Medali Emas di Cabor Sepak Bola Jadi Penentu, Banjarmasin Kunci Gelar Juara Umum POPDA Kalsel 2026

Kepala Dinas Budporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Meski Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Selatan 2026 telah berakhir pada akhir Mei lalu, keberhasilan Kontingen Kota Banjarmasin meraih gelar juara umum masih menyisakan cerita menarik.

Salah satunya datang dari cabang olahraga sepak bola yang menjadi penentu keberhasilan Kota Seribu Sungai menempati posisi tertinggi dalam perolehan medali.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengaku bersyukur target juara umum yang telah ditetapkan sejak awal akhirnya dapat tercapai.

“Target kita memang juara umum tahun ini. Sebenarnya cukup berat karena hanya empat cabang olahraga yang dipertandingkan, sementara kekuatan kita pada tahun-tahun sebelumnya ada di basket,” ujar Ibnu Sabil.

Menurutnya, keberhasilan Banjarmasin menjadi juara umum tidak lepas dari kejutan yang diberikan tim sepak bola pelajar. Cabang olahraga yang selama ini belum menjadi penyumbang medali emas andalan justru tampil impresif dan berhasil naik ke podium tertinggi.

“Alhamdulillah kita juga tidak menyangka. Sepak bola yang selama ini cukup sulit mendapatkan juara satu, tahun ini berhasil meraih medali emas dan itu sungguh sangat menolong,” katanya.

Baca Juga : OBC Raih 21 Medali Emas di Porprov, Kokohkan Diri sebagai Komunitas Bela Diri Berprestasi

Baca Juga : Tim Bola Tangan Banjarmasin Berhasil Raih Medali Emas di Porprov XII Kalsel

Selain sepak bola, kontribusi penting juga datang dari cabang bola voli putri. Tim voli putri Banjarmasin berhasil tampil dominan dengan menyumbangkan tiga medali emas dan satu medali perunggu.

“Sehingga kita mendapatkan tiga emas dan satu perunggu dari voli putri. Ini cukup mengantarkan Banjarmasin menjadi juara umum pada POPDA tahun ini,” sebutnya.

Sabil menjelaskan, persaingan menuju gelar juara umum berlangsung cukup ketat. Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi rival terberat yang terus memberikan tekanan hingga akhir pelaksanaan POPDA.

Menurutnya, HSS mampu mengamankan posisi runner-up berkat kekuatan mereka di cabang olahraga sepak takraw.

Meski berhasil meraih hasil terbaik, Sabil menilai masih ada sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian untuk pembinaan atlet ke depan. Salah satunya pada cabang sepak takraw dan voli putra yang belum mampu memberikan hasil maksimal setelah terhenti pada fase penyisihan.

“Takraw memang menjadi PR besar bagi Kota Banjarmasin. Kita sudah gugur di penyisihan, begitu juga voli putra. Untuk takraw, lawan terberat memang Hulu Sungai Selatan,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih para atlet pelajar, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berencana memberikan bonus kepada para peraih medali yang telah mengharumkan nama daerah pada ajang POPDA Kalsel 2026.

“Insya Allah kita usahakan ada bonus untuk atlet-atlet POPDA. Namun untuk nilainya masih kami hitung dan sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin pun sangat mengapresiasi keberhasilan cabor sepak bola di ajang POPDA Kalsel, yang meraih medali emas.

“Kita sangat bangga dengan hasil dan prestasi yang diraih oleh anak-anak di ajang POPDA sepak bola,” ucapnya.

Hasil ini tentunya menjadi salah satu bahan bakar pemicu bagi Pemko Banjarmasin untuk terus mensuport dan mendukung pembinaan sepak bola di Kota Banjarmasin.

“Kedepan kita berharap akan ada salah satu tempat yang di fokuskan untuk kita jadikan lapangan sepak bola untuk pembinaan sekola olah raga sepak bola ini,” tandasnya.(fachrul)

Editor: Amran