Batola

Kepala Desa Balandean Bagikan Sembako Tak Layak Konsumsi

MARABAHAN, klikkalsel.com- Warga Desa Belandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), menyayangkan sikap yang dilakukan kepala desa M Fadilah. Pasalnya, bantuan sosial ke-7 sembako bulan Oktober 2020 yang baru disalurkan oleh Pemdes Belandean Muara pada Senin (7/12/2020) untuk warga sebagian sudah membusuk sehingga tidak layak dikonsumsi.

Menanggapi hal tersebut, Camat Alalak Sya’rawi, mengatakan, bahwa untuk penyaluran Bansos ke-7 bulan Oktober 2020, pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh desa se-kecamatan Alalak tanggal 3 November 2020 untuk diambil, dan paling lambat diambil 2 hari setelah diinformasikan.

“Tetapi Desa Belandean Muara baru mengambil tanggal 4 Desember 2020,” ucap Awi.

Dijelaskan Camat Alalak, memang ada di desa lain yang rusak sebagian berasnya tapi sebagian beras sudah ditukar untuk desa-desa lain. Kalau telur baik semua.

“Kalu Desa Belandean Muara rusak telurnya karena sebulan tidak diambil sembakonya di kantor Kecamatan Alalak,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, bahwa rusaknya sebagian beras itu karena ada sekitar 600 karung beras diantar ke kecamatan di pertengahan bulan Oktober. Sedangkan jadwal pembagian sembako di Kecamatan Alalak untuk bulan Oktober pada tanggal 3 November.

“Mungkin karena lembab ditempat penyimpanan di kecamatan yang menyebabkan kerusakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Fuad Syekh, menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam masalah tersebut.

“Mudah-mudahan ada jalan secepatnya supaya ini tertanggulangi,” jelasnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Belandean Muara, M. Fadilah, mengatakan bahwa bantuan sosial ke-7 bulan Oktober 2020 yang sebagian busuk itu sudah dari kecamatan.

Dia juga menjelaskan, kenapa ia lambat mengambil, karena melihat laporan digroup WhatsApp se Kecamatan Alalak banyak desa yang mengeluh karena rusak, dan dengan harapan semoga ada pergantian yang bagus.

“Kalau untuk kerusakan sembako di Desa Belandean Muara, beras hampir 50 persen, telur 70 persen, dan gula tidak ada yang rusak,” imbuh Fadilah.(muhammad)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top