MARABAHAN, klikkalsel.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mematangkan langkah pengelolaan kawasan wisata bawah Jembatan Barito di Kabupaten Barito Kuala dengan menggandeng pihak ketiga. Salah satu tahap yang kini dilakukan ialah penilaian sewa kawasan sebagai dasar penetapan harga pengelolaan aset wisata tersebut.
Peninjauan lapangan dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kantor Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan belum lama ini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian sewa kawasan wisata sebelum nantinya dikelola investor atau pihak ketiga secara resmi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan, penilaian aset dilakukan agar proses kerja sama pengelolaan kawasan berjalan sesuai aturan serta memiliki dasar perhitungan yang objektif.
“Penilaian ini menjadi langkah penting sebelum kawasan wisata bawah Jembatan Barito dikelola oleh pihak ketiga. Kami ingin memastikan pengelolaan kawasan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga : Resmikan Wisata Bawah Jembatan Barito, Gubernur Muhidin: Silakan Warga Datang Menikmati
Baca Juga : Miliaran Rupiah Disiapkan Untuk Percantik Dua Destinasi Wisata Alam di Kalsel
Ia menjelaskan, keterlibatan DJKN melalui pejabat penilai bertujuan menentukan nilai sewa aset secara tepat agar pengelolaan kawasan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Pemprov Kalsel sendiri sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya revitalisasi kawasan sejak 2023. Mulai dari penyusunan masterplan hingga pembangunan fisik penunjang destinasi wisata terus dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Dengan pengelolaan yang lebih terencana, kawasan wisata bawah Jembatan Barito diharapkan berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Kalimantan Selatan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya di Kabupaten Barito Kuala.
Diketahui, kawasan wisata bawah Jembatan Barito telah diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin pada 5 Maret 2026 lalu sebagai ikon wisata baru di Kalimantan Selatan. (rizqan)
Editor: Abadi





