Nyaleg DPRD Provinsi, Mantan Bupati dua Periode Hasanuddin Murad Bantah Haus Kekuasaan

H Hasanuddin Murad dan H Sahbirin Noor saat agenda kampanye akbar DPD Golkar Kabupaten Batola, di Lapangan 5 Desember Marabahan. (foto : syarifwamen/klikkalsel)

MARABAHAN, klikkalsel- Mantan Bupati Barito Kuala (Batola) dua periode 2007- 2017, H Hasanuddin Murad menampik disebut haus kekuasaan dan jabatan.

Politisi senior Partai Golkar yang juga mantan anggota DPR RI tahun 1999 ini angkat bicara terkait terkait namanya tercantum sebagai caleg tetap untuk daerah pemilihan (Dapil) 3, Kabupaten Barito Kuala.

Tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Batola 2017 lalu, dan digantikan sang istri Hj Noormiliyani sebagai Bupati Batola, nama Hasanuddin Murad kembali muncul sebagai calon legislatif tingkat provinsi.

Kini, H Hasanuddin Murad kembali menggemparkan perpolitikan Banua. Ia pun lantas menerangkan alasan terjun dalam pencalegan tersebut, atas permintaan DPD Partai Golkar Kalsel.

Ia mengaku, berawal dari perbincangan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, H Sahbirin Noor yang memintanya untuk maju sebagai caleg provinsi mewakili dapil 3 Kabupaten Bario Kuala.

“Kalau itu partai yang meinginkan melalui Paman Birin sebagai ketua Golkar, dan kita mengikuti aja, lah. Karena kita di Golkar ini, kalau kita gak mau, nanti disebut orang tidak patut dengan partai. Padahal obsesi saya, gak ada lagi ke situ, tapi karena partai yang meinginkan begitu, saya siapa aja,” beber H Hasanuddin Murad.

Saat awak media mengkonfirmasi sepak terjangnya tersebut, seputar ambisi target meraih kursi Ketua DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad pun membantah dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar Kalsel.

“Tentu kita ingin suara yang banyak juga, tapi kan gak tentu juga suara banyak belum tentu jadi ketua DPR. Kan, yang jadi ketua DPR, partai yang menang,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas H Hasanuddin Murad di Kabupaten Batola yang berjuluk Bumi Selidah cukup tinggi. Dia pun siap bersinergi dengan caleg DPD Partai Golkar Kabupaten Batola untuk meraih 50 persen dari total 35 kursi DPRD Batola. Menurutnya secara otomatis mendongkrak perolehan suara partai, pada Pemilu 17 April 2019.

Saat ini DPD Partai Golkar Batola, meraih13 kursi dari 35 total anggota DPRD Batola. Sedangkan, dari 4 kursi dapil Batola Pileg DRPD Provinsi Kalsel, partai Golkar mendapatkan 2 kursi atau 50 persen, hasil pemilu 2014 lalu.

“Mudah-mudahan bisa mencapai mendekati 50 persen, kan 17 (kursi). Sah-sah saja bertarget seperti itu, dan itu kan target partai,” ucap H Hasanuddin Murad.

Sementara itu, H Hasanuddin Murad menegaskan kembali terjun ke dunia politik. Selain permintaan dan dorongan partai Golkar, juga atas asaz pengabdiannya kepada Kabupaten Batola, tempat kelahirannya 1957 silam.

Menurutnya masih banyak yang perlu diperjuangkan seputar insfratruktur. Selepas masa jabatan sebagai Bupati Batola dua periode.

“10 tahun kalau kita bekerja dan berkerja, itu terasa sangat singkat untuk pembangunan Batola. Masih ada masalah insfratruktur yang belum tuntas terselesaikan,” ucapnya.

“Seperti, jalan provinsi di Kecamatan Anjir Muara. Nah, dengan ada kita di DPRD Provinsi dapat memperjungakan lebih untuk kepentingan Batola, selain itu masalah pertanian juga. Karena Kalimantan Selatan Lumbung Pangan Nasional, dan Kabupaten Barito Kuala produksi terbanyak di Kalsel,” tambahnya. (rizqon)

Editor : Alfarabi