BANJARBARU, klikkalsel.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru berlangsung meriah di Lapangan dr. Murdjani, Senin (20/4/2026). Ribuan warga memadati lokasi, menyatu dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan nuansa budaya.
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin, hadir bersama Wakil Gubernur (Wagub) H. Hasnuryadi Sulaiman. Turut hadir Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin, para bupati dan wali kota se-Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Forkopimda, serta tokoh daerah.
Momentum hari jadi tahun ini tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ditandai dengan Deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas) yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menjaga laju pembangunan Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi yang terus berkembang.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga wujud rasa syukur sekaligus penguatan komitmen bersama untuk membangun Banjarbaru yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, capaian selama 27 tahun harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Gubernur H. Muhidin menyebut kemajuan ini adalah hasil kerja bersama dan harus terus ditingkatkan.
“Ke depan, kolaborasi harus semakin diperkuat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-27 ini menghadirkan Antea Putri Turk, keturunan keluarga W.R. Supratman tampil sebagai konduktor memimpin grup paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana kian semarak lewat penampilan tarian kolosal “Lumbung Kehidupan” yang melibatkan ratusan penari.
Baca Juga : Cahaya Tanglong dan Bagarakan Sahur Hidupkan Malam Banjarbaru
Selain itu, ditayangkan video refleksi perjalanan pembangunan Banjarbaru selama 27 tahun yang menggambarkan transformasi kota serta arah pembangunan ke depan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa status sebagai ibu kota provinsi membawa tantangan tersendiri, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan ekonomi berkelanjutan.
“Melalui tema ‘Kita Gawi Sabarataan, Bakurinah Gasan Banjarbaru Emas’, kami mengajak seluruh elemen untuk terus bergandeng tangan mewujudkan kota yang maju, adil, dan sejahtera,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi dalam mempercepat pembangunan di Banjarbaru.
Dalam kesempatan itu, sejumlah penghargaan turut diserahkan, termasuk capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan kategori Tuntas Madya.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga menerima dividen dan dana CSR dari Bank Kalsel sebagai dukungan pembangunan. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan paduan suara dan marching band, serta penyajian 15.000 porsi Soto Banjar sebagai bagian dari kick off Banjarbaru menuju Kota Kreatif Gastronomi.
“Semoga semarak peringatan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Puncak acara ditandai dengan penumbukan purun sebagai simbol kearifan lokal, serta pelepasan 27 ekor burung merpati yang melambangkan harapan bagi masa depan Banjarbaru.
Melalui peringatan ini, Banjarbaru menegaskan langkahnya menuju kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, dengan kolaborasi sebagai kunci utama pembangunan. (rizqan)
Editor: Abadi





