Kenaikan BBM Dorong Inflasi Banjarmasin

BANJARBARU, klikkalsel – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Oktober 2018 menjadi pendorong utama inflasi di Banjarmasin dan Tanjung.

Akibatnya, terjadi inflasi sebesar 0,01 persen di Banjarmasin dan 0,20 persen di Tanjung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, Fachri Ubadiyah kepada klikkalsel.com, Kamis (1/11/2018).

Selain harga BBM, ia mengatakan harga daging ayam ras juga menjadi pendorong inflasi di Banjarmasin sebesar 0,03 persen dan 0,19 persen di Tanjung.

Sementara itu, harga bawang merah menjadi salah satu komoditi penahan inflasi di Banjarmasin sebesar mines 0,02 persen dan mines 0,07 persen di Tanjung.

Akibat kondisi di atas, Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,11 persen pada Oktober 2018 lalu.

Sedangkan secara nasional, inflasi tertinggi pada Oktober 2018 terjadi di Palu sebesar 2,27 persen, akibat bencana alam yang melanda bulan lalu.

Adapun inflasi terendah terjadi di Cilegon sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,73 persen dan terendah di Tanggerang sebesar 0,01 persen. (baha)

Editor : Farid