Tabalong

Kedapatan Buka Diam-Diam dan Diminta Tutup Kembali, Menajemen DC Entertainment Minta Keadilan

TANJUNG, klikkalsel.com – Masih adanya pandemi Covid-19, membuat Pemerintah Kabupaten Tabalong belum memberikan izin terkait operasional sejumlah tempat hiburan.

Namun pada prakteknya, masih ada saja tempat hiburan yang beroperasi secara diam-diam salah satunya tempat karaoke, DC Entertainment yang terletak di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Menurut Kepala Kesbangpol Tabalong, A Rahadian Noor, saat melakukan sidak pada, Sabtu (10/10/2020) tadi, bersama petugas gabungan dari Satpol PP, TNI-Polri serta Camat Murung Pudak dan Lurah Mabuun, didapati adanya aktivitas di tempat hiburan tersebut meski belum adanya izin.

“Ini yang jadi permasalah untuk DC ini kalau secara izin sudah ada izin dari Pemkab Tabalong. Cuma dalam hal terkait pandemi yang kita alami saat ini mereka belum mengajukan izin untuk operasional,” ungkapnya.

Rahadian mengatakan, dalam sidak itu pihaknya telah melakukan diskusi panjang dengan manajemen DC Entertainment.

Manajemen DC Entertainment diminta agar mematuhi imbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah serta menutup sementara kegiatannya sesuai dengan surat yang sudah dikeluarkan oleh Disporapar Tabalong bernomor B-265/Disporapar/Par/556/10/2020 tentang menghentikan operasional sementara.

Selain itu, Manajemen DC Entertainment juga diminta untuk melakukan penandatanganan surat perjanjian yang isinya menutup sementara waktu sejak 11 Oktober 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun begitu menurutnya, manajemen DC Entertainment masih belum ingin menandatangi surat yang disodorkannya.

“Sebagaimana kita sodorkan untuk tanda surat dari pihak DC masih mengulur dan meminta waktu,” jelasnya.

Selanjutnya, saat ditemui kembali oleh media ini pada, Selasa (13/10/2020), Rahadian mengungkapkan, jika pihaknya telah menerima proposal terkait permohonan izin beroperasional ditengah pandemi Covid-19 dari pihak DC Entertainment.

Dalam proposal yang ditandatangani oleh General Manager DC Entertainment, Gazali Rahman, pihak manejemen beralasan beroperasionalnya tempat hiburan mereka untuk mencegah gelombang PHK.

Selain itu, DC Entertainment siap untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yang diterapkan kepada pengelola, karyawan dan pengunjung hiburan.

“Terkait surat mereka, kami akan membuat telaahan staf yang ditujukan kepada Sekda, Wabup dan Bupati Tabalong. Selanjutnya, apakah disetujui atau tidak permohonan tersebut merupakan kewenangan pimpinan,” terang dia.

Ia menambahkan, selama proses permohonan proposal tersebut pihaknya meminta management DC Entertainment agar menutup tempat hiburannya.

“Selama belum disetujui kami minta management DC Entertainment supaya menutup tempat hiburannya,” tegasnya.

Terpisah, General Manager DC Entertainment, Gazali, meminta agar penutupan tempat hiburan yang dilakukan Pemda harus adil.

“Kita tidak masalah nanti ditutup yang penting adil dan merata,” katanya.

Ia juga merasa keberatan kalau tempat usahanya ditutup oleh Pemda pasalnya berimbas ke para karyawannya.

“Kalau kita ditutup dan dikasih insentif tidak masalah,” ujarnya.

Gazali manyampaikan, pihaknya juga sudah mentaati peraturan Pemda awal pandemi dengan menutup sementara kegiatan selama lima bulan.

“Selama itu karyawan dirumahkan semua, karyawan kita kurang lebih ada 60 orang,” katanya.

Tak hanya itu, menurutnya DC Entertainment juga sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tempat hiburan.

“Kita sangat mematuhi Prokes, dari depan kita membikin pencucian tangan, tamu datang tidak bawa masker kita kasih masker, selain itu ada himbauan-himbauan dalam area hiburan, serta sudah ada penanda untuk menjaga jarak,” jelasnya.

Sementara, terkait surat yang dilayangkan oleh petugas gabungan saat sidak di tempat usahanya, Gazali mengatakan pihaknya belum berani untuk menandatanganinya.

“Kita harus koordinasi dulu dengan pimpinan. Isinya suratnya penutupan sampai waktu tidak ditentukan dan saya tidak berani tanda tangan karena kita digantung seperti itu,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak DC Entertainment juga sudah pernah melakukan upaya permohonan ke Pemda untuk bisa beroperasi kembali di tengah pandemi.

“Kita empat bulan lalu sudah mengajukan proposal permohonan ke Gugus Tugas, Dinkes, Satpol-PP dan Kesbangpol tapi tidak ada jawaban,” jelas Gazali.

Ia pun berharap pemerintah kabupaten Tabalong dapat membina pihaknya dan pengelola hiburan lainnya.

“Sebagai pengusaha dan karyawan kalau bisa kita dibina jangan dibinasakan,” imbuhnya. (arif)

Editor : Akhmad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top