Kebagian 40 Rapid Test, Dinkes Tabalong Prioritaskan Periksa ODP

Ilustrasi rapid test. (foto : net)
TANJUNG, klikkalsel.com – Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong akan melakukan rapid test kepada masyarakat yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19.
Namun, tidak semua ODP akan mengikuti rapid test test tersebut, dikarenakan keterbatasan alat rapid test. Apalagi yang tersedia hanya 40 pcs rapit test.
Kepala Dinkes Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, rapid test memang sudah diterima namun terbatas jumlahnya hanya 40 buah. “Rapid test sudah datang, tapi terbatas hanya 40 buah,” ucapnya.
Akibat keterbatasan tersebut, Taufiq menuturkan, pihaknya hanya akan memprioritaskan rapid test terhadap ODP yang terindikasi gejala virus corona.
“Karena keterbatasan alat, pemeriksaan rapid test nanti akan selektif. Sementara hanya kepada ODP yang sudah menjalani hari ke 7 yang masih ada gejala virus itu yang di prioritaskan dulu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Taufiq menekankan, bahwa rapid test bukan alat standar untuk menentukan seseorang positif atau tidaknya terjangkit Covid-19.
“Orang positif rapid test belum tentu positif Corona, karena ada pemeriksaan lanjutan seperti swab test yang ada di RS Ulin,” jelasnya.
Hingga hari ini, Rabu (1/4/2020) Pukul 10.00 Wita, data Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Tabalong menyebutkan ada penurunan jumlah ODP di Tabalong, dari 173 ODP menjadi 165 ODP.
Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami penurunan, dari tiga PDP hanya menyisakan 1 PDP. Sedangkan, satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin.(arif)
Editor : Amran