Destinasi

Manfaatkan Limbah TPS 3R, Pengelola Taman Menanti Laburan Bangun Mushola dari Botol Platik Bekas

TANJUNG, klikkalsel.com – Objek Wisata Taman Menanti Laburan, di Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, tak hanya menyajikan sejumlah wahana dan spot foto yang dapat dinikmati oleh para pengunjungnya.

Fasilitas pendukung lainnya juga turut dibangun oleh pengelola tempat wisata ini. Salah satunya mushola yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung yang ingin beribadah.

Berbeda dengan bangunan mushola pada umumnya. Mushola di tempat wisata ini dibangun dengan cara yang berbeda, yakni dindingnya yang terbuat dari ribuan botol plastik bekas.

Kepala Desa Padang Panjang, Sokhidin mengatakan, ide membuat dinding mushola dari botol plastik bekas bermula dari adanya TPS 3R yang dibangun terlebih dahulu disekitaran Taman Menanti Laburan.

“Jadi di TPS 3R ada barang-barang bekas yang masih bisa kita manfaatkan. Kita kumpulkan dan kita bikin untuk moshola tempat beribadah,” jelasnya, Sabtu (21/11/2020).

Meski dibuat dari botol plastik bekas, Sokhidin memastikan, barang-barang yang mereka gunakan sudah dibersihkan dan disterilkan lebih dahulu agar terbebas dari segala kuman penyakit.

“Pembersihannya kita lakukan dengan penyemprotan pakai sabun dan sebagainya,” ucapnya.

Sokhidin menjelaskan, pembangunan mushola dari botol plastik bekas ini sudah mencapai 60 persen. Karena untuk merampungkan bangunannya hingga 100 persen memerlukan sekitar 2000 botol plastik bekas.

“Jadi kita masih bertahap mengumpulkan barang-barang bekas. Kalau sudah kita tambahkan lagi. Insya Allah satu minggu selesai,” terangnya.

Sokhidin menambahkan, selain menggunakan botol plastik bekas untuk dinding mushola, pihaknya membuat lampion dari gelas plastik bekas. “Karena banyak limbah plastik itu, maka dari itu kami ambil untuk pemanfaat di taman wisata ini,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Sokhidin, Taman Menanti Laburan belum dapat dibuka karena masih adanya pandemi Covid-19. Namun, begitu pihak pengelola tidak serta merta mengusir para pengunjung yang masih saja ada yang datang.

“Kita masih mengikuti prosedur pemerintah. Kita sekarang masih fokus pembenahan. Seandainya ada warga yang mau datang kita kasih tahu jaga jarak, pakai masker, protokol kesehatan dilaksanakan,” pungkas Sokhidin.(arif)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top