Partai Golkar Perkenalkan Caleg Dapil Banjarmasin Timur

Suasana dialogis antar Caleg Golkar dengan warga mewarnai pertemuan di RT 7 Kelurahan Banua Anyar Banjarmasin Timur. (foto : rizqon/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Banjarmasin memboyong caleg Dapil Banjarmasin Timur pada acara silaturrahmi sekaligus kampanye tatap muka bersama warga Kelurahan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur, Minggu (10/2/2019) malam.

Acara tersebut selain dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, Hj Ananda juga dihadiri Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel.

Dalam agenda tatap muka berlokasi di RT 7 tersebut, partai politik (parpol) berlambang pohon beringin itu memperkenalkan para calon legislatif (caleg) di daerah pemilihan Banjarmasin Timur.

Caleg Partai Golkar daerah pemilihan Banjarmasin Timur yang diperkenalkan adalah Adi Kartika, Aulia Ramadhan Supit, Noorlatifah, Aspul Anwar, Hj Riny Apriliani, Akhmadi, Herman Wijaya dan Mahmudah.

Selain caleg tingkat Kota Banjarmasin, juga dihadiri caleg Partai Golkar Provinsi daerah pemilihan Kota Banjarmasin Felixius Raynaldo Gonadi dan Anang Rosadi.

Selain bertujuan memperkenalkan para kandiditnya, juga dilakukan jejak pendapat dan masukan sebagai serapan aspirasi masyarakat.

“Kami kumpul disuatu tempat mengajak masyarakat, ini lo caleg-caleg yang dicalonkan oleh partai Golkar. Insya Allah, caleg-caleg ini yang memang sudah kita proses track recordnya seperti apa. Begitu juga loyalitasnya terhadap partai dan masyarakat,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Banjarmasin, Hj Ananda kepada awak media.

Adapun, serapan aspirasi yang diterima DPP Partai Golkar Banjarmasin masih berkutat pada masalah klasik. Begitu juga kelangkaan gas elpiji subsidi 3kg dan persoalan insfratrukrur.

“Kan ada beberapa anggota fraksi, seperti saya juga ibu Noorlatifah yang kembali mencalonkan diri jadi ini salah satu tempat kami menyerap asipirasi masyarakat,” ujar Ananda.

Selain itu kata dia, terkait kelangkaan gas elpiji 3kg kemudian terkait dengan isu penggusuran di daerah Banua Anyar bantaran sungai, dan keprihatinan masyarakat orang yang tidur di bawah jembatan.(rizqon)

Editor : Alfarabi