Pemko Banjarbaru Terkejut, Perputaran Rupiah Capai Rp8,8 Miliar di Pasar Wadai

BANJARBARU, klikkalsel.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru terkejut setelah menghitung perputaran uang di pasar Wadai Ramadan Banjarbaru 1445H mencapai Rp8,8 miliar.

Pasalnya, berkaca dari Ramadan tahun lalu, perputaran uang di Pasar Wadai yang diprakarsai oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Diporabudpar) Banjarbaru hanya mencapai Rp5,5 miliar.

Dijelaskan oleh Ketua Pelaksana (Ketuplak) Kegiatan, Tri Hayat Ariwibowo, perputaran rupiah di Pasar Wadai Ramadan Banjarbaru 1445H dengan 220 stand pada kurun waktu 26 hari mencapai angka Rp8,8 miliar.

“Untuk pengunjung yang paling banyak dari pantauan kita, sekitar pukul 16.00 sampai 20.00 Wita,” jelasnya.

Tri mengaku, omset yang begitu pantastis tersebut diluar dari ekspektasi pihaknya. Bahkan ia mengakui, jika dari perkiraan pihaknya, perputaran uang yang terjadi akan naik sedikit dari Rp5,5 miliar, berkaca pada tahun sebelumnya.

“Ini tidak terlepas dari pelaku UMKM kuliner di Banjarbaru, dan stand-stand UMKM masih menjadi rujukan favorit masyarakat untuk mencari takjil,” bebernya.

Bahkan, sejak hari pertama, hingga malam penutupan, Tri mengaku perputaran ekonomi terjadi pada stand kuliner.

Baca Juga Festival Bedug Sukses Tutup Banjarbaru Ramadan Festival

Baca Juga Banjarbaru Kekurangan 17.000 PJU, Walikota Niat Gandeng Pihak Ketiga

Bahkan, dengan cuaca yang sempat beberapa kali tidak bersahabat di Kota Banjarbaru, tidak menyurutkan gairah pembeli untuk datang dan berbelanja di Pasar Wadai.

Selain itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin mengatakan, pendapatan di Banjarbaru Festival kali ini mencapai tiga kali lipat melebihi dari target pihaknya.

“Ini yang menjadi alasan kita berani untuk menganggarkannya melalui APBD,” ucapnya.

Selain itu, Ovie (sapaan akrab) mengaku telah melakukan survei kepada para pedagang, dan hasilnya banyak yang kembali modal di minggu pertama.

Aditya mengatakan akan melihat perkembangan lebih lanjut, untuk menurunkan harga stand atau tenant pada event Banjarbaru Ramadan Festival di tahun yang akan datang.

“Untuk penurunan harga kita lihat perkembangannya nanti, karena kita ingin pedagang untung, EO pelaksana untung dan semuanya untung,” tuntasnya. (Mada Al Madani)

Editor: Abadi