Kategori: Religi

  • Paman Birin Serahkan 4 Hewan Kurban ke Sabilal, Berat Satu Sapi Hampir Satu Ton

    Paman Birin Serahkan 4 Hewan Kurban ke Sabilal, Berat Satu Sapi Hampir Satu Ton

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Usai sholat Idul Adha Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor bersama sang istri Raudatul Jannah menyerahkan empat ekor sapi kurban kepada panitia kurban Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Senin (17/6/2024)

    “Mudah-mudahan hewan kurban tahun ini, dapat dibagikan kepada lebih banyak warga, sehingga momen Idul Adha dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan,” ucap Paman Birin.

    Sementara Ketua pengurus Masjid Sabilal Muhtadin KH Daryl Quthni mengatakan, di tahun ini sebanyak 29 ekor sapi yang diterima baik dari perorangan maupun instansi.

    “Rencana penyembelihan dan pembagian daging kurban akan dilaksanakan pada besok Selasa, 18 Juni 2024 kepada masyarakat yang benar membutuhkan. Di antara sapi pemberian Gubenur Kalsel, satu beratnya hampir 1 ton atau tepatnya 816, kg,” pungkasnya.

    Baca Juga : Paman Birin Serahkan Sapi Kurban Berbobot 1,8 Ton Bantuan Presiden Untuk Masyarakat

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Di tempat yang sama Ketua DPRD Kalsel H Supian HK juga menyumbang 1 ekor sapi kurban.

    Berhadir pula Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dan sejumlah unsur Forkopimda Provinsi, serta kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

    Termasuk di antaranya Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, drh Suparmi dan Kepala Biro Adpim Pemprov Kalsel, Berkatullah. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Idul Adha 1445 H, PT URB Group Melalui Anak Perusahaan Bagikan Puluhan Hewan Kurban

    Idul Adha 1445 H, PT URB Group Melalui Anak Perusahaan Bagikan Puluhan Hewan Kurban

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sambut semangat kebersamaan dan kemanusiaan di Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Pimpinan PT Usaha Rakyat Banua (URB) Group melalui anak perusahaan membagikan puluhan ekor hewan kurban kepada masyarakat dan mitra kerja, Minggu (16/6/2024).

    Satu diantaranya melalui, PT Klikkalsel Media Mandiri yang merupakan anak perusahaan PT URB Group menyerahkan bantuan hewan kurban tersebut ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan (PWI Kalsel) untuk disalurkan kepada para wartawan dan masyarakat sekitar sekretariat PWI Kalsel.

    Pimpinan PT Usaha Rakyat Banua Group, R Yoga mengatakan, bahwa momen ini adalah kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran dan ketakwaan akan pentingnya berbagi dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna.

    “Semoga hewan kurban ini bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Baca Juga : Bapok dan Sapi Kurban Jelang Idul Adha Terus Dipantu

    Seperti diketahui, kurban adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

    Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga memiliki dimensi peduli sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu PT URB Group akan terus berupaya mempertahankan program ini sebagai agenda rutin setiap hari raya Idul Adha.

    “Saya harap dengan adanya bantuan ini nantinya dapat menguatkan hubungan silaturahmi yang selama ini telah terjalin,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi

  • Jemaah Asal Tabalong Wafat di Arafah

    Jemaah Asal Tabalong Wafat di Arafah

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jemaah asal Kalimantan Selatan (Kalsel), kloter 18 embarkasi Banjarmasin asal Tabalong Hidayatussibyan (50), wafat di Rumah Sakit Arafah pada Jumat 14 Juni kemarin.

    Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr H Muhammad Tambrin, yang juga selaku Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin telah mendengar kabar duka tersebut.

    “Informasi yang kita dapat dari petugas jemaah merupakan keberangkatan kloter 18 atas nama Hidayatussibyan, meninggal karena syok kardiogenic, heart failure, hipertensi, DM non insuli, di Rumah Sakit Arafah,” katanya, Sabtu (15/6/2024).

    Disampaikannya pula dari informasi, kronologis almarhum Hidayatussibyan, pada Jumat 14 Juni 2024 pukul 15.30 Waktu setempat mengeluh lemas, batuk dan langsung diberikan pengobatan infus serta injeksi.

    Pada pukul 16.30 waktu setempat, petugas melakukan observasi heart attack dan petugas memberikan injeksi obat-obatan serta RJP hingga sampai di UGD RS Arafah pukul 17.20 waktu setempat dan langsung mendapat tindakan oleh tim emergency.

