BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kinerja pendapatan Pemerintah Kota Banjarmasin pada triwulan pertama tahun 2026 masih menghadapi tantangan. Hingga akhir Maret, realisasi pendapatan daerah baru mencapai Rp752,6 miliar atau 35,95 persen dari target sebesar Rp2,09 triliun.
Capaian tersebut mayoritas masih ditopang dana transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi sejumlah SKPD tercatat masih bergerak lambat.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo mengakui capaian retribusi di awal tahun memang belum maksimal.
“Untuk retribusi SKPD memang masih berproses. Kami dorong di triwulan II nanti capaiannya bisa lebih meningkat. Kalau sudah bisa menembus di atas 50 persen, maka target akhir tahun insyaallah bisa tercapai,” ujar Edy, Senin (18/6/2026).
Berdasarkan data BPKPAD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi SKPD dengan capaian retribusi tertinggi sejauh ini. Dari target yang ditetapkan, DLH berhasil merealisasikan Rp6,16 miliar atau 41,75 persen.
Sementara sejumlah SKPD lain masih berada di bawah angka 35 persen. Dinas Kesehatan baru mencapai Rp1,80 miliar atau 16,28 persen, Dinas Perhubungan Rp1,48 miliar atau 22,88 persen, Dinas PUPR Rp1,36 miliar atau 33,93 persen, serta DKP3 sebesar Rp400 juta atau 29,82 persen.
Baca Juga :Â Lomba Motif Sasirangan Meriahkan 500 Tahun Banjarmasin, Pengrajin Baru hingga Jawara Lama Adu Kreatif
Baca Juga :Â Polemik Santri Al-Hikmah Belum dapat Perhatian Serius DPRD Kalsel
Tak hanya sektor retribusi, capaian PAD secara keseluruhan juga masih cukup jauh dari target. Dari target PAD sebesar Rp775,9 miliar, realisasinya baru mencapai Rp222,4 miliar atau sekitar 28,63 persen.
“Secara keseluruhan pendapatan kita memang masih 35,95 persen. PAD masih terus kita genjot agar bisa meningkat pada triwulan berikutnya,” bebernya.
Di tengah belum optimalnya PAD, dana transfer menjadi penopang utama pendapatan daerah. Dari target transfer sebesar Rp1,3 triliun, realisasinya telah mencapai Rp530 miliar atau 40,26 persen.
Rinciannya, transfer dari pemerintah pusat terealisasi Rp364 miliar dari target Rp1,062 triliun atau sebesar 34,33 persen.
Sedangkan transfer antar daerah mencatat capaian tertinggi, yakni Rp165 miliar dari target Rp256 miliar atau mencapai 65,01 persen.
Pemko Banjarmasin pun berharap kinerja pendapatan, khususnya PAD dan retribusi daerah, bisa meningkat signifikan pada triwulan kedua agar target tahunan tidak meleset.
“Mudah-mudahan di triwulan ke II bisa mencapai 50 persen lebih sehingga di akhir triwulan bisa tercapai 100 persen,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





