Pembelajaran Penyandang Disabilitas Guna Menuju Kota Inklusi

Hj Karlina, Camat Banjarmasin Barat (foto :Fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Banjarmasin Menuju Kota Inklusi, Kecamatan Banjarmasin Barat sudah memiliki pusat pembelajaran bagi para penyandang disabilitas, yang bertempat di Kelurahan Kuin Selatan, Gang 315, Banjarmasin Barat.

Keinginan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk menjadikan Kota Banjarmasin Sebagai Kota Inklusi sudah terlebih dahulu digerakan Kecamatan Banjarmasin Barat, sebelum Kota Banjarmasin menyatakan siap sebagai Kota Inklusi.

Hal tersebut diungkapkan langsung Camat Banjarmasin Barat, Hj Karlina. Ia juga menyampaikan bahwa setiap kelurahan di Banjarmasin Barat sudah ramah difabel dengan membuat fasilitas yang dapat diakses oleh para penyandang disabilitas.

“Kita sudah lebih dahulu menyatakan sebagai wilayah yang ramah difabel, sebelum Kota Banjarmasin menyatakan maju sebagai Kota Inklusi, contohnya saja disetiap kantor lurah yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat memiliki fasilitas yang ramah difabel. Seperti di depan kan ada Ram,” ucap Karlina ketika ditemui klikkalsel.com di Kantornya.

Camat Banjarmasin Barat tersebut juga mengatakan sebelum Keluarahan Pelambuan di Include dalam program kota inklusi yang memenangkan proposal untuk peningkatan mobilitas infrastruktur fisik untuk penyandang disabilitas.

Kelurahan Kuin Selatan, sudah lebih dahulu membentuk kampung Inklusi di Gang 315, dan disana terdapat pusat pembelajaran untuk para penyandang disabilitas.

“Kemarin untuk pusat pembelajaran itu ada pengrekrutan murid baru, tapi untuk perkembangan lanjutan Ibu belum mengetahuinya, tapi pusat pembelajaran tersebut kemarin kita sudah memiliki sekitar 5 murid, namun itu masih sangat sedikit dibandingkan tenaga pengajar yang ada 11 orang, jadi kita dari kecamatan terus mensuport itu, agar mereka para penyandang disabilitas tersebut tidak merasa canggung lagi dan tidak malu untuk belajar disini. Kita juga sudah bantu untuk promosinya, karena kemarin untuk media promosinya hanya bertulis tangan,” tuturnya.

Tempat pusat pembelajaran tersebut merupakan bantuan Pemerintah Kota Banjarmasin, sedangkan sumber dana untuk sarana dan prasarana merupakan sumbangan dari Bank Sampah. (fachrul)

Editor : Amran