TANJUNG, klikkalsel.com – Sosialisasi Food Loos and Waste Tingakat Kabupaten Tabalong digelar di Ruangan Diamond Hotel Aston Tanjung, Mabuun, Murung Pudak, pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini mendukung gerakan penyelamatan pangan sebagai langkah edukasi kepada masyarakat, agar mengurangi perilaku boros pangan dan membuang makanan secara berlebihan.
Sebab, hal tersebut berdampak negatif terhadap ketahanan pangan serta lingkungan akibat limbah makanan yang dihasilkan, sementara berdasarkan data masih banyak sisa makanan yang terbuang baik dalam proses produksi maupun konsumsi.
Edukasi pengurangan pemborosan ketahanan pangan ini diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, organisasi profesi dan tokoh kemasyarakatan, serta dunia pendidikan.
Sekdakab Tabalong Hj. Hamida Munawarah menyampaikan, persoalan Food Loss and Food Waste Saat ini menjadi perhatian Bersama, karena berdampak langsung terhadap ketahanan pangan lingkungan dan kondisi ekonomi masyarakat makanan yang terbuang.
Baca Juga : Pemkab Tabalong Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Baca Juga : Panen Padi Kaya Gizi di Karang Intan Tembus 7,9 Ton, Pemprov Kalsel Tekan Stunting dari Sawah
“Makanan yang terbuang bukan hanya menjadi sampah, tetapi juga berarti terbuangnya hasil kerja petani, penggunaan air, energi, waktu, dan biaya dalam proses produksi pangan” ujarnya.
Ia menegaskan, pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola makanan, seperti mengambil makanan secukupnya, menyimpan bahan pangan dengan baik, serta mengolah sisa makanan secara tepat.
Dia juga menyambut baik komitmen pelaku usaha hotel, restoran, dan retail untuk melakukan donasi pangan berlebih yang masih layak konsumsi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mengurangi pemborosan pangan.
“Pemkab Tabalong mendukung penuh berbagai program penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pihak demi mewujudkan gerakan Zero Waste di lingkungan Masyarakat,” tukasnya. (reno)
Editor : Akhmad





