Kategori: Religi

  • Adab Makan Dalam Islam, Mulai Dari Tidak Boleh Bicara Hingga Tak Boleh Bersandar

    Adab Makan Dalam Islam, Mulai Dari Tidak Boleh Bicara Hingga Tak Boleh Bersandar

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dalam ajaran Islam, setiap aspek kehidupan memiliki tata cara dan etika yang harus diikuti oleh umatnya, termasuk dalam hal makan.

    Oleh karena itu, klikkalsel.com meminta Ustaz H Muhammad Maulana Al Kelayani memberikan penjelasan mendalam mengenai adab makan yang sebaiknya diterapkan oleh setiap Muslim.

    Menurut Ustaz H Muhammad Maulana Al Kelayani, adab makan dalam Islam mencakup berbagai aspek yang bertujuan tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga spiritual.

    “Diantaranya sebelum makan hendaklah mencuci tangan terlebih dahulu agar tangan kita bersih,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).

    Kemudian, diharuskan membaca Basmalah dan doa sebelum makan serta menggunakan tangan kanan ketika makan.

    Pasalnya, kata Ustaz, jika makan menggunakan tangan kanan itu akan mengandung keberkahan. Hal itu sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad yang mana setiap memulai kebaikan didahulukan dengan kanan.

    Pasalnya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk makan dengan tangan kanan. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda,

    “Makanlah dengan tangan kananmu dan minumlah dengan tangan kananmu, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” jelasnya.

    Baca Juga : Memberi Makan Kucing Liar Merupakan Sedekah dan Cara Membuka Pintu Rezeki

    Baca Juga : Ustadz H Mohammad Mobarak, Jelaskan Pentingnya Adab Menjaga Lisan

    Bahkan, ketika makan alangkah baiknya duduk atau tidak berdiri. Karena adab paling bagus ketika makan dalam keadaan duduk.

    “Jadi tidak dianjurkan makan dalam keadaan berdiri,” tegasnya.

    Tak hanya itu, adab ketika makan juga tidak dianjurkan berbicara saat makan. Meskipun ada sejumlah ulama yang membolehkan berbicara saat makan supaya didalamnya ada keakraban.

    “Tapi dari semua itu adab yang paling utama adalah tidak berbicara saat makan,” ucapnya.

    Lebih jauh, Ustaz juga menjelaskan kalau umat Muslim tidak dianjurkan untuk meniup makanan yang panas atau kondisi panas.

    Hal ini dikarenakan terdapat beberapa bakteri yang didalam mulut ketika meniup makanan akan menyebarkan bakteri tersebut.

    “Jadi dianjurkan untuk tidak meniup makanan yang masih panas, melainkan menunggu hingga suhunya turun. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan kesucian makanan yang akan dikonsumsi,” ujarnya.

    Juga dijelaskannya kalau umat muslim sangat dianjurkan untuk berhenti makan sebelum kenyang.

    “Artinya makan berlebihan itu tidak dianjurkan,” ungkapnya.

    Hal itu menurut ajaran Islam yang mengajarkan untuk tidak makan berlebihan.

    “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus melakukannya (makan lebih banyak), maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafasnya.’ (HR. Tirmidzi),” kata Ustaz H Muhammad Maulana Al Kelayani.

    Bahkan, lanjut ustaz, seperti kata nabi, ‘Aku tidak makan dalam keadaan bersandar’ yang artinya orang yang makan ketika bersandar menampakkan kecongkakan dan kesombongan seperti para raja,” tuturnya.

    Setelah itu, mengakhiri makan dianjurkan membaca Hamdalah setelah makan sebagai rasa syukur atas rezeki yang diberikan.
    Ustaz H Muhammad Maulana Al Kelayani juga menekankan pentingnya makan bersama keluarga dan berbagi makanan dengan orang lain, sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas sosial.