    Kemudian pukul 18.15 waktu setempat, jemaah itu dinyatakan meninggal oleh pihak RS Arafah.

    “Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Insya Allah beliau wafat dalam keadaan Husnul Khotimah sebagai Syuhada Haji,” katanya.

    Baca Juga : Pemberangkatan Jemaah Embarkasi Banjarmasin Selesai

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Sebelumnya Tambrin beserta jajarannya dan seluruh keluarga besar Kementerian Agama telah menggelar Doa Bersama untuk Jemaah Haji Indonesia yang sedang berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

    “Tadi malam, kita telah menggelar doa bersama yang didahuli dengan pembacaan Surat Yasin, Sholawat Kamilah serta Ratibul Haddad untuk keselematan kemudahan para jemaah haji kita yang sedang berada di Armuzna,” pungkasnya.

    Dengan wafatnya jemaah haji asal Tabalong Kloter 18 tersebut, maka jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin yang wafat di Mekah bertambah menjadi dua orang.

    Jemaah haji yang wafat sebelumnya atas nama Sirun Mucheri (79), kloter 7 dari Barito Selatan Kalimantan Tengah yang wafat pada 8 Juni 2024 di Mekah. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Gema Takbir Idul Adha Berkumandang, Paman Birin Ajak Saling Peduli dan Berbagi

    Gema Takbir Idul Adha Berkumandang, Paman Birin Ajak Saling Peduli dan Berbagi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Lantunan takbir telah berkumandang melalui pengeras suara masjid dan musala di seluruh penjuru Nusantara, tak terkecuali Kalsel menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada Hari Senin 17 Juni 2024.

    اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لا إله إلا الله، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

    Gema takbir ini sebagai tanda rasa syukur umat muslim di tengah suasana kegembiraan dan kesyahduan menjelang hari raya kurban.

    Baca Juga : Paman Birin Serahkan Sapi Kurban Berbobot 1,8 Ton Bantuan Presiden Untuk Masyarakat

    Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Pada momen istimewa saat ini, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak masyarakat meneladani sifat orang-orang saleh yang selalu senang untuk berbagi.

    “Ulun Haji Sahbirin Noor selaku Gubernur Kalimantan Selatan dan Hajjah Raudatul Jannah, Ketua TP PKK Kalsel mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1445 Hijriyah. Semoga kita dapat mengimani sifat Nabi Ibrahim AS, yang penuh keikhlasan, saling berbagi dan saling peduli,” tuturnya, Minggu (16/6/2024).

    Tak lupa, Paman Birin dan Acil Odah sapaan akrab TP PKK Kalsel,mendoakan para jamaah haji yang saat ini tengah menjalankan ibadah di tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Paman Birin berharap, para jemaah haji khususnya asal Kalsel dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, aman dan selamat sampai kembali ke tanah air tercinta.

    “Semoga di momen ini, kita dapat terus meneladani sifat orang-orang saleh. Mari kita doakan bersama agar para jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, aman dan selamat, sampai kembali serta menjadi haji mabrur,” pungkasnya. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    Masjid Sabilal Muhtadin Bagikan 3.000 Kupon Daging Kurban

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Peringatan Hari Raya Idhul Adha tahun ini, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin akan membagikan kurang lebih 3000 kupon daging kepada masyarakat yang benar memerlukan.

    Ketua Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Darul Quthni mengatakan, di tahun ini masjid Raya sabiilal Muhtadin melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 19 ekor sapi.

    “Sampai hari ini yang bisa dipastikan ada sekitar 19 ekor dan mungkin akan bertambah. Untuk sumbangan manyarakat ada ditotal 13 dan sisanya perorangan atau instansi,” katanya, Minggu (16/6/2024).

    Baca Juga : Gema Takbir Idul Adha Berkumandang, Paman Birin Ajak Saling Peduli dan Berbagi

    Baca Juga : Hasnur Group Bagikan 278 Ekor Lebih Hewan Kurban Idul Adha 1445 Hijriah

    Dikatakannya pula, penyembelihan akan dilaksanakan pada Selasa, 18 juni 2024 dan hasil kurban tersebut akan dibagikan ke masyarakat sekitar masjid yang membutuhkan.

    “Untuk kupon kurang lebih 3.000 yang dibagikan lewat panitia masjid ada pula masyarakat perorangan yang bekurban membagikan langsung,” ucapnya.

