Lulusan Pemangkih Ini Bangun Pesantren di Kawasan Kubah Raja Cantung

Guru Syarifudin, pimpinan pondok Pesantren Safiyah, Ibnu Syarif Al Amin, Cantung Desa Banua Lawas, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru.(foto : duki/klikkalsel)

KOTABARU, klikkalsel – Ingin mengamalkan, dan bercita-cita membangun generasi agamis, serta berbudi pekerti yang luhur merupakan impian yang sangat mulia.

Cita-cita itulah yang muncul dari sosok Guru Syarifudin. Alumni Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin, yang terletak di Desa Pamangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Bahkan, keinginan kuat tersebut pun telah dibuktikan. Sejak beberapa tahun silam, Guru Syarifudin ini mulai merintis syiar islam, dan mengajak anak-anak muda, disekitaran Hampang dan Cantung Kelumpang Hulu, untuk berkumpul dan belajar agama islam.

Selain itu, pengajian kecil-kecilan, atau majelis taklim pun sempat sempat dibuka. Saat itu, banyak anak muda yang ikut belajar dan mendalami ilmu agama, serta tidak sedikit pula mantan preman ikut belajar agama.

Menariknya, seiring berjalanya waktu, dengan semangat yang tinggi Guru Syarif berhasil mendirikan Pondok Pesantren bernuansa pembelajaran salafiyah/ Pondok Salaf seperti di Darussalam Martapura, dan di Pamangkih.

Saat ini, Pondok Pesantren tersebut telah memiliki santri sekitar 56 orang santri. Mereka ada yang mukim, dan ada pula yang pulang kerumah setelah mengkuti pembelajaran.

Meski pondok Pesantren tersebut yang diberi nama Ibnu Syarif Al Amin, yang berdiri disekitar kubah Raja Cantung itu masih terkesan minim dari segi sarana, namun telah memiliki legalitas, berbadan hukum, hingga terdaftar di Pemkab Kotabaru, dan Kemenag Kotabaru.

“Alhamdulillah. Kami sekarang sudah memiliki pondok dan santri. Meskipun jumlahnya masih puluhan saja, tapi kami berharap mereka bisa menjadi generasi yang alim, dan mengamalkan ilmunya nanti untuk agama, bangsa dan negara,” ujar Guru Syarif di Kotabaru Kamis, (6/9/2018). (duki)

Editor : Amrannuddin