    “Adab makan yang diajarkan dalam Islam bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik dan spiritual kita. Dengan mengikuti adab makan ini, kita diharapkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan dalam setiap suapan,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi

  • Viral Salat Id Bercampur di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ini Jawaban Petugas Masjid

    Viral Salat Id Bercampur di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ini Jawaban Petugas Masjid

    BANJARMASIN,klikkalsel.com – Beberapa waktu lalu beredar video di media sosial yang memperlihatkan saat salat Id, jemaah laki-laki dan perempuan yang bercampur serta shaf salat banyak yang terputus atau terpisah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

    Sekretaris Umum Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Samsul Rani menjelaskan, peristiwa tersebut sering terjadi pada pelaksanaan hari besar terutama pada Salat Id di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin baik pada Idul Fitri maupun Idul Adha.

    “Kami tidak begitu aneh lagi dengan peristiwa hal demikian. Hampir setiap ada kegiatan pelaksanaan terutama yang ada rangkaian kegiatan Salatnya.,” katanya, Selasa (2/7/2024).

    Baca Juga Barito Bersholawat dan Launching Tim, Kembali Digelar di Masjid Sabilal Muhtadin

    Baca Juga Video Sapi Kurban RSUD Ratu Zalecha Lepas Viral di Sosmed, Dirut: Itu Video Lama

    Menurut dia, pihak Sabilal selalu mengimbau dan mengarahkan kepada jemaah agar sesuai dengan aturan, contoh ketika Salat pihak laki-laki di shaf depan dan perempuan dibelakang.

    “Tak jarang petugas menggunakan Megaphone, bahkan himbauan yang menggunakan tulisan juga dipasang pada area tertentu. Dimana Jemaah laki laki di halaman depan atau sisi bagian barat, dan perempuan di ruang induk hingga kebelakang. Namun yang terlihat tetap saja terjadi,” ucapnya.

    Samsul juga mengatakan, setiap akan melaksanakan Salat terutama pada Id baik idul Fitri maupun Idul Adha. Panitia selalu disebar dalam mengatur jemaah yang datang ke Masjid Raya dan selalu diimbau kepada para jemaah yang datang.

    “Pada pelaksanaan salat Id banyak jemaah yang datang telat dan akibatnya banyak terburu buru ketika salat akan dimulai baik itu jemaah yang berpasangan (suami-istri) atau jemaah laki-lakinya maupun jemaah perempuannya. Akibatnya tidak bisa lagi mengambil tempat yang sudah ditentukan oleh panitia pelaksana dan langsung meletakan sajadah mereka,” ucapnya.

    Menurut Samsul, salat jika terputusnya shaf tidak sah bagi jemaah (terpisah), akan tetapi saat petugas memberitahu kepada jemaah yang datang banyak di antara mereka yang enggan apa yang dianjurkan panitia dengan berbagai alasan.

    “Saat diberitahu oleh petugas mereka menjawab disini sama saja. Adapula yang menjawab biar tidak berdesakan, ada pula agar pulangnya cepat. Lain lagi jika yang datang bersama istri dan anak mereka, sholatnya bisa berdampingan dengan alasan takut terpisah. Dan pihaknya tidak bisa memaksakan tapi sudah menghimbau dan itu terserah jemaah,” kata Samsul.

    Ia melanjutkan, tak usah saat pelaksanaan hari besar saat ada pelaksanaan ibadah salat, pada hari Jum’at pun masih banyak jemaah yang salah di bawah pohon secara terpisah dengan shaf salat, terutama anak anak muda.

    “Kita sering imbau, dan kita ambil hikmahnya saja, syukur mereka mau ke masjid dan tanpa melakukan hal-hal yang merugikan. Dah kita berharap mereka bisa nantinya memahami kesempurnaan Salat,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Barito Putera Bersholawat dan Pengenalan Tim Tahun 2024

    Ribuan Jemaah Hadiri Kegiatan Barito Putera Bersholawat dan Pengenalan Tim Tahun 2024

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – PS Barito Putera melakukan perkenalan tim barunya untuk Liga 1 musim 2024-2025 dengan kegiatan Barito Putera Bersholawat di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, Jumat malam (28/6/2024).

    Kegiatan yang setiap tahun selalu dilakukan oleh tim berjuluk Laskar Antasari ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Banua Kalsel, dan juga suporter setia PS Barito Putera.

    Antusias masyarakat pun sudah terlihat sejak pukul 18.30. Dimana ribuan masyarakat sudah berkumpul di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.

