Serap Pembiayaan Rp318,75 Miliar, Banjarmasin Teratas Penyaluran KUR di Kalsel Dengan 3.492 Debitur

Kemudahan mendapatkan KUR di perbankan dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya baik itu mikro, kecil, dan menengah.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga akhir April 2026. Nilai pembiayaan yang mengalir ke pelaku usaha di kota berjuluk seribu sungai tersebut mencapai Rp318,75 miliar dan telah dimanfaatkan oleh 3.492 debitur.

Penyaluran tersebut menjadi bagian dari realisasi KUR Kalimantan Selatan yang hingga 30 April 2026 telah mencapai Rp1,81 triliun atau 35,03 persen dari target tahun ini sebesar Rp5,15 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan program KUR terus menjadi instrumen penting pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (29/5/2026).

Setelah Banjarmasin, daerah dengan penyaluran KUR terbesar berikutnya adalah Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp243,21 miliar kepada 2.329 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp188,70 miliar yang menjangkau 2.969 debitur.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, total penyaluran KUR di Kalimantan Selatan telah menjangkau 24.811 debitur dari berbagai sektor usaha produktif.

KUR konvensional masih mendominasi dengan nilai Rp1,73 triliun atau sekitar 96,11 persen dari total penyaluran. Sementara KUR syariah tercatat sebesar Rp70,24 miliar atau 3,89 persen.

Secara nasional, Kalimantan Selatan menempati peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR dan berada di posisi kedua tertinggi di regional Kalimantan.

Baca Juga : Hasnuryadi Sulaiman Sambut Hangat Silaturrahmi Wamen UMKM

Baca Juga : NSC Gelar Peduli UMKM dan Undian Umrah di Mahligai Pancasila Banjarmasin

Sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar dengan penyaluran mencapai Rp622,50 miliar atau 34,49 persen dari total KUR yang tersalurkan. Pembiayaan tersebut dinikmati oleh 10.893 debitur.

Dari sisi skema pembiayaan, KUR mikro menjadi yang paling dominan dengan nilai penyaluran Rp1,14 triliun kepada 22.325 debitur.

Menurut Catur, besarnya porsi pembiayaan yang masuk ke sektor pertanian menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“KUR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, terutama pada sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kalimantan Selatan,” katanya.

Dari sisi lembaga penyalur, BRI masih menjadi bank dengan penyaluran KUR terbesar di Kalimantan Selatan, yakni mencapai Rp1,17 triliun kepada 21.358 debitur. Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri dengan penyaluran Rp195,65 miliar kepada 1.596 debitur dan BNI sebesar Rp186,21 miliar kepada 564 debitur.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga terus disalurkan untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat pelaku usaha skala kecil.

Hingga akhir April 2026, pembiayaan UMi di Kalsel mencapai Rp22,76 miliar yang disalurkan kepada 4.220 debitur. Skema syariah mendominasi dengan nilai Rp19,80 miliar atau 86,98 persen, sedangkan pembiayaan konvensional sebesar Rp2,96 miliar.

Pada program UMi, Kota Banjarmasin kembali menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp4,66 miliar kepada 804 debitur. Disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp2,92 miliar kepada 537 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp2,49 miliar kepada 437 debitur.

Catur menegaskan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh mitra penyalur agar akses pembiayaan bagi UMKM semakin merata di seluruh wilayah Kalsel.

“Kolaborasi dengan seluruh mitra penyalur terus kami dorong agar pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah,” pungkasnya. (rizqan)

Editor: Abadi