Maraknya Mabuk Lem, Oplosan dan Peredaran Narkoba, Dewan Minta Semua Pihak Bertindak

Dua srikandi dewan dapil Banjarmasin Utara Hj Syarifah Sakimah dan Amelia Handayani. (foto : farid/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Permasalahan sosial seperti mabuk lem dan alkohol oplosan serta fenomena peredaran narkoba yang marak, turut menjadi keluhan dan keprihatinan warga saat reses perdana anggota DPRD Banjarmasin dapil Banjarmasin Utara, di kantor Kelurahan Sungai Miai, Jumat (11/10/2019).

Anggota DPRD Banjarmain Fraksi PDIP Taufik Husin mengatakan, sudah ada payung hukum untuk pencegahan Narkoba yang termaktub dalam Peraturan daerah (Perda) Banjarmasin terkait peredaran narkoba dan zat adiktif lainnya, oleh karena itu ia berharap Perda ini dapat dimaksimalkan untuk mencegah peredaran Narkoba di Kota Seribu Sungai.

“Tadi ada pertanyaan dari warga yang cukup menggugah saya, yaitu masalah narkoba, pada periode lalu kita sudah ada perda, masalah narkoba dan Napza, ini juga perlu ditindak lanjuti,” ucap politisi PDIP ini.

Ia menyatakan apabila ada menemukan orang yang menyalahgunakan Narkoba untuk melapor salah satunya melalui media E-Lapor, agar ditindak pihak berwajib.

Sementara dua srikandi DPRD Banjarmasin Hj Syarifah Sakimah dan Amelia Handayani menilai upaya pencegahan peyalahgunaan narkoba dimulai dalam lingkungan rumah tangga.

“Kebetulan saya duduk di Komisi I yang berhubungan dengan Hukum dan Pemerintahan, yang mana untuk menangani kasus narkoba ini sudah berada di ranah instansi terkait seperti kepolisian dan BNN, kita sebagai masyarakat turut berpartisipasi dengan mencegahnya,” ucap politisi PAN ini.

Syarifah menyebut pendidikan agama tentang bahaya narkoba sedini mungkin ditanam di benak anak-anak.

“Narkoba tidak ada positifnya sama sekali, itu merusak daya fikir, apalagi anak-anak generasi penerus bangsa, oleh karena itu sedini mungkin kita menanamkan jiwa menolak Narkoba,” urai dia.

Syarifah meyakini membentengi rumah tangga dari penyalahgunaan narkoba merupakan upaya efektif dalam membentengi Narkoba.

Senada Amelia Handayani menilai Narkoba sudah merambah ke siswa SMP dan SMA, hal ini disebabkan anak-anak salah pergaulan.

“Jadi kita harus membentengi dari keluarga dulu, upaya preventif itu yang terpenting,” kata Amelia.

Sementara itu, anggota DPRD Banjarmasin Fraksi PKB Zainal Hakim menyatakan, memberantas narkoba tidak cukup dilakukan aparat dan pemerintah, tetapi juga harus melibatkan masyarakat.

Peredaran narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan, ia pun meminta peran serta masyarakat dengan melaporkan ke polisi bila menemukan atau mengetahui ada transaksi narkoba.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Banjarmasin Hari Kartono sepakat, mengatasi maraknya peredaran narkoba harus melibatkan masyarakat. Paling penting, kata dia, adalah tindakan preventif seperti pengawasan anggota keluarga masing-masing agar terhindar dari keterlibatan narkoba. (farid)

Editor : Amran