    Selain ingin menyaksikan secara langsung para punggawa Barito Putera yang akan bertarung di Liga 1 2024-2025, masyarakat yang hadir pun ingin berjumpa dengan Habib Syech dan melantunkan sholawat bersama.

    Baca Juga : Lucas Morelatto Pilih PS Barito Putera Sebagai Klub Pertama di Indonesia

    Baca Juga : Barito Putera Kenalkan Pemain dengan Bersholawat, Guru Rasyid: Ini Menjadi Keberkahan

    Septiawan, warga Sungai Lulut mengatakan bahwa ia sudah berhadir mulai dari pukul 18.00 tadi sore.

    “Tentunya saya ingin melihat pemain-pemain baru Barito Putera,” ucapnya.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa kegiatan Barito Putera bersholawat ini juga menjadi salah satu wadah melepas rindu dengan para punggawa Laskar Antasari di jeda musim kompetisi.

    “Yang pasti saya rindu dengan suasana kegiatan Barito Putera bersholawat dengan Habib Syech ini,” tandasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Barito Putera Kenalkan Pemain dengan Bersholawat, Guru Rasyid: Ini Menjadi Keberkahan

    Barito Putera Kenalkan Pemain dengan Bersholawat, Guru Rasyid: Ini Menjadi Keberkahan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – PS Barito Putera akan menggelar peluncuran tim dan perkenalan pemain untuk mengarungi Liga 1 Musim 2024/2025 pada masyarakat.

    Perkenalan pemain klub bola kebagaan Banua itu dikemas dengan kegiatan “Barito Putera Bersholawat” di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pada Jumat malam (28/6/2024).

    Baca Juga Satria Tama dan Novan Sasongko Bergabung ke PS Barito Putera

    Baca Juga Pj Bupati Berpesan Agar Seniman Tari Terus Berkreasi dan Berinovasi Melalui Barito Kuala Serumpun Festival 2024

    Acara yang dikemas dengan nuansa religi dan bersholawat bersama masyarakat ini juga menjadi ciri khas Barito Putera, sekaligus ajang doa bersama untuk kesuksesan tim.

    Bahkan peluncuran bertemakan religi ini, diketahui tidak hanya mendapatkan dukungan penuh dan tanggapan positif dari para suporter setia klub berjuluk Laskar Antasari. Tapi juga dari sejumlah alim ulama di provinsi Kalimantan Selatan.

    Diantaranya Tuan Guru KH M Rasyid Ridha atau yang akrab dikenal masyarakat dengan sebutan Guru Rasyid.

    “Tanggapan kami sangat luar biasa, karena membuka perkenalan pemain dengan bershalawat kepada rasulullah,” kata ulama muda berkarismatik itu, Kamis (27/6/2024).

    Pimpinan Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin Gambut itu juga berharap, perkenalan pemain dengan cara tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepada para pemain.

    Bahkan, menurutnya mengaplikasikan shalawat dengan kehidupan sehari hari khususnya dalam sebuah persepakbolaan adalah hal yang sangat positif.

    “Karena shalawat adalah ucapan dan cara pujian kita kepada rasulullah, jadi apabila kita aplikasikan kepada kehidupan sehari hari maka shalawat ini akan menjadi keberkahan untuk keluarga kita,” jelasnya.

    Hal inilah yang nantinya akan menjadikan klub sepak bola sebagai cara untuk mendapatkan keberkahan dan orang orang yang bermain di dalamnya juga bisa semangat untuk mendapatkan keberkahan tersebut.

    “Tentunya dengan harapan kita bisa menjadi juara dalam liga itu,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, kata Guru Rasyid, Barito Putera didirikan oleh H Abdussamad Sulaiman HB dan Hj Nurhayati masih hidup dan sekarang telah diteruskan oleh putranya CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman.

    Bang Hasnur ini, menurut Guru, telah mewarisi jiwa kepemudaan dan olahraga dari orangtuanya yang selalu membanggakan Banua melalui hartanya kepada masyarakat.

