Berita Utama

Panggung Kampanye Kepala Daerah Terbatas, KPU Sarankan Manfaatkan Sosial Media

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pilkada serentak 2020 di masa New Normal Pandemi Covid-19, berdampak terhadap teknis kampanye Pasangan Calon Kepala Daerah.

Terkait hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menekankan pembatasan masa kampanye dan mengarahkan pasangan calon aktif menggunakan media sosial untuk sarana penyampaian visi-misi.

Seputar regulasi tersebut, KPU Kalsel mengundang kedua bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor – Muhidin dan Denny Indrayana – Difriadi beserta tim pemenangan dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Kampanye, Pemungutan dan Perhitungan Suara, di Ballroom Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Jumat (18/9/2020) siang.

Komisioner KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah menerangkan, tahapan kampanye akan dimulai pada tanggal 27 September mendatang dan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Ia menambahkan, ada batasan orang yang hadir baik itu rapat umum maupun rapat terbatas dalam kampanye Pasangan Calon di masa New Pandemi Covid-19.

Ditegaskannya kampanye pasangan calon harus menjalankan serangkaian protokol kesehatan. Ini mengacu pada Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pilkada.

“Kampanye rapat umum misalnya itu masih diperbolehkan, cuma peserta maksimal 100 orang. Nah kemudian kampanye melalui pertemuan terbatas juga masih dibolehkan tetapi jumlah peserta tidak boleh melebihi 50 orang,” jelasnya kepada awak media.

Komisioner yang menangani Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdik Lih), Partisipasi Masyarakat (Parmas), Sumber Daya Manusia (SDM) menambahkan, terkait batasan kampanye tersebut maka pasangan calon diperkenankan memaksimalkan sosialisasi secara daring (online) melalui media sosial.

Baca Juga : Mulai Diserang di Panggung Politik, Ibnu Sina : Saya Punya Tangan yang Bisa Lakukan Uppercut

Kendati demikian, KPU Kalsel akan meminta dan mendata akun-akun resmi pasangan calon dan tim pemenangan.

“Nanti setelah penetapan ada proses pendaftaran media sosial dari seluruh pasangan calon, sehingga bagi kawan-kawan penegakan pengawasannya bisa mengetahui mana yang hoaks dan mana yang tidak, apakah ini benar-benar pure dari pasangan calon atau tidak. Untuk menjaga proses kampanye melalui media daring,” ujarnya.

Menurutnya metode kampanye secara online ini bisa difungsikan masing-masing pasangan calon untuk daerah perkotaan kendati ada pembatasan peserta kampanye.

Sementara, kampanye dialogis tatap muka secara langsung dapat dilakukan di daerah yang minim jangkauan internet.

“Memang di masa pandemi ini pemanfaatan teknologi informatika itu memang sangat diharapkan. Hanya saja di beberapa titik di wilayah kita tidak semua juga terjangkau oleh teknologi informatika oleh karena itu kampanye tatap muka itu di wilayah-wilayah terbatas teknologi informatika,” pungkasnya.(rizqon)

Editor : Amran

block id 8627 site klikkalsel.com - PC/Mob
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top