MARTAPURA, klikkalsel.com – Operasi pemeliharaan saluran primer dan sekunder Irigasi Riam Kanan yang dilaksanakan sejak 15 Oktober 2021 berjalan lancar tanpa hambatan dan kini telah selesai, maka pintu intake bendungan irigasi dijadwalkan dibuka malam ini.
Pejabat Pembuat Komitmen, Heri Ade Permana mengatakan, saluran irigasi yang dikeringkan pada beberapa waktu lalu akan kembali diisi air yang di rencanakan pada Rabu (10/11/2021) malam.
“Pengangkatan sendimen atau lumpur telah selesai Selasa (9/11/2021) lalu, jadi kami akan segera buka satu pintu dari enam pintu intake yang ada di bendungan irigasi. Malam ini, Pukul 20.00 Wita,” ucap Heri Ade Permana di Kantor Irigasi Riam Kanan, Martapura, Rabu (10/11/2021) sore.
Ia mengungkapkan, dalam pemeliharaan saluran irigasi Riam Kanan yang memanjang di wilayah Kabupaten Banjar dilakukan di saluran primer 24 kilometer dan saluran sekunder 46 kilometer dengan masa pengerjaan berbeda waktunya.
“Pemeliharaan saluran sekunder dilakukan lebih awal selama 45 hari sejak tanggal 1 Oktober hingga 15 November 2021 dan saluran primer dikerjakan satu bulan sejak tanggal 15 Oktober hingga kemaren,” terangnya.
Sedangkan untuk pengeringan irigasi, dikatakan Heri Ade Permana dalam pemeliharaan tahun ini bahwa bukan hanya menurunkan peralatan mekanis untuk membuang gulma yang tumbuh subur di dasar saluran irigasi.
Namun, dalam pemeliharaan selain mengambil sedimentasi berupa tanah maupun lumpur kali ini juga dilakukan penambalan lantai dan dinding irigasi yang sudah berusia tua dibangun sejak tahun 90-an tersebut.
“Ada sekitar sepuluh titik perbaikan lantai dinding yang tergesur dan berlubang, sehingga cukup banyak kerusakan di sejumlah titik saluran air tersebut. Salah satunya di Irigasi Sungai Batang, Martapura Barat, dan saluran sekunder di Irigasi pematang Gambut,“ terangnya.
Selain itu kata dia, bahwa dalam proses pemeliharaan saluran irigasi telihat nampak banyaknya sampah yang larut dalam pengeringan aliran, hal tersebut juga berdampak kendala petugas saat di lapangan.
“Masih banyak tumpukan sampah yang kami dapatkan, seperti sampah rumah tangga yang di buang di aliran sungai, seperti piring kaca, bahkan ada kasur yang masih utuh di buang, hal tersebut juga menjadi hambatan pada saat pengerjaan lalu,” bebernya.
Sementara, terkait keluhan para pembudidaya ikan yang mengaku merugi akibat pengeringan irigasi tersebut, dirinya mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada pembudidaya ikan jauh sebelum kegiatan pembersihan saluran irigasi dilaksanakan.
“Kita akui memang ada keluhan terkait saat pengeringan, namun kita sudah melakukan sosialiasi bahwa pengeringan pada oktober-november, tentu tidak ada pembibitan, tidak ada pembesaran,” imbuhnya.
Dan diketahui, saluran irigasi baik primer maupun sekunder mampu melayani 8.000 hektare lahan pertanian, 640 hektare kolam ikan terutama yang letaknya dekat saluran irigasi dan juga mengairi 5.500 hektare sawah.
“Di tahun depan kemungkinan tidak ada pengeringan total dalam pemeliharan saluran irigasi, hanya penghancuran gulma,” tutupnya.(putra)
Teks foto : Pejabat Pembuat Komitmen PUPR Kalsel, Heri Ade Permana Kondisi perbaikan penambalan lantai dan dinding irigasi Riam Kanan saat dikeringkan.