    “Menyambung sosok orangtuanya yang selalu membanggakan Banua menggunakan hartanya hingga membuat klub sepak bola Barito putera sebagai wadah mempersatukan,” tuturnya.

    Kedepannya, Guru Rasyid berharap Barito Putera dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 bisnaturus membanggakan.

    “Salah satunya dengan menjadi juara dan itu harga mati. Seperti Wasaka yang artinya terus berjuang,” pungkasnya.

    Diketahui, kegiatan perkenalan pemain serta kostum dengan nuansa Islami itu sudah menjadi tradisi klub sejak pertama didirikan.

    Kali ini, Barito Putera Bersholawat dipimpin langsung Habib Syech Abdul Qadir Assegaf yang merupakan Dewan Penasehat tim berjuluk Laskar Antasari bersama ulama muda Banua Guru Rasyid.

    Kegiatan bersholawat dilaksanakan usai sholat Isya. Diharapkan kepada seluruh masyarakat Kalsel khususnya pecinta Barito Putera ikut hadir dan berdoa bersama demi capaian prestasi tim sepak bola kebanggan Banua di kompetisi akan datang.(restu)

    Editor : Amran

  • Turun Dari Pesawat, Jemaah Haji Kloter 1 Sujud Syukur di Bumi Lambung Mangkurat

    Turun Dari Pesawat, Jemaah Haji Kloter 1 Sujud Syukur di Bumi Lambung Mangkurat

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Hari ini jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 01 dari Banjarmasin tiba di Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, diwarnai suasana haru serta sujud syukur, Minggu (23/06/2024) siang.

    Kedatangan jemaah haji di Bumi Lambung Mangkurat dalam keadaan sehat walafiat, serta tidak ada insiden yang menghambat ibadah.

    Seperti salah satu jemaah asal Sungai Tabuk, Taufiqurrahman yang langsung melakukan sujud syukur tatkala turun dari pesawat Garuda Indonesia 8201 yang mengantarkannya dari Madinah ke Tanah Air.

    “Alhamdulillah kami sudah sampai di tanah banyu (tanah air, red) setelah 43 hari menjalankan ibadah haji dalam keadaan sehat semua,” ungkapnya di hadapan awak media.

    Baca Juga : Ahad Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air

    Baca Juga : Jemaah Haji Kalsel Bersiap Pulang ke Banua

    Dalam kesempatan itu, senyum Taufiq selalu merekah ketika menceritakan rangkaian ibadah hajinya di tanah suci yang tidak mengalami kendala.

    “Alhamdulillah juga semua rangkaian haji kami laksanakan dengan baik. Semua momen di tanah suci sangat berkesan bagi kami. Kami sangat puas,” bebernya.

    Taufiq mengatakan pelayanan dari Kemenag Banjar hingga Kalsel sangat baik pada tahun ia berangkat ini.

    “Pelayanan buhan (para, red) Kemenag di sana bagus, dari Kabupaten sampai Provinsi,” ungkapnya.

    Perjalanan kepulangan jemaah haji kloter pertama ke tanah air ini menempuh waktu 10 jam di udara, dengan transit di India untuk mengisi bahan bakar. (Mada Al Madani)

    Editor: Abadi

  • Ahad Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air

    Ahad Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 5.853 jemaah haji Embarkasi Banjarmasin asal Kalsel dan Kalteng telah sukses diberangkatkan dari Bandara Syamsudin Noor dalam menunaikan Ibadah Haji pada 11 Mei 2024 sebanyak 19 kloter.

    Dan hari ini, Sabtu 22 juni 2024 para jemaah kloter pertama asal Kabupaten Banjar diberangkatkan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

    Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Muhammad Tambrin mengatakan, sudah berkoordinasi dengan petugas yang terkait dalam pelaksanaan pemulangan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin.

    “Insya Allah para tamu Allah akan datang besok Ahad 23 Juni 2024 di bandara Syamsudin Noor pada siang hari, dan langsung disambut Gubernur Kalsel H Syahbirin Noor, walikota dan para bupati,” katanya Sabtu (22/6/2024).

    Baca Juga : Jemaah Haji Kalsel Bersiap Pulang ke Banua

    Baca Juga : Jelang Porwarnas 2024, Pebulutangkis dan Pecatur Kalsel Jajal Atlet PWI Jakarta

    Para tamu Allah tersebut akan dibawa langsung ke Asrama Haji dan disajikan dengan hidangan menu soto dan sate.

    “Setiap kedatangan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin asal Kalsel dan Kalteng nantinya akan menikmati hidangan yang telah disediakan di asrama haji yakni soto banjar dan sate,” ucapnya.

    Tambrin juga berpesan, kepada jemaah agar surat-surat dokumen dalam pemulangan terutama pada pemeriksaan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Seperti paspor dan boording pass jangan sampai tertinggal.

    “Jika ada paspor atau boording pass yang hilang atau tercecer segera saja lapor kepetugas PPIH agar cepat dibantu dalam prosesnya. Kita tahu pada prinsifnya para jemaah Indonesia sangat patuh terhadap aturan dan regulasi dalam menjalankan ibadah haji,” ucap Tambrin.

    Tambrin juga mengucapkan terimakasih kepada Gubenur Kalsel, walikota dan bupati dan sejumlah unsur yang memberikan dukungannya dalam proses pelaksanaan keberangkatan hingga kepulangan jemaah Embarkasi Banjarmasin.

    “Mudah-mudahan semua jemaah asal Kalsel dan Kalteng Embarkasi Banjarmasin dapat pulang ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Jemaah Haji Kalsel Bersiap Pulang ke Banua

    Jemaah Haji Kalsel Bersiap Pulang ke Banua

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Puncak pelaksanaan ibadah haji 1445 Hijiriah telah selesai. Seluruh jemaah haji asal Kalimantan Selatan (Kalsel) juga telah meninggalkan Mina, dan kembali ke masing-masing hotel di wilayah Mekkah.

    Hal tersebut menandakan jemaah haji Kalsel sebentar lagi bakal pulang ke Banua. Sesuai jadwal kepulangan perdana Embarkasi Haji Banjarmasin dijadwalkan pada Sabtu (22/6/2024).

    Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin menerangkan jemaah haji kloter pertama berangkat menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah pukul 17.00 waktu setempat. Jadwal kedatangan di Tanah Air diperkirakan pada Minggu (23/6/2024) pukul 10.45 waktu setempat.

    Dia bersyukur seluruh jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Banjarmasin pelayanan yang optimal selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

    “Kepulangan jemaah Embarkasi Banjarmasin sebanyak 19 kloter dilakukan bertahap, berangkat dari Arab Saudi 22 Juni sampai 21 Juli, dan tiba di Indonesia 23 Juni hingga 19 Juli,” ucapnya, Jumat (21/6/2024).

    Baca Juga : Ibadah Haji 2024 : Embarkasi Banjarmasin Bekali Karu dan Karom

    Baca Juga : Matangkan Persiapan, Tim Balogo PWI Kalsel Gelar Ujicoba

    Sementara itu, jemaah haji asal Kabupaten Tabalong bernama Rudy Noor Irwan yang tergabung dalam Kloter 9 mengaku puas atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah melalui para petugas haji.

    “Atas nama jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang tergabung dalam Kloter 9 mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinggi, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan ganjaran atas kebaikan yang telah diberikan para petugas,” tuturnya.

    Berdasarkan data terakhir dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 183 orang. empat orang di antaranya berasal dari Embarkasi Banjarmasin. Pertama, atas nama Sirun Mucheri Sarkawi berusia 79 tahun asal Barito Selatan, Kalteng.

    Kemudian Hidayatussibyan berusia 50 tahun dari Tabalong, Kalsel. Supian Suri Syarkawi, 57 tahun dari Hulu Sungai Selatan, serta Ristina Ahmadsyah Aun (57 tahun) dari Tapin. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Lima Ekor Sapi Sumbangan Ratusan Siswa, MAN 2 Banjarmasin Laksanakan Ibadah Kurban di Hari Tasyrik Kedua

    Lima Ekor Sapi Sumbangan Ratusan Siswa, MAN 2 Banjarmasin Laksanakan Ibadah Kurban di Hari Tasyrik Kedua

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Di Hari Tasyrik kedua 12 Dzulhijjah 1445 Hijriah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarmasin melaksanakan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha di lingkungan sekolah, Jalan Pramuka, Banjarmasin, Rabu (19/6/2024).

