

Terlebih sekarang bulan Maulid, pasangan calon ini pun memperbanyak menghadiri kegiatan keagamaan itu. Tujuannya tak lain untuk mempromosikan diri sebagai calan kepala daerah di Tapin.

Tak hanya itu, pasangan yang bakalan diusung dan didukung semua partai politik ini pun tak lupa melakukan pendekatan dengan ulama di Kabupaten Tapin.

“Kalau semua sudah dijalankan, kami optimis mampu unggul dalam perolehan suara dibanding kotak kosong pada Pilkada 2018 mendatang,” pungkasnya.

‘Kotak kosong’ disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk daerah yang hanya memunyai satu pasangan calon kepala daerah. Jika pemilih lebih banyak memberikan suara untuk kotak kosong, maka pilkada harus diulang. (elo syarif)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.