Narkotika di Kalsel Menurun

DIBAKAR - Barang bukti narkotika dan obat terlarang yang dimusnahkan dengan cara dibakar. (net)
DIBAKAR – Barang bukti narkotika dan obat terlarang yang dimusnahkan dengan cara dibakar. (net)

BANJARMASIN, klikkalsel – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan penurunan jumlah barang bukti penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang di Kalsel.

Kepala BNNP Kalsel Brigjend Pol Marsauli Siregar, saat dihubungi klikkalasel Rabu (6/12/2017), mengungkapkan barang bukti yang disita petugas hingga awal Desember 2017 tak sebanyak tahun lalu.
“Jumlah barang bukti yang disita dan dimusnahkan oleh BNNP Kalsel menurun,” ungkapnya.

Barang bukti yang dimusnahkan kurang lebih 8 Kg narkona jenis sabu-sabu, 2 Kg jenis tembakau Gorila, dan 4 juta butir carnophen hasil join investigasi dengan Polda Kalsel. “Jumlah ini sedikit menurun dari tahun lalu.”

Menurutnya, penurunan jumlah barang bukti tersebut akibat jumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba juga menurun. “Artinya bisa menjadi tolak ukur bahwa peredarannya di Kalsel sudah mulai berkurang,” timpalnya.

Namun secara pasti dia tidak berani mengatakan jumlah pengguna narkoba menurun. Dirinya asih menunggu hasil resmi dari pendataan lembaganya.

Pun demikian, sebutnya, BNNP Kalsel lebih memprioritaskan tindakan pencegahan seperti mengedukasi masyarakat tentang pencegahan bahaya narkoba.

“Tahun ini kita sudah mengedukasi lebih dari 30 ribu orang dan akan bertambah tiap harinya. Diharapkan aktif membantu pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Usaha lain, lanjutnya, pihaknya juga melakukan rehabilitasi bagi pecandu. Karena hak pecandu itu adalah rehabilitasi bukan dipenjara. Namun yang menjadi masalah terkadang para pecandu enggan melaporkan ketergantungan zat berbahaya tersebut.

“Untuk 2017 ini kami sudah merehab lebih dari 1.800 pecandu, diharapkan lebih banyak lagi yang direhab agar berhenti menggunakan narkoba,” pungkasnya. (david)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.