    Menariknya, lima ekor sapi dan dua kambing yang disembelih pada pelaksanaan ibadah kurban tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela ratusan siswa dan dewan guru.

    Kalimat takbir, tahlil, dan tahmid menambah suasana khidmat proses ibadah kurban di lingkungan sekolah agama tersebut. Ibadah kurban ini langsung ditangani dewan guru dan para siswa yang turut melibatkan warga sekitar sekolah.

    Baca Juga : RSUD Sultan Suriansyah Sembelih Enam Ekor Sapi Kurban

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Lima ekor sapi dan dua kambing yang disembelih rupanya merupakan hasil sumbangan sukarela kurang lebih 600 siswa dari kelas X dan XI serta dewan guru. Istimewanya, di momen ini para siswa langsung diajarkan pengetahuan seputar ibadah kurban dan bagaimana tata caranya.

    “Alhamdulillah kita bisa melaksanakan pemotongan hewan kurban di Hari Tasyrik yang kedua, tentu ini untuk menanamkan nilai dan karakter berkurban kepada warga sekolah,” tutur Wakil Kepala MAN 2 Banjarmasin, Arbain Yusran.


    Rezaldi salah satu siswa mengatakan ada kebanggaan tersendiri serta penuh rasa syukur bisa ikut berpartisipasi dalam ibadah kurban. Terlebih lagi, mengikuti ibadah kurban secara langsung merupakan pengalaman perdana siswa kelas XI itu.

    “Alhamdulillah, bisa ikut ini sukarela menyumbang siswa dan guru antusias untuk mengikuti kegiatan kurban,” tandasnya.

    Selanjutnya, ratusan paket daging hasil ibadah kurban tersebut dibagikan untuk warga sekolah dan lingkungan sekitar sebagai wujud pengalaman nilai-nilai kebaikan di Hari Raya Idul Adha. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Golkar Banjarmasin Tebar Hewan Kurban di Lima Kecamatan

    Golkar Banjarmasin Tebar Hewan Kurban di Lima Kecamatan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – DPD Partai Golkar Banjarmasin melanjutkan program keagamaan di hari raya Idul Adha 1445 H. Setelah sebelumnya Golkar Banjarmasin melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan dagingnya dibagikan kepada pengurus, 10 ormasnya dan masyarakat sekitar.

    Kali ini pembagian hewan kurban kembali dilaksanakan di hari raya kedua, Selasa (18/6/2024). Kegiatan serupa dilanjutkan oleh pengurus kecamatan (PK) Partai Golkar di lima kecamatan yakni Banjarmasin Timur, Utara, Barat, Tengah dan Banjarmasin Selatan.

    “Hari ini ada 16 ekor yang disembelih dan disebar di lima kecamatan. Ada sekitar 3.500 kantong daging kurban yang dibagi-bagikan kepada pengurus kecamatan, kelurahan dan ranting kita di tingkat RT,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, Khalikin Noor, Selasa (18/6/2024) sore.

    Kegiatan ini menurut Khalikin, merupakan kelanjutan dari penyembelihan yang digelar DPD Golkar Banjarmasin yang beralamat di Jalan HKSN, Alalak Utara, bersama ormas dan organisasi sayap partai. Dan hari ini penyembelihan dilakukan di kantor sekretariat PK Golkar Banjarmasin di 5 kecamatan.

    “Kita sambil beribadah juga tetap menggalang kebersamaan dengan seluruh kader partai yang sudah memenangkan Partai Golkar Banjarmasin, dalam kontestasi politik pemilu legislatif tahun ini,” jelas Khalikin,

    Baca Juga : Partai Golkar Banjarmasin, Kembali Distribusikan 30 Ekor Sapi Kurban

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Selain itu, dalam kegiatan ibadah kurban ini, mereka juga mengedukasi kader dan warganya untuk sama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik kemasan pembungkus daging kurban.

