Kategori: Headline

  • Gubernur Kalsel Siap Bangunkan ‘Raksasa Tidur’

    Gubernur Kalsel Siap Bangunkan ‘Raksasa Tidur’

    BANJARMASIN, klikkalsel – Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 di desa Jejangkit, Barito Kuala (Batola), Kalsel, pada 18 Oktober 2018. Rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri puluhan Duta Besar (Dubes) serta ribuan undangan.

    Peringatan HPS ini menjadi kesempatan emas bagi Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebab, adanya kemungkinan tawaran penambahan lahan untuk program optimalisasi hingga 10 ribu hektare.

    Kesempatan itu, disambut Gubernur Kalse H Sahbirin Noor, dengan menyatakan kesanggupannya.

    “Kalsel sangat berterima kasih atas program pengembangan lahan pertanian rawa dari pemerintah pusat,” ujarnya didampingi Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana, saat menyampaikan kesiapan peringatan HPS, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis malam (11/10/2018).

    Keterangan Pers terkait Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38, diketahui persiapan lahan telah mencapai 90 persen. (Istimewa)

    Keterangan Pers terkait Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38, diketahui persiapan lahan telah mencapai 90 persen. (Istimewa)

    Pasalnya, kata dia, provinsi berjuluk Bumi Lambung Mangkurat secara geografis merupakan daerah agraris serta sebagian besar lahan pertaniannya merupakan kawasan rawa.

    Menurutnya, keberadaan lahan pertanian di Kalsel sesungguhnya sudah terolah. Namun, belum optimal serta masih banyak lahan tidur.

    Dengan adanya program optimalisasi lahan pertanian lebak saat ini. Paman Birin menilai merupakan langkah tepat, yang ia ibaratkan tengah membangunkan “raksasa yang sedang tidur”.

    Ia berjanji akan menyikapi kepercayaan yang diberikan Pemerintah Pusat tersebut, dengan bekerja secara maksimal dan sungguh-sungguh.

    “Program pusat itu sesuai dengan visi dan misi Kalsel sendiri dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta lumbung pangan nasional,” jelasnya.

    Terkait pengelolaan lahan di Jejangkit, ia optimis berjalan sukses. Asalkan, ada kepedulian dan kebersamaan warga serta dukungan dan keterlibatan langsung seluruh lapisan masyarakat.

    “Yang membanggakan saya dengan kegiatan di Jejangkit semua elemen terlibat baik kabupaen/kota, para organisasi, mahasiswa, pelajar, perusahaan-perusahaan dan lainnya yang secara bergotong-royong turun ke sawah,” sebutnya.

    Sementara itu, Dirjen PSP Kementan, Pending Dadih Permana, yakin optimalisasi lahan rawa di Jejangkit dapat meningkatkan swasembada beras setelah melihat langsung perkembangan pilot percontohan model pertanian terpadu seluas 750 hektar itu.

    Dua hal yang memperkuat keoptimisan Dirjen PSP Kementan tersebut, yaitu sudah berhasilnya pengelolaan tata air dengan ujicoba pompa besar untuk mengatur tata air telah berhasil digerakkan. Serta penanaman padi VUB Inpara memperlihatkan pertumbuhan yang baik yang diperkirakan bisa memproduksi padi 5 – 6 ton per hektare. (rizqon)

    Editor : Farid

  • Unit Gakkum Satpolair Amankan 2.400 Pil ‘Jin’ Siap Edar

    Unit Gakkum Satpolair Amankan 2.400 Pil ‘Jin’ Siap Edar

    BANJARMASIN, klikkalsel – Jajaran Satuan Polisi Air (Satpolair) Polresta Banjarmasin berhasil mengamakan 2.400 butir pil Charnopen dari tangan Johansyah alias Johan (28) warga Jalan Barito Hulu RT 55 RW 4 Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin, Selasa (9/10/2018).

    Johan tak berkutik saat anggota Gakkum Sat Polair Polresta Banjarmasin menangkap basah saat menjual 20 box atau 2.000 butir pil Charnophen dalam bentuk curah kepada Syarifuddin di kawasan di Pesisir Sungai Yapahut Pangkalan Klotok Pelabuhan Trisakti.

    Kemudian petugas yang dipimpin Kanit Gakkum Sat Polair Polresta Banjarmasin, Ipda Selamat Riyadi membawa korban kerumahnya.

    Setelah dilakukan penggeladahan, petugas kembali menemukan 400 butir pil Charnophen yang disebunyikan di dalam lemari dekat kompor gas di dapur rumah pelaku.

    Selain mengamankan pelaku dan pil Charnophen, petugas juga mengamankan sejumlah plastik klip, serta uang Rp 1,5 juta yang diduga hasil dari penjualan pil ‘jin’ tersebut.

    Kasat Polair Polresta Banjarmasin melalui Kanit Gakkum, Ipda Selamat Riyadi mengatakan pelaku akan dikenakan pasal tentang pelanggaran memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar.

    “Pelaku akan kita jerat denganpasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,” ujar Selamat Riyadi. (david)

    Editor : Farid

  • Melalui Rumah Zakat, BI Donasikan Rp 191 Juta Untuk Palu Dan Donggala

    Melalui Rumah Zakat, BI Donasikan Rp 191 Juta Untuk Palu Dan Donggala

    BANJARMASIN, klikkalsel – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalsel menyerahkan donasi sebanyak Rp 191.603.200 untuk korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

    Bantuan itu dikumpulkan lewat kegiatan Donasi Dari Banua di Duta Mall Banjarmasin sejak tanggal 4 – 10 Oktober ini dan diserahkan ke Rumah Zakat Kalsel, di Gedung Perwakilan BI Kalsel, Kamis (11/10/2018).

    Brand Manager Rumah Zakat Kalsel Muhammad Luthfi Alfin mengatakan akan mealokasikan donasi tersebut untuk kebutuhan mendesak korban bencana di Palu dan Donggala.

    Kebutuhan ini antara lain untuk evakuasi korban, keperluan medis, dapur umur, perlengkapan ibu dan anak, tempat tinggal, genset, kain kafan, dan logistik yang dibutuhkan para korban.

    “Kebutuhan paling banyak yaitu logistik, itu yang paling banyak donasi ini akan disisipkan,” katanya.

    Bahkan, ia mengucapkan donasi dari perbankan ini cuma sebagian kecil dari masyarakat Kalsel yang membantu korban bencana gempa sekaligus tsunami ini.

    Soalnya, ia mengakui antusias masyarakat Kalsel khususnya Banjarmasin sangat besar dalam kegiatan sosial seperti ini.

    Terbukti dari awal terjadinya bencana sampai sekarang, ada Rp 500 Juta lebih yang telah didonasikan dari masyarakat Banjarmasin ke tempat lokasi bencana.

    “Uang Rp 500 Juta ini, bukti antusias rakyat Banjarmasin peduli dengan sesama,” tuturnya.

    Sementara itu, Sekretaris BMPD Kalsel Mohammad Irwan membeberkan bahwa pengumpulan donasi ini, lebih bagusnya tidak menunggu adanya bencana sosial lebih dulu.

    “Jangan menunggu bencana dulu baru melakukan donasi, lebih bagus lagi kegiatan sosial ini terus dijalankan,” terangnya Kepala Divisi Keuangan Bank Indonesia Kalsel ini. (baha)

    Editor : Elo Syarif

  • Ramaikan HPS, Panitia Sebarkan 3000 Undangan

    Ramaikan HPS, Panitia Sebarkan 3000 Undangan

    BANJARMASIN, klikkalsel – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-38 Tahun 2018 di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan bakal dihadiri ribuan undangan.

    Sekertaris HPS Tahun 2018, Suparmi mengatakan, jumlah peserta dan undangan pada kegiatan HPS ini sebanyak 3.000 lembar, termasuk untuk Presiden RI, Pemerintah Pusat, Duta Besar, Kementerian terkait dan 34 Provinsi berserta Kabupaten/kotanya.

    Dimana, undangan ini terdiri dari VVIP 100 undangan, VIP 400, peserta 1.800, panitia 600 dan wartawan 100 undangan pada kegiatan yang dilaksanakan 18 – 21 Oktober 2018.

    “Sesuai arahan pak Gubernur, bagi yang tidak menerima undangan di Jejangkit, akan kami sediakan tenda utama di area perkantoran Pemprov Kalsel,” ucapnya pada Jumpa Pers Gubernur Kalsel, di Balai Rakyat Belakang Kediaman Gubernur Kalsel, Kamis (11/10/2018).

    Kepala Dinas Perternakan dan Perkebunan Kalsel ini, akan memberikan pelayanan prima bagi tamu undangan, dengan cara membagikan 5.500 godybag yang diantaranya, 3.000 godybag di Jejangkit dan 2.500 godybag di area perkantoran Pemprov Kalsel.

    “Jadi isi dari godybag ini adalah produk unggulan Kalsel, seperti kain sasirangan. Agar kiranya saat di Jejangkit para tamu undangan dan peserta lainnya memakai kain khas Kalsel ini,” katanya.

    Selain itu, ada 2.500 suvenir dari panitia HPS pusat akan dibagikan pada para tamu undangan.

    Ia kembali menjelaskan akan mengumpulkan juga para petani, pelajar dan masyarakat yang akan di titik lokasikan pada area persawahan desa Jejangkit Muara. (baha)

    Editor : Farid

  • Paman Birin Terharu Kenang Jasa Pangeran Antasari

    Paman Birin Terharu Kenang Jasa Pangeran Antasari

    BANJARMASIN, klikkalsel – Suasana haru mengiiringi upacara memperingati wafatnya pahlawan nasional, Pangeran Antasari ke 156 di Makam Pahlawan, Jalan Malkon Temon, Banjarmasin.

    Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor mengatakan bahwa upacara ini menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa Pangeran Antasari dalam mengusir penjajah di Banua.

    Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini terdengar terisak-isak dalam sambutannya. Ia mengungkapkan perasaan haru tiba-tiba tergiang mengingat bagaimana Pangeran Antasari berjuang.

    Menurut Paman Birin, Pangeran Antasari tidak hanya berjasa dan jadi teladan rakyat dimasanya saja tetapi menjadi teladan hingga saat ini.

    “Rasanya haru, artinya peninggalan beliau (Pangeran Antasari) melewati filosofi dan kalimat bertuahnya sampai hari ini mewarnai masyarakat Kalsel,” kata Paman Birin, usai tabur bunga dan doa di Makan Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, Kamis (11/10/2018).

    Paman Birin menambahkan,ke 156 ini menjadi momentum upacara wafatnya Pangeran Antasari ini juga harus dimaknai dan mewarisi semangat Pangeran Antasari yakni Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing.

    Selain itu, dalam peringatan upacara tersebut, hadir buyut dari Pangeran Antasari, Gusti Aminullah yang sempat dibuang oleh penjajah di Pulau Jawa di Kota Bogor dan sesudah 40 tahun baru diperbolehkan kembali ke Kalsel.

    “Jadi, saya buyut dari Pangeran Antasari. Anak dari Pangeran Muhammad Said, yakni Gusti Arsyad merupakan orangtua saya,” kata Aminullah yang sudah berusia 81 tahun.

    Terkait kepedulian Pemerintah yang terus memperingati wafatnya Pangeran Antasari, Aminullah mengaku sangat berterima kasih dan bangga.

    “Dengan perhatian Pemerintah ini menjadi bentuk untuk melanjutkan perjuangan beliau,” kata Aminullah yang merupakan keturunan ketiga Pangeran Antasari.

    Selain itu, semangat Pangeran Antasari yang sampai saat ini masih bergelora yang terus digelorakan Paman Birin yaitu, Haram menyarah Waja Sampai Kaputing dan Jangan becakut pepadaan, Aminullah menuturkan bangga.

    “Apa yang jadi semangat dan wasiat beliau terus bergelora hingga saat ini, itu wasiat untuk generasi sekarang, dan semoga terus selalu menjadi penyemangat dan dapat dijalankan,” pungkas Aminullah.

    Gusti Aminullah sendiri, merupakan keturunan Pangeran Antasari ke 17 yang tertua dan masih hidup hingga saat ini. (rizqon)

    Editor : Elo Syarif

  • Sadis, Korban Ditusuk Kakak Beradik Bertubi-tubi

    Sadis, Korban Ditusuk Kakak Beradik Bertubi-tubi

    BANJARMASIN, klikkalsel – Kasus pembunuhan Agus Supiyani (24) warga Jalan Tembus Mantuil, Gang Gandapura, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, akhir Agustus lalu direkontruksi.

    Jajaran Polsek Banjarmasin Timur menggelar rekontruksi tersebut, Kamis (11/10/2018). Sebanyak 22 adegan diperagakan dalam rekontruksi yang digelar di halaman belakang Mapolsek Banjarmasin Timur tersebut.

    Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol H Uskiansyah menjelaskan rekontruksi tersebut digelar untuk melihat peran masing-masing tersangka.

    “Ada 22 adegan yang memperlihatkan peran masing-masing tersangka. Dan rekontruksi ini kita pilih disini karena alasan keamanan,” ujar Uskian.

    Rekontruksi diawali dengan adegan pesta Miras antara ketiga tersangka masing-masing Andi, Wahyu Ilahi dan Rano dengan korban serta ketiga saksi antara lain Arman, Faisal dan Aini di kawasan Wisata Kuliner Baiman Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Timur atau tepatnya disamping Fly Over.

    Pada adegan ke 2 hingga ke 7 diperlihatkan adegan percekcokan antara tersangka Andi dan saksi Arman melawan saksi Aini.

    Dalam percekcokan tersebut saksi Faisal dan korban berusaha melerai agar pertengkaran tidak berlanjut.

    Meski saksi Arman sempat marah hingga menendang pinggang korban karena berusaha melerai, namun percekcokan tersebut akhirnya dapat didamaikan dan tidak berlanjut.

    Setelah bermaafan, pada adegan ke 8 saksi Arman dan Aini pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor.

    Pada adegan berikutnya, korban memperlihatkan menelpon temannya untuk datang ke lokasi kejadian dan mengatakan dirinya sedang terlibat masalah.

    Tersangka Andi yang mendengar percakapan itu melarang korban untuk menelpon temannya karena menganggap masalahnya telah selesai dan saksi Arman yang menjadi seterunya pun telah pulang.

    Namun larangan tersebut tak digubris korban dan masih bersikeras untuk menelpon temannya.

    Mendengar pernyataan korban yang bersikeras ingin meminta temannya datang, tersangka Andi dan Wahyu Ilahi emosi.

    Dalam adegan ke 12 hingga 17 terlihat bagaimana para tersangka menganiaya dan menghabisi nyawa korban yang dimulai dari tersangka Andi yang marah mendorong dada korban hingga terjatuh yang dilanjutkan dengan memukul bagian wajah korban dengan disaksikan saksi Faisal.

    Tersangka Wahyu Ilahi yang melihat korban jatuh langsung mencabut senjata tajam miliknya dan menusukannya ke dada dan perut korban.

    Tersangka Rano yang merupakan kakak dari tersangka Wahyu Ilahi, melihat kejadian tersebut bukannya melerai, ia malah turut mencabut senjata tajam miliknya dan menusukannya ke tubuh korban.

    Sadisnya lagi, meski korban sudah tak berdaya, malah menjadi bulan-bulanan kedua kakak beradik ini dengan kembali menyarangkan tusukan ke tubuh korban bertubi-tubi.

    Usai menghabisi nyawa korban, ketiga pelaku meninggalkan lokasi dengan berboncengan dengan menggunakan satu sepeda motor.

    Pembunuhan terhadap Agus Supiani ini sendiri terjadi pada Rabu (22/8/2018) dini hari atau tepat malam Lebaran Idul Adha lalu.

    Usai rekontruksi tersebut Kapolsek Banjarmasin Timur mengimbau kepada warga jika menemukan sekelompok orang mabuk-mabukan harap melaporkannya.

    Karena menurutnya kasus perkelahian hingga pembunuhan biasanya diawali dengan minuman keras.

    “Gak usah mabuk-mabukan, dan kalau ada orang mabuk-mabukan laporkan ke kami. Karena perkelahian dan biasanya diawali dari minuman keras,” jelas Uskian. (david)

    Editor : Farid

  • Soal Caleg Tertukar Dapil, PBB Kalsel Bawa Ke Banwaslu RI

    Soal Caleg Tertukar Dapil, PBB Kalsel Bawa Ke Banwaslu RI

    BANJARMASIN, klikkalsel – DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Kalsel kurang puas dengan keputusan adjudikasi Banwaslu Kalsel, yang menolak permohonan perubahan Daerah Pemilih (Dapil) Calegnya yang tertukar.

    Kendati demikian PBB Kalsel terus berjuang agar Dapil Calegnya yang tertukar bisa diperbaiki. Kamis (11/10/2018) hari ini, Ketua DPW PBB Kalsel Pangeran Gusti Iberahim ke DPP PBB, guna berkoordinasi dan menyampaikan langsung ke Ketua Umum DPP PBB, Yusril Ihza Mahendra.

    Sebab, ungkap Ketua DPW PBB Kalsel Pangeran H Iberahim, pihaknya akan melanjutkan ke Bawaslu RI terkait keputusan yang diambil oleh Bawaslu Kalsel tersebut.

    “Apabila di Bawaslu RI, permohonan kami juga tidak dikabulkan maka masih ada upaya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ucapnya.

    Bagi dia, keputusan yang diambil Bawaslu Kalsel ini sangat merugikan internal PBB sendiri.

    “Kalau ini tidak kami perjuangkan, caleg kami yang salah Dapil dapat kursi, mana bisa dia melakukan tugasnya karena dia tidak tau pemilihnya,” katanya.

    Ia merasa dipersulit KPU Kalsel dalam hal melakukan perbaikan pada tahap Daftar Calon Sementara (DCS) dan sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg di DPRD Kalsel.

    Bahkan sebelumnya, ia mengaku, terjadinya kekeliruan, yakni tertukarnya Dapil tersebut adalah kesalahan pihaknya sendiri.

    “Kayaknya KPU Kalsel lebih hebat dari Tuhan, orang ngaku salah dan minta perbaikan malah dipersulit dengan berdalih sudah ada batasannya,” imbuhnya.

    Apabila memang harus begitu ia merasa ada yang aneh. Sebab, sebutnya, pernah membaca dan sampai sekarang ada bukti, kalah ada calon DPR RI di kala pengumuman DCS tidak ada, terus beberapa hari kemudian ada masuk nama baru.

    “Apa itu diperbolehkan, malahan itu yang lebih salah daripada persoalannya PBB,” tandasnya. (baha)

    Editor : Farid

  • Peringatan HPS Sudah 99 Persen

    Peringatan HPS Sudah 99 Persen

    BANJARMASIN, klikkalsel – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah siap sekitar 99 persen pada Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke 38 pada 18-21 Oktober 2018 di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Peringatan HPS Tahun 2018, Suparno pada Jumpa Pers Gubernur Kalsel dengan tema Persiapan penyelenggaraan HPS Ke 38 Tahun 2018 dan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak Dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, di Balai Rakyat Kediaman Gubernur Kalsel, Kamis (11/10/2018).

    Ia pun menyampaikan kegiatan yang difokuskan di lahan tidur desa Jejangkit Muara dengan luas lahan 750 hektar ini sudah siap dibuka dan dipanen oleh Presiden RI, Joko Widodo saat mengunjungi tempat itu pada 18 Oktober mendatang.

    Sedangkan sarana dan prasarana pendukung untuk mensukseskan HPS di Desa Jejangkit Muara, diantaranya Helipet sudah siap pakai, venue tempat istirahat H-2 siap, lahan parkir H-5 siap, jembatan penghubung H-5 siap, jalan diaspal H-2 akan siap, dan kompa besar ada 3 buah hampir 80 persen.

    “Pada hari pelaksanaan tidak masalah, tapi sebelum itu pasti ada kendala. Namun berkat kebersamaan semua elemen jadi kendala itu bisa teratasi,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel ini.

    Sementara itu, ia membeberkan untuk lokasi di Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Kota Banjarbaru juga sudah rampung sekitar 99 persen.

    Selama kegiatan HPS, disana nantinya ada pergelaran teknologi, kampung pertanian, kampung perternakan, kampung perkebunan, kampung tanaman pangan, kampung hortikultura, kampung pangan lestari, lomba cipta menu, acara, lomba menggambar anak anak, lomba kuliner, seminar lahan rawa dan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI).

    “Disana Pak Presiden akan langsung meninjau kampung pertanian dan kegiatan lainnya,” katanya.

    Adapun kegiatan jumpa pers Gubernur Kalsel ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Fathurrahman, Kepala Dinas Perternakan dan Perkebunan Kalsel, Suparmi, Kepala Biro Humas dan Protokol Kalsel, Kurnadiansyah yang dimoderatori Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie (baha)

    Editor : Elo Syarif

  • PBB Dipersilahkan Ajukan Koreksi dan Ambil Jalur Hukum

    PBB Dipersilahkan Ajukan Koreksi dan Ambil Jalur Hukum

    BANJARMASIN, klikkalsel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan mempersilahkan Partai Bulan Bintang (PBB) mengajukan keberatan pada hasil sidang Adjudikasi Sengkata Pemilu 2019.

    Hasil putusan sidang SK 002/PS.REG/63/IX/2018 yang telah dibacakan majelis hakim. Ketua Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan menerangkan PBB masih ada kesempatan memohon koreksi ke Bawaslu RI.

    “Kita memberi kesempatan kepada pemohon, apabila merasa keberatan atau dirugikan terhadap hasil putusan ini, satu hari setelah pembacaan putusan, paling lambat sekitar pukul 20.30 WITA ke Bawaslu Ri,” terang Iwan Setiawan di ruang kerjanya.

    Sementara itu, pihak PBB juga bisa mengambil langkah lain di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
    “Atau menentukan langkah hukum selanjutnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara,” pungkas Ketua Bawaslu Kalsel.

    Untuk diketahui, Sidang Adjudikasi untuk penyelesaian sengketa Pemilu tersebut, telah selesai digelar selama 14 hari. Dengan antara Partai PBB sebagai pemohon dan pihak KPU Kalsel selalu termohon.

    Terkait permohonan perubahan Daerah Pemilih (Dapil) Calon Legislatif (Caleg) Dapil 6 dan Dapil 7 dari PBB. (rizqon)

    Editor : Elo Syarif

  • Bawaslu Kandaskan Permohonan DPW PBB

    Bawaslu Kandaskan Permohonan DPW PBB

    BANJARMASIN, klikkalsel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel memilih langkah yang menyakitkan bagi internal DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Kalsel.

    Pasalnya Majelis Sidang Adjudikasi untuk penyelesaian sengketa Pemilu ini tidak bisa memenuhi permohonan partai nomor urut 19 ini terkait perubahan Daerah Pemilih (Dapil) pada Caleg Dapil 6 dan Dapil 7 yang tertera pada SK 002/PS.REG/63/IX/2018.

    Adapun keputusan ini juga meliputi menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya dengan acuan pada UU No 7 Tahun 2017 Pasal 525 Ayat 4 dan 5 serta PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

    Dian Korona, Kuasa Hukum DPW PBB menjelaskan pihaknya akan segera melaksanakan rapat internal partai, untuk menyikapi kondisi sengketa yang dilakukannya bersama KPU tersebut.

    “Karena masih ada waktu 1 hari untuk mengajukan koreksi ke Bawaslu RI, dan 5 hari ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Jadi kami akan rapat dulu untuk menyikapinya,” jelas Sekretaris Advokat Kota Banjarmasin ini, di ruang rapat Bawaslu Kalsel, Rabu (10/10/2018) malam.

    Namun, ia tetap menghargai dan menghormati keputusan yang diambil oleh Bawaslu yang dalam hal ini Majelis Sidang Adjudikasi.

    Sementara itu, Wakil Ketua Divisi Hukum KPU Kalsel, Noorzazin menjelaskan pihaknya akan selalu siap, apabila PBB menjalarkan proses tersebut pada PTUN atau Bawaslu RI.

    “Keputusan Bawaslu ini sudah tepat, apabila permintaannya dikabulkan maka jadwal akan tambah kacau,” jelasnya. (baha)

    Editor : Elo Syarif