    Quthni juga menyampaikan, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha akan berlangsung seperti biasa sama di tahun tahun sebelumnya. Dimana pelaksanaan di wilayah Barat Masjid.

    “Untuk Imam KH Ahmad Mulkani dan untuk Khatibnya dari Jakarta KH Fikri Haikal MZ, insyaallah mudahan berjalan lancar,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Amalan Hari Arafah untuk Pengampun Dosa

    Amalan Hari Arafah untuk Pengampun Dosa

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebentar lagi umat muslim akan memasuki hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah. Hari tersebut dipercaya memiliki banyak keutamaan.

    Dijelaskan Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani, disebut hari Arafah karena saat itu, jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Kegiatan itu berlangsung sejak tengah hari 9 Zulhijah hingga terbit fajar Idul Adha pada 10 Zulhijah.

    “Hari ke-9 bulan Zulhijah ini memiliki banyak keutamaan. Kaum muslimin disunnahkan untuk memperbanyak amalan di hari itu,” ujarnya, Jumat (14/6/2024).

    Menurut Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani, hari Arafah bukanlah sebatas hari ke-9 di bulan Zulhijah. Lebih dari itu, hari Arafah merupakan waktu mustajabnya doa dan hari diampuninya dosa.

    Baca Juga Sambut Hari Bhayangkara, Polresta Banjarmasin Gelar Berbagai Lomba Hingga Revitalisasi Tempat Ibadah

    Baca Juga UPA BK Fest ULM Angkat Tema Tiga Dosa Besar Pendidikan

    “Juga berniatlah kita setiap tahun untuk diberi kemudahan melaksanakan ibadah haji,” tuturnya.

    Kemudian, umat muslim juga disarankan untuk melakukan puasa tarwiah dan arafah.

    Puasa tarwiyah tersebut, di Indonesia diyakini akan jatuh pada Sabtu (15/6/2024) besok dan Arafah pada Minggu (16/6/2025). Kemudian Idul Adha akan jatuh pada Senin (17/6/2024).

    “Kelebihan puasa tarwiah akan menghapus dosa selama satu tahun, sementara puasa arafah kebelihanya menghapus dosanya selama dua tahun,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ustadz juga mengungkapkan amalan yang dibaca pada hari Arafah setelah waktu ashar. Yaitu dianjurkan untuk membaca surah Al Ikhlas sebanyak 1000 kali dan sholawat ibrohimiah sebanyak 1000 kali.

    “Kemudian membaca laa ilaaha illalloh wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ala killi syai’in Qodir sebanyak 1000 kali dan ayat kursi 360 kali,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi

  • Pemberangkatan Jemaah Embarkasi Banjarmasin Selesai

    Pemberangkatan Jemaah Embarkasi Banjarmasin Selesai

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 19 kloter jemaah haji telah selesai diberangkatkan dari embarkasi Banjarmasin, artinya berakhir pula operasional fase pemberangkatan jemaah haji tahun 1445 H / 2024 M ke Arab Saudi.

    “Senin kemarin kloter ke 19 telah diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin melalui Bandara Syamsuddin Noor. Artinya pase keberangkatan telah selesai,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H. Muhammad Tambrin, Selasa (11/6/2024).

    Dari seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jemaah haji yang dimulai sejak 12 Mei hingga 10 Juni 2024 ada sebanyak 5.759 jemaah haji dan 93 petugas yang telah berhasil diberngkatkan.

    “Alhamdulillah tidak ada Open Seat atau kursi kosong semua terpenuhi sesuai kuota yang diberikan pusat untuk Embarkasi Banjarmasin,” ucapnya.

    Baca Juga : Ibadah Haji 2024 : Embarkasi Banjarmasin Bekali Karu dan Karom

    Baca Juga : PWI Kalsel dan PLN UIP3B Kalimantan Gelar Uji Kompetnsi Wartawan Angkatan XXII

    Tambrin bersyukur, pihaknya dapat melaksanakan pemberangkatan jemaah haji 2024 ini dengan baik, berkat koordinasi dan kerjasama semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.

    “Kepada semua stakeholder yang tergabung dalam jajaran PPIH Embarkasi Banjarmasin, terutama kepada Pemerintah Provinsi dan Daerah se Kalsel atas dukungan dan partisipasinya mensukseskan pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji pada tahun ini,” katanya.

    Tambrin berpesan, kepada seluruh jemaah haji yang telah berada ditanah suci agar senantiasa menjaga kondisi kesehatannya mematuhi anjuran dari tim petugas kesehatan, serta tidak terlalu memforsir untuk melaksakan ibadah yang sifatnya sunat.

    “Kalau sudah tawaf sekali sudah cukup karena yang diutamakan ibadah pada puncak haji kerena sahnya haji adalah di Arafah Muzdalifah dan Mina,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Prof Oman Kagumi Manuskrip Datu Kelampayan, Perkirakan Kertas Berasal Dari Awal Abad 19

    Prof Oman Kagumi Manuskrip Datu Kelampayan, Perkirakan Kertas Berasal Dari Awal Abad 19

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Prof. Dr. Oman Fathurahman lakukan pengkajian manuskrip Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang disimpan Guru Ahmad Daudi yang merupakan zuriat ke7, Minggu (09/06/2024) pagi.

    Dalam pengkajian manuskrip Datu Kelampayan tersebut, Prof Oman diperlihatkan salah satu kitab karangan Jaddina Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, salah satunya adalah kitab Sabilal Muhtadin yang sering diajarkan pada majlis di Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Prof Oman dari “Ngariksa” ini mengakui, jika dari hasil pengamatannya, manuskrip Datu Kelampayan ini memang masih asli, dilihat dari kertas tempat menorehkan tinta dengan aksara arab melayu oleh Datu Kelampayan ini, diperkirakan berasal dari awal abad 19 Masehi.

    “Manuskrip yang disimpan Guru Daudi ini sangat bagus, bahkan sudah dikonservasi dan dilaminasi dengan kertas Jepang. Itu sangat mahal,” ucapnya kepada klikkalsel.com.

    Bahkan, lelaki kelahiran Kuningan Jawa Barat sangat kagum dengan manuskrip Datu Kelampayan ini, pasalnya pada beberapa daerah di Indonesia, beberapa manuskrip sudah hilang (tidak ada yang bisa membacanya bahkan diajarkan).

    Namun lain hal yang ada di Kalsel, manuskrip karya Datu Kelampayan ini masih dipelajari, bahkan tidak hanya bagi keturunan namun juga para santri.

    “Ini sangat mahal sekali, karena karya dari ulama ini masih dipelajari bukan hanya dari juriatnya, tapi oleh orang banyak. Saya kebetulan meneliti manuskrip Islam ini di beberapa wilayah, dan yang masih hidup itu tradisinya beberapa saja. Seperti di Aceh, tapi tidak sebesar ini syiarnya,” ungkapnya.

    Lebih lanjut ia menceritakan, pada daerah Minangkabau manuskrip Sumatra Barat, manuskrip di sana hanya tersimpan di lemari surau saja. Namun ketika dia bertandang ke Kalimantan Selatan, melihat langsung manuskrip Islam ini dipelajari secara turun temurun hingga saat ini, hal tersebut yang menjadikan prof Oman merasa menaruh kagum.

    “Saya sudah lama mengenal karya ulama nusantara termasuk Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari ini, sejak saya berkenalan dengan manuskrip Islam pada 1996 lalu, dan baru ini saya mendengar langsung dibacakan. Bahkan jemaah majelisnya memegang kitab yang sudah dicetak ulang dan mereka bisa membacanya,” tuturnya kagum.

    Dia juga bersyukur bisa mendapatkan sanad (ijazah) secara langsung dari Guru Ahmad Daudi yang merupakan keturunan Datu Kelampayan.

    Menurut saya ini harus ditradisikan dan dilestarikan, bahwa tradisi keilmuan di kampus agar tidak kering, mungkin di kampus dididik akal dan logika, tapi hatinya juga harus disiram, agar nalar dan hati bisa melengkapi.

    “Karena jika hanya belajar secara ilmiah saja, mungkin belum tentu menjadi amaliah. Menurut saya ini (manuskrip datu kelampayan, red) sangat berharga untuk melengkapi kekurangan yang selama ini saya sudah tahu, namun baru lahirnya saja (luar atau kulitnya, red),” ujarnya.

    Baca Juga : Majelis Kegiatan Rutin di Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Cek Jadwalnya

    Baca Juga : Wujud Syukur Haul Datu Kelampayan ke-218, Paman Birin Pastikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Diresmikan Tahun Ini

    Selain itu ia mengatakan, jika di negara luar sendiri seperti Patani dan Thailand Selatan serta Filipina Selatan, saat ini hampir punah generasi yang bisa membaca manuskrip yang ada di sana.

    “Kita harus sadar kalau ini adalah sebuah kekayaan kita, dan harus dilestarikan,” cetusnya.

    Prof Oman saat mengecek kertas manuskrip Datu Kelampayan di cahaya matahari. (Mada Al Madani)

    Sementara itu, Guru Ahmad Daudi mengatakan, pihaknya selaku zuriat Datu Kelampayan mengucapkan terimakasih kepada prof Oman, karena beberapa saat lalu sempat terhenti dalam pembelajaran, namun dengan datangnya Prof Oman akan menambah semangat pihaknya untuk mengkaji dan “memutholaahi”.

    Tidak hanya itu, Guru Daudi juga berpesan kepada para guru agama dan khususnya para santri untuk lebih mantap lagi mengkaji kitab-kitab karangan Datu Kelampayan.

    “Kepada para guru, khususnya kepada para santri agar lebih mantap lagi dalam mengkaji dalam kitab-kitab yang dikarang oleh Syekh Arsyad, untuk dakwah kepada umat,” harapnya.

    Ditempat yang sama, Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah XIII Kalsel, Muslimin menanggapi manuskrip Datu Kelampayan. Jika benda bersejarah ini merupakan sebuah warisan budaya yang memiliki potensi luar biasa, dari nilai kesejarahan dan keberagaman serta ilmu pengetahuan.

    “Ini merupakan salah satu cermin dari perkembangan peradaban, karena masyarakat yang dianggap beradab bisa menghasilkan karya-karya yang sangat monumental,” jelasnya.

    Muslimin mengakui, jika Syekh Arsyad sendiri merupakan ulama di Kalsel dan Nusantara yang meninggalkan banyak jejak literasi yang menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat sekarang.

    “Jadi cara kita untuk melestarikan tradisi tidak hanya dari bentuk fisiknya, tapi juga pada nilainya. Seperti yang kita lakukan ini adalah dengan melestarikan nilai dengan memberikan informasi,” ucapnya.

    Selain itu, dalam melestarikan manuskrip Datu Kelampayan ini, pihaknya mengupayakan salah satu tindakan preventif, dengan melakukan pencatatan secara digitalisasi dan penyusunan data-data manuskrip, untuk melestarikan naskah secara fisik dan informasi.

    “Memang tidak banyak naskah yang masih tersisa. Walau ada akses untuk mendapatkan informasinya agak susah. Jadi diperlukan pendekatan khusus kepada pemilik, tapi Alhamdulillah dari zuriah Datu Kelampayan diberikan akses yang luas,” akunya.

    Tidak sampai di sana, pihaknya juga mengaku dibantu dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalsel, serta museum yang ada di Kalsel dalam menjaga dan melestarikan manuskrip yang ada. (Mada Al Madani)

    Editor: Abadi

  • Juleha Sampaikan Tata cara Penyembelihan Sesuai Syariat Islam

    Juleha Sampaikan Tata cara Penyembelihan Sesuai Syariat Islam

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jelang Idul Adha sebanyak 190 peserta ambil bagian dalam tata cara penyembelihan berdasar syariat Islam yang diajarkan Rasulullah.

    Pelatihan digelar oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) yang langsung disampaikan oleh Ketua Umum DPP Juleha Indonesia Ustadz M Ali Subarkah ini digelar, di Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, Sabtu (8/6/2024).

    “Pada dasarnya Juleha ingin mengedulasi dan pemahaman bagaimana teknik pelaksanaan kurban dan tata cara yang tepat terkait hukum fiqih dalam melakukan prosesi penyembelihan yang berdasarkan syariat Islam,” katanya.

    Baca Juga Lapas Kelas IIA Banjarmasin Gelar Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

    Baca Juga Idul Adha Ini, Sapi Kurban Presiden Jokowi Diserahkan ke Masjid Al Karomah Martapura

    Mengingat, sangat tidak diajurkan jika ada kekerasan atau menyakiti terhadap hewannya kurban sebab itu akan terlihat tersakiti.

    Dijelaskannya, dalam pemotongan kurban efisiennya satu sapi bisa memakan waktu dua jam sampai proses selesai. Namun jika sudah profesional akan lebih cepat.

    “Berbeda jika terlehat mengetahui teknik akan lebih cepat,” ucapnya.

    Sementara, Ketua DPW Juleha Kalsel, Rahmatulah mengatakan, kegiatan diikuti peserta dari 13 Kabupaten kota hingga beberapa di antaranya dari kalimantan Timur (Kaltim).

    “Kegiatan ini juga sekaligus pelantikan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Juleha Kalsel serta melantik jajaran DPD di empat kabupaten/kota yakni Kab Banjar, Banjarbaru, Barito Kuala, dan Kotabaru,” katanya.

    Ia juga berharap, peserta yang mengikuti dapat menjalankan yang didapat, sehingga hewan kurban terutama daging yang dikonsumsi benar baik dan halal.

    “Dari tata cara penyembelihan, pisau, batas pemotongan terhadap hewan dan lain sebagainya disampaikan pada pelatihan tersebut, semoga dapat dilaksanakan dengan baik pula,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Idul Adha Ini, Sapi Kurban Presiden Jokowi Diserahkan ke Masjid Al Karomah Martapura

    Idul Adha Ini, Sapi Kurban Presiden Jokowi Diserahkan ke Masjid Al Karomah Martapura

    BANJARMASIN, klikkalsel.com –Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan seleksi terhadap sejumlah sapi untuk Bantuan Kemasyarakatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Hari Raya Idul Adha 2024 ini.

    Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi mengatakan, di Kalsel ada tiga peternakan sapi yang menjadi proses dalam seleksi untuk Bantuan Kemasyarakatan hewan kurban Presiden.

    “Para tim kesehatan sudah melakukan pemantauan sebelumnya ke sejumlah peternakan, terutama sapi kurban yang bakal menjadi pilihan untuk disumbangkan,” katanya, Jumat (7/6/2024).

    Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Edi Santoso menyebut, di Kalsel ada tiga peternak sapi yang diseleksi dalam bantuan tersebut.

    “Ada tiga yang masuk seleksi, yakni Banjarbaru, Tabalong, dan Kotabaru,” katanya.

    Baca Juga : Jelang Hari Raya Idul Adha, PDHI Kalsel Periksa Hewan Kurban

    Baca Juga : Kapolresta Banjarmasin Ajak Semua Pihak Sukseskan Pilkada 2024

    Dalam prosesnya pantauan yang dilakukan kepada hewan kurban meliputi segi kesehatan sapi, mulai dari uji pengambilan sampel, pemberian vitamin, obat cacing, dan pemeriksaan fisik. Baru kemudian dinyatakan layak untuk dipilih.

    “Selain uji kesehatan sapi yang dipilih harus memiliki berat antara 800 kg hingga 1 ton. Untuk di Kalsel memilih sapi jenis limosin, peranakan unggul dan simetal,” katanya.

    Sapi kurban presiden nanti diserahkan di Masjid Al-Karomah Martapura Kabupaten Banjar.

    “Sesuai arahan Gubenur Kalsel dan dilakukan pemotongan di rumah hewan,” pungkasnya.

    Ditahun sebelumnnya bantuan Presiden dilaksanakan di Masjid Raya Sabillal Muhtadin Banjarmasin dengan berat sapi kurban 830 kg yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel dari peternakan Banjarbaru. (azka)

    Editor : Akhmad

    ADV

    Warga Diingatkan Wajib Bayar Pajak Setiap Tahun

    KOTABARU, klikkalsel.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengajak masyarakat turut serta dalam mewujudkan kemajuan pembangunan Banua, melalui kedisiplinan dalam membayar wajib pajak dan retribusi daerah.

    Hal itu dituangkannya dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Rabu (5/6/2024).

    Dihadapan warga, disampaikannya seluruh hasil pungutan pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat akan dikumpulkan ke kas daerah, dan selanjutnya digunakan untuk membangun infrastruktur.

    “Contoh nyata yang dalam waktu dekat akan dikerjakan pemerintah kita yaitu pembangunan jembatan penghubung Kotabaru dan Tanah Bumbu. Dana yang digunakan tentu saja sebagian dari hasil pungutan pajak dan retribusi itu,” katanya.

    Yani berharap, sosialisasi yang terus digalakannya bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar wajib pajak dan retribusi daerah.

    “Berharap masyarakat di daerah tidak pernah telat membayar wajib pajak. Karena pajak dari rakyat untuk rakyat,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Kotabaru, Syahliani, mengapresiasi, sosialisasi yang dilakukan anggota dewan yang membidangi Ekonomi dan Keuangan di “Rumah Banjar” tersebut.

    Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan Paman Yani sangat membantu untuk lebih memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar retribusi kapal di pelabuhan yang dikelola.

    “Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan karena sangat berdampak positif terhadap hasil pendapat yang kami terima setiap tahun,” pungkasnya. (adv DPRD Kalsel)

    Editor : Akhmad