Advertorial

Pemprov Kalsel Komitmen Kurangi Lahan Kritis

BANJARBARU, klikkalsel.com -Upaya mengurangi lahan kritis di Kalsel dilakukan dengan penanaman pohon di Embung Lok Udat, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru.

Penanaman yang ditandai dengan sirine dilakukan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA bersama Dirjen PDASHL, Plt. Kadishut Kalsel, dan Forkopimda.

Kegiatan tersebut meruoakan Program Penanaman Satu Juta Pohon secara serentak guna menyukseskan Revolusi Hijau Kalsel yang tujuan intinya mengurangi lahan kritis.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK), pada 2018, luas lahan kritis di Kalsel 511.514 hektare.

Jika disbanding data 2013 yang mencapai sekitar 640.000 hektare, memang ada penurunan luasan lahan kritis.

Namun Pemprov Kalsel bersama Pemerintah Pusat terus berupaya mengembalikan fungsi lahan dengan melakukan aksi penanaman, meminimalisasi Karhutla, serta mencegah perambahan hutan di luar ketentuan.

“Ini starting point. Memang targetnya 1 juta, tapi kita tidak akan berhenti hanya di 1 juta sepanjang masih ada teridentifikasi lahan kritis. Kalau sekarang sebagai gerakan moral, berikutnya kita akan kunjungi spot-spot untuk penuhi target,” ungkap Pj Gubernur Kalsel.

Disebutkan, target luas penanaman se-Kalsel mencapai 32 ribu hektare per tahun.
“Target ini akan kita capai dalam setahun. Kalau tidak terpenuhi, kita capai dalam tahun-tahun berikutnya.

“Partisipasi semua pihak kita harapkan, baik perusahaan, pemerhati lingkungan, bahkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Safrizal, ketersediaan bibit pohon adalah kunci kesuksesan gerakan menanam pohon. Karenanya, selain menggratiskan pemberian bibit, ia ingin masyarakat memiliki akses mudah untuk mendapatkannya.

“Oleh karenanya, saya minta (kepada Dishut) dibuatkan link juga aplikasi untuk memperoleh bibit. Jadi, kalau masyarakat memiliki gerakan menanam sendiri, hubungi link ini untuk memperoleh bibit,” pinta Safrizal.

Direktorat Jenderal Pengelola Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian LHK, Helmi Basara, menyampaikan pihaknya mendukung penyediaan bibit gratis.

“Bibitnya tidak hanya pohon-pohonan, tapi juga produktif. Ada buah, pete, tergantung permintaan masyarakat dan ketersediaan,” ujarnya.

Helmi juga menyebut adanya 3 lokasi persemaian permanen dengan kapasitas sekitar 2 juta batang jenis kayu-kayuan dan tumbuhan yang produktif.

“Semoga upaya Kemen-LHK, pemerintah provinsi dan kabupaten kota dapat mewujudkan gerakan revolusi hijau di Kalimantan Selatan,” ucap Helmi Basara.

Sementara itu, Plt. Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahra, menjelaskan, Embung Lok Udat dulunya bekas lahan terbakar. Luas areal 109 hektare dan bisa ditanami saat ini baru pada posisi 3,5 hektare.

Selain Embung Lok Udat, terdapat lokasi-lokasi penanaman lain di wilayah kabupaten dan kota se-Kalsel, dengan melibatkan SKPD, sekolah, dan komunitas lingkungan hidup.

“Kita berharap dengan tetap menanam bisa mengembalikan fungsi lahan, 20 tahun bisa tertutupi lahan kritis di Kalsel. Tentunya dengan meminimalisir Karhutla, ilegal logging, ilegal mining, dan perambahan hutan di luar ketentuan,” ujarnya.(ganang/adv)

Editor : Amran

To Top