Mantapkan Persiapan Kompetisi, NPC Kalsel Gelar Rakerprov

BANJARBARU, klikkalsel.com – National Paralympic Comitee (NPC) Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), semakin serius dalam membina para atlet difabel.

Hal ini dibuktikan oleh NPC Kalsel dengan mengadakan kegiatan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2021 di Banjarbaru, Untuk memantapkan sejumlah program yang akan dilaksanakan hingga tahun depan.

Kegiatan Rakerprov NPC Indonesia Provinsi Kalsel tersebut berlangsung di hotel berbintang di Banjarbaru selama tiga hari terhitung mulai Jumat (4/6/2021) hingga Minggu (6/6/2021).

Ketua Umum NPC Kalsel, H Ahmad Firdaus, menjelaskan salah satu program penting yang jadi pembahasan peserta Rakerprov tersebut adalah persiapan untuk menghadapi Peparprov di Hulu Sungai Selatan (HSS) Kandangan 2022.

“Tentunya Rakerprov kali ini difokuskan untuk membahas persiapan-persiapan di Kabupaten/Kota agar semua dapat mengikuti dalam pelaksanaan Paparprov di HSS,” jelasnya kepada media ini, Jumat (5/6/2021).

Selain itu, ia juga mengungkapkan masih ada beberapa NPC yang berada di bawah naungan Koni salah satunya di Kabupaten Barito Kuala (Batola), sehingga pembinaan masih di bawah kontrol Koni sehingga tidak bisa melakukan pembinaan sendiri.

“Sementara koni belum tentu bisa mengerti pembinaan untuk disabilitas,” jelasnya.

Ia juga menekankan, persiapan persiapan NPC yang berada di kabupaten/kota adalah pendanaan, sebab acar tersebut pasti memerlukan pendanaan yang tidak sedikit.

“Soalnya masih terdengar beberapa kabupaten/kota belum memiliki kesepian di segi pendanaan,” ujarnya.

H Ahmad Firdaus menambahkan, terkait tentang Papernas nanti di Papua, terdapat jumlah kontingen yang diberangkatkan Dinas Pemuda dan olahraha (Dispora) Kalsel hanya 100 orang atlet, pelatih dan pendamping. Sedangkan sisanya masih belum ada kejelasan.

“Saya berharap atlet kita bisa berangkat semua beserta pendamping, dari 130 orang atlet yang rencananya diturunkan ditambah 65 official, pelatih, asisten pelatih dan pendamping, semoga saja Diaspora bisa memberikan apa saja yang diperlukan NPC Kalsel,” harapnya.

Meskipun begitu, ia mengakui apapun nantinya yang di dapat dari Dispora. Pihaknya akan tetap berangkat tanpa meminta yang berlebihan dan dalam keadaan sulit.

Ia juga berharap tidak ada pemangkasan atlet yang dikirim nantinya, sebab para atlet yang sudah latihan bertahun tahun ini semua berharap bisa tampil di ajang tersebut.

“Sudah banyak yang dikorbankan mereka, jika tidak berangkat maka ini membuat sedih, meskipun diberi nanti untuk bagi dua asalkan tiken dan kaos insyaallah tetap berangkat,” tuturnya.

Disamping itu, Kepala dinas pemuda Olahraga (Kadispora) Drs H Hermansyah mengatakan pihaknya memiliki kepentingan dalam memajukan NPC Kalsel. Sebab NPC Kalsel sudah sering membawa nama harum Provinsi dimana saat itu Peparnas Jawa Barat secara nasional mendapat urutan ke 6.

“Prestasi mereka luar biasa, tentunya kita pemerintah provinsi akan terus mensupport, terus mendukung bagaimana nantinya kemajuan atlet – atlet NPC Kalsel bisa semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengaku optimis jika NPC Kalsel bisa meningkat untuk membawa nama Provinsi lebih dari 6 besar di indonesia.

“Saya optimis, dengan target NPC yang masuk di 5 besar sudah terbukti di Peparnas di jakarta kemarin NPC Kalsel sudah masuk di 5 besar,” tuturnya.

Semntara itu, terkait hanya ada 100 orang kuota atlet dan pelatih NPC Kalsel yang nantinya diberangkatkan ke Papua sedangkan NPC mengusulkan 165 orang yang diberangkatkan.

“Sebelumnya memang anggaran 100 kuota itu sudah siap tapi ternyata masih ada kekurangan terkait hal itu. Saya sudah menyampaikan ke tim anggaran pemerintah provinsi Kalsel untuk dilakukan penambahan pemberangkatan atlet,” jelasnya.

“Mudah mudahan itu bisa terealisasi, nanti akan kita cari solusinya seperti apa dan mudah mudahan semua bisa berangkat,” tambahnya.

Ia juga mengakui, sementara ini Anggaran di Dispora juga terbatas akibat adanya pandemi covid-19. Akan tetapi pihaknya akan mencari solusi tersebut sebab ia menilai atlet NPC sangat berbeda dengan atlet lainnya karena harus ada pendamping.

“Ditambah alat alat persiapan untuk berlomba para atlet NPC juga banyak jadi perlu ada anggaran lebih,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran