Pasar Wadai Sepi, Pedagang Minta Bupati Banjar Datang Meninjau

MARTAPURA, klikkalsel.com – Pedagang di Pasar Wadai Ramadan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura keluhkan sepinya pembeli dan tidak adanya pembukaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kamis (14/03/2024).

Sepinya pembeli tersebut dirasakan hampir seluruh pedagang yang mengambil stand yang disediakan oleh Pemkab Banjar.

Wardah (34) salah satu pedagang asal Martapura, mengatakan krisis pengunjung yang dirasakan oleh pihaknya yang berjualan di Pasar Wadai Ramadan ini harus ditinjau oleh Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur.

“Tolong Bupati harus melihat langsung ke sini, ramenya pada saat konser aja dan bebagi Voucher aja,” ucapnya.

Baca Juga Paman Birin Borong Pasar Wadai Ramadan Untuk Dibagikan Kepada Para Pengunjung

Baca Juga Pembukaan Pasar Ramadan 1445 H, Menyemarakkan Suasana Bulan Suci

Bahkan ia menujukkan beberapa stand yang kosong telah ditinggalkan oleh para penjual yang merasa kecewa dengan kondisi pembeli yang kurang berminat datang.

“Aku juga tidak sampai akhir Ramadan jualan di sini, menghabiskan voucher aja. Habis itu kembali ke bawah (area tahun sebelumnya, red),” ungkapnya.

Bahkan ia menyayangkan dengan tidak adanya pembukaan pasar wadai yang diselenggarakan seperti tahun seelumnya.

“Jika tahun sebelumnya dan Bupati sebelumnya ada pembukaan dengan potong pita, ini kadida (tidak ada, red). Maunya kami seperti sebelumnya saja tidak di atas sini,” ungkapnya.

“Masalahnya kami ini bejualan pakai duit. Jika tidak laku masa kita jual lagi,” imbuhnya.

Ia mengaku sudah mengutarakan keluhannya tersebut kepada pihak dinas terkait, namun hingga saat ini tidak digubris.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Banjar, Syahid mengaku di hari ketiga Ramadan ini pengunjung sudah mulai ramai mendatangi stand yang diadakannya.

“Sepinya kemaren itu karena hujan, syukur peserta masih bisa tampil,” ucapnya.

Syahid mengakui Pasar Wadai tersebut tidak ada pembukaan, hal tersebut karena Bupati Banjar memiliki agenda Safari Ramadan.

“Jadi arahan beliau kegiatan dijalankan, jadi kami mulai dari hari pertama Ramadan,” ucapnya.

Cuaca yang hujan tersebut menurutnya menjadi dampak sepinya Pasar Wadai, sehingga membuat pedagang shok hingga hari ini. “Kalo mereka tahu pelan-pelan pengunjung mungkin naik ini,” ungkapnya.

Menyikapi pedagang yang sudah mulai angkat kaki, Syahid mengaku pihaknya juga telah melakukan pendekatan kepada para pedagang.

“Karena ini di bawah PD Pasar dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, tapi kami terhubung dalam grub, namun kami meminta agar diisi lagi. Cuman kami tidak bisa memaksa,” bebernya.

Selain itu, untuk meramaikan pembeli, pihak telah membagi voucher kepada para staf dan PTT di seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Banjar.

“Ada 400 voucher yang kita bagi, karena mekanismenya seperti itu, jadi kalo tidak pakai voucher itu tidak dilayani, dan voucher tidak bisa diuangkan, harus berbelanja,” pungkasnya. (Mada Al Madani)

Editor: Abadi