    “Kita juga turut mengedukasi warga, sebagaimana imbauan dari Walikota Banjarmasin untuk sama-sama mengurangi pemakaian kantong plastik. Makanya di momen ini kami mengganti kemasannya dengan kantong kertas,” jelas aktivis organisasi ini.

    Terpisah Ketua Golkar Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rudy Heriyadi mengaku bahagia karena sudah tahun keempat program partai Golkar berbagi daging kurban bisa terlaksana dengan baik, dengan jumlah daging kurban yang didistribusikan semakin banyak.

    “Semoga kita tetap konsisten untuk bisa berbagi kebaikan dengan warga kita di Banjarmasin,” ujar caleg terpilih Dapil Banjarmasin Tengah ini.

    Program Golkar berbagi daging kurban ini pun disambut gembira warganya.

    “Kami dari komdes Golkar beserta ketua RT dan RW dan warga Kelurahan Kelayan Selatan, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Golkar Banjarmasin, Yuni Abdi Nur Sulaiman, atas daging qurbannya. Semoga menjadi amal dan pahala bagi kita semua,” ungkap Suwardi Ketua Komdes Golkar Kelayan Selatan.(restu)

    Editor : Amran

  • Begini Penjelasan Hukum Islam Tentang Jual Beli Bagian Hewan Kurban

    Begini Penjelasan Hukum Islam Tentang Jual Beli Bagian Hewan Kurban

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Idul Adha adalah hari raya yang diisi dengan shalat id dan ibadah kurban dengan menyembelih hewan serta membagikan dagingnya kepada orang-orang disekitar.

    Pada momen itu juga, seringkali ditemukan bagian kulit dan kepala hewan kurban yang tersisa di jual belikan.

    Lantas bolehkah, kepala, dan kulit dari hewan kurban tersebut diperjual belikan dalam Islam oleh orang yang berkurban.

    Dijelaskan Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani, Hukum menjual kulit hewan kurban perlu dipahami, agar tidak salah langkah menyikapi bagian kulit atau kepala hewan kurban.

    Pasalnya, bagian kulit dan kepala memang tidak semudah mengolahnya menjadi makanan seperti bagian daging. Apalagi nilai jual kulit dan kepala hewan cukup tinggi. Namun, perlu diketahui hukum menjual kepala dan kulit hewan kurban itu haram dan hasil uangnya tidak halal.

    “Karena bagian kepala hewan kurban tersebut masih bisa dibagikan,” ujarnya, Selasa (18/6/2024).

    Baca Juga Paman Birin Serahkan 4 Hewan Kurban ke Sabilal, Berat Satu Sapi Hampir Satu Ton

    Baca Juga Guru SD Cari Cuan Berkah Penjualan Hewan Kurban

    Selain di perjual belikan, kata Ustadz bagian kulit dan kepala hewan kurban tersebut juga tidak diperkenankan untuk upah orang yang menjagalnya atau penyembelihnya.

    “Begitu juga untuk pemeliharaan dan panitia yang membaginya. Jadi dibagikan saja ke fakir miskin yang berhak menerimanya,” imbuhnya.

    Rasullulah bersabda dalam sebuah hadist Riwayat Al Hakim, “Siapa yang menjual kulit hewan kurbannya, maka tidak ada kurban baginya.” (HR. ak-Hakim)

    Hadits di atas menunjukkan bahwa hukum menjual kulit hewan kurban akan membuat pahala ibadah menjadi gugur. Nilai hewan menjadi sembelihan biasa, bukan sembelihan kurban.

    Lebih lanjut, menurut syariat Islam, disunahkan agar orang yang berkurban memakan sebagian dagingnya sendiri, memberikan sebagian kepada kerabat, dan menyedekahkan sisanya kepada fakir miskin.

    Dilansir dari laman NU Online, hal di atas dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat Al-Hajj ayat 28:
    فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
    Artinya: “Maka makanlah sebagian dari hewan kurban tersebut, dan bagikan sebagian lainnya kepada orang-orang yang miskin dan membutuhkan.”

    Jikapun diperjualbelikan, itu harus dalam keadaan terdesak.
    “Namun, ibadah kurbannya telah jatuh atau bukan sembelihan kurban,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi