Kategori: Headline

  • Lahan Rawa Di Kalsel Berpotensi Hasilkan Rp 30 Triliun Per Tahun

    Lahan Rawa Di Kalsel Berpotensi Hasilkan Rp 30 Triliun Per Tahun

    MARABAHAN, klikkalsel – Lahan rawa berpotensi dikembangkan menjadi areal pertanian. Dan menjadi solusi pertanian, jika tanah di Jawa dan lainnya kekeringan.

    Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalsel, menjelaskan lahan rawa yang dipermak menjadi area pertanian merupakan solusi efektif, apabila musim kering.

    “Ini solusi jangka panjang untuk pangan Indonesia. Bukan saja pangan, tapi sektor perternakan dan perikanan pun ikut terintergrasi,” ucapnya.

    Ia mengatakan, potensi lahan rawa Indonesia ada sekitar 10 juta hektar yang berada di lima provinsi Indonesia.

    Apabila lahan itu dipanen sebanyak tiga kali, maka akan menghasilkan 30 juta hektar setiap tahun dengan perhasilan Rp 1 – 2 ribu triliun.

    Sedangkan, lahan rawa di Kalsel sendiri ada 500 ribu hektar. “Jadi indeks hitungannya bisa menghasilkan Rp 30 ribu triliun. Kita tahu APBD Kalsel hanya Rp 5,7 triliunan tiap tahun,” katanya. (baha)

    Editor : Farid

  • Sepanjang 13 Km Jalan Bandara Belum Clear

    Sepanjang 13 Km Jalan Bandara Belum Clear

    BANJARMASIN, klikkalsel – Pengembangan Bandara Syamsudin Noor belum sepenuhnya rampung. Sebab ada 13 kilometer (Km) jalan kawasan bandara kebanggaan daerah ini yang balum juga clear.

    “Kepastian belum selesainya urusan jalan sepanjang 13 Km itu dikemukan PT Angkasa Pura ketika Komisi III melakukaan kunjungan kerja,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kalsel H Ibrahim Noor, Kamis (18/10/2018).

    Anggota Fraksi Perubahan Berhati Nurani (F-PBN) DPRD Kalsel ini menjelaskan, Jalan yang belum clear itu, mulai dari Kabupaten Banjar menuju kawasan bandara. Sementara dari Banjarmasin tak ada pernasalahan.

    Atas dasar itu lah ia berkeinginan Komisi III DPRD Kalsel segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. “Tentunya peninjauan ke bandara bersama dinas terkait,” tekannya.

    Sebab, kunjungan kerja pihaknya ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), soal lahan 13 kilo itu belum terjawab. “Makanya kita ingin tahu titik kawasan yang masih belum clear,” ungkapnya.

    Setali tiga uang, Riswandi, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menyatakan, tujuan menuntaskan 13 Km lagi jalan di kawasan bandara untuk pengembangan ke depan.

    “Kalau dengan lahan yang ada, saya yakin Bandara Syamsudin Noor dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan, setidaknya 2020 mendatang,” ujar politisi DPRD Kalsel 3 periode itu.

    Ia berkeyakinan jika seluruh lahan sudah rampung, bandara di daerah ini bisa melaksanakan pembangunan untuk pengembangan. “Mudah-mudahan jalan jalan yang masih belum bisa diselesaikan dalam waktu dekat bisa dibereskan,” pungkasnya.(elo syarif)

    Editor : Farid

  • TNI dan Polri Kembali Panen Gabah Seratus Hektar di Salino

    TNI dan Polri Kembali Panen Gabah Seratus Hektar di Salino

    KOTABARU, klikkalsel – Sinergitas antara TNI dan Polri di Kotabaru, Kalimantan Selatan semakin tampak erat dan hangat.

    Terlebih, kekompakan antara tentara dan polisi terlihat ketika mereka terjun langsung ke lokasi persawahan di desa Salino, kecamatan Pulau Laut Tengah, (17/10/2018) sore tadi.

    Para perwira, prajurit, angkatan darat, laut, hingga anggota polisi, dan para petani terjun langsung memanen gabah yang luasnya mencapai seratus hektar.

    Meski mengenakan seragam kebesaran masing-masing, mereka tampak tidak sedikit terlihat canggung memanen gabah, dan membaur bersama puluhan petani sawah, yang sebelumnya digelar doa bersama.

    Kepala Desa Salino, Zakariya, menyampaikan apresiasi kepada pihak TNI dan Polri di Kotabaru yang telah hadir bersama petani dalam rangka panen raya gabah, atau padi sawah di desa Salino.

    “Intinya, kami bangga dengan Kapolres Kotabaru, Danlanal, dan Dandim karena mereka sangat mendukung, dan menurunkan bawahannya untuk panen bersama. Semoga sinergitas seperti ini dapat berkelanjutan,” harap Kades.

    Sementara terpisah, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH, mengemukakan, panen raya tersebut merupakan bentuk sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat petani di Kotabaru.

    “Selain itu, kita panen ini juga sekaligus mengambil momen yang cukup baik, yakni bertepatan dengan hari pangan se dunia. Terlebih, untuk bersama-sama pula mewujudkan ketahanan pangan di Kotabaru,” tutur Suhasto.

    Dekatahui, mewakili Kapolres, Wakapolres Kotabaru Kompol Arief Prasetiya, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan, Kapten Inf Todi Pasiops Kodim 1004, Kapten Laut (P) Dwi Sulistyo pjs Pasops Lanal Kotabaru, Kapten Laut (S) Memor Dimas Wonda Pasintel Lanal Kotabaru, dan Akp Charles P. Tampubolon, Kabag Ops.

    Selain itu, tampak hadir Kapolsek Pulau Laut Tengah, Akp Heriyanto, Kasat Intel, Akp Lendra Ambar Sari SIK Kasat Lantas, Kapolsek Pulau Laut Utara, Iptu Iksan Prananto, dan Kapolsek Pulau Laut Tengah, Iptu H Pato S Tompo. (duki)

    Editor : Elo Syarif

  • Curah Hujan Tinggi, Siaga Karhutla Berakhir 31 Oktober

    Curah Hujan Tinggi, Siaga Karhutla Berakhir 31 Oktober

    MARABAHAN, klikkalsel – Kondisi hujan akhir belakangan sudah tinggi, sehingga menurunkan titik api atau hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    “Termasuk di sekitar area Hari Pangan Sedunia (HPS) di desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola),” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyudin, di sela Hari Pangan Sedunia, Desa Jejangkit, Muara, Kamis (18/10/2018).

    Ia mengatakan, meskipun titik api sudah mulai menurun pihaknya tetap siaga memantau titik api terutama di sekitar area HPS yang diantaranya adalah lahan gambut.

    “Kita masih terus siaga sampai 31 Oktober, sesuai dengan SK Siaga Bencana Karhutla,” katanya.

    Menurutnya, titik api terparah masih di wilayah Martapura Barat dan Kabupaten Tanah Laut. Sedangkan disekitar bandara asapnya sudah mulai berkurang, namun berganti dengan embun, tapi tidak terlalu parah.

    Ia melanjutkan, curah hujan yang meningkat juga membuat Heli bombing yang semula berjumlah tujuh unit dikurangi menjadi hanya lima unit.

    “Yang dua di geser ke Palu, untuk menyemprotkan cairan disinfektan guna meminimalisir penyebaran penyakit” ungkapnya. (baha)

    Editor : Farid

  • Lokasi Peringatan HPS Disediakan Media Center

    Lokasi Peringatan HPS Disediakan Media Center

    MARABAHAN, klikkalsel – Persiapan panitia dalam mensukseskan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) perlu diapresiasi.

    Sebab, tidak hanya menyiapkan lokasi HPS, membangun jaringan listrik dan lainnya. Tetapi juga, menyediakan media center untuk memudahkan tugas wartawan yang meliput kegiatan HPS.

    Fasilitas yang disediakan Dinas Kominfo Kalsel itu dinilai bagus. “Mulai dari ruang media center hingga ruangan yang luas dengan fasilitas yang cukup untuk mengakomodir pekerjaan,” ujar Rizal Khalqi salah satu wartawan.

    Kepala Dinas Kominfo Kalsel Gt Yanuar Noor Rifai mengungkapkan rasa syukurnya dengan kepuasan para awak media yang memakai fasilitas media center ini.

    “Alhamdulillah kita berkat kerja sama semua pihak senua bisa berjalan dengan baik,”katanya.

    Ia juga mengapresiasi para kru Media Center yang bekerja dengan baik untuk kelancaran acara, mudah-mudahan acara HPS ini bisa berjalan lancar, di kedua tempat.

    Adapun Media Center di jejangkit, menyediakan sedikitnya 9 komputer dengan akses internet dengan kecepatan 200 mbps/second yang bisa dipakai bebas oleh awak media yang meliput. (baha)

    Editor : Farid

  • BAZNAS Berikan Bantuan Ibu Hamil

    BAZNAS Berikan Bantuan Ibu Hamil

    BA

    Teks foto : Ketua BAZNAS RI, Bambang Se

    NJARBARU, klikkalsel – Kebahagiaan diungkapkan Sapiah. Ibu dua anak ini senang bukan kepalang setelah menerima bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) provinsi Kalsel, Rabu (17/10/2018).

    Ia mendapat bantuan asupan gizi hingga melahirkan dan bantuan dana untuk pemeriksaan kehamilan dan melahirkan.

    “Alhamdulillah ada bantuan ini, karena saya dan suami bekerja cuma sebagai pembuat arang,” ujar ibu dari Landasanulin Banjarbaru ini.

    Kadang sebutnya dirinya tidak bekerja, hanya suaminya yang bekerja menjadi pembuat arang.
    “Saya kan sedang hamil anak ketiga, jadi kadang harus istirahat, tidak bisa terus bekerja menjadi pekerja pembuatan arang,” jelasnya.

    Kali itu BAZNAS Provinsi Kalsel menyerahkan bantuan kepada ibu hamil dalam rapat kerja daerah di Hotel Montana Banjarbaru yang mengangkat tema penguatan kapabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

    Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel, HG P Rusdi Effendi AR mengatakan bantuan untuk ibu hamil pra sejahtera tersebut diberikan untuk 75 ibu hamil dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar masing-masing 25 orang.

    Para ibu hamil nantinya akan dimonitor sejak tiga semester kedua hingga tiga bulan setelah melahirkan.

    “Bantuan ini diberikan sebagai bentuk pelayanan BAZNAS Provinsi Kalsel di bidang kesehatan, yaitu program layanan kesehatan ibu hamil dengan tujuan meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas dan bayi/balita dari keluarga fakir dan miskin,” jelasnya kepadanya.

    Selain itu juga ada bantuan dari untuk pembangunan masjid di Palu dan Donggala dari BP ZIS sebesar RP 50 juta yang diserahkan oleh senior executive vice president Bank Kalsel, Agus Syabarrudin ke BAZNAS Kalsel.

    Sementara ketua BAZNAS RI, Bambang Sudibyo mengatakan bantuan untuk ibu hamil dan beasiswa yang diberikan oleh BAZNAS Kalsel adalah suatu kreativitas lokal yang bagus. Setiap daerah sebutnya memang tak harus selalu sama programnya.

    Jika BAZNAS Kalsel mengadakan bantuan berupa beasiswa, hingga bantuan untuk ibu hamil maka sebutnya itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalsel.

    “Kami harapkan juga agar pengumpulan zakat lebih besar lagi, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat lebih besar khususnya mengentaskan kemiskinan,” jelasnya. (baha)

    Editor : Elo Syarif

  • Bahaya, Mie Habang Berformalin

    Bahaya, Mie Habang Berformalin

    BANJARMASIN, klikkalsel – Tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Banjarmasin menemukan Mie Habang yang didalamnya terkandung bahan berbahaya Formalin disalah satu Pasar Tradisional di Banjarmasin.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Khairil Anwar mengatakan bahwa hal tersebut benar dimana telah di temukan Makanan Mie Habang yang mengandung Formalin.

    Berkaitan hal tersebut, dirinya menjelaskan bahwa timnya beserta BPOM masih mencari sumber Mie Habang tersebut disalah satu Pasar Tradisional di Banjarmasin, Rabu (17/10/2018).

    “Untuk Masalah Mie Habang tersebut kita bersama BPOM akan membentuk sebuah tim untuk mencari sumber Mie Habang yang mengandung Formalin itu,” ucapnya.

    Mie Habang berbahan Formalin tersebut ditemukan pertamakali saat adanya kegiatan Pelatihan yang diselenggarakan Pengelola Pasar Tradisional yang bekerja sama dengan Institute Pertanian Bogor dan BPOM Pusat, berkaitan dengan masalah Pasar Aman Nyaman dari Bahan Berbahaya.

    Lalu Khairil Anwar Mengungkapkan, Setelah melakukan Pelatihan dan waktu Istirahat dilakukan penelitian Mie Habang, dan disitu ditemukan Mie Habang yang berformalin.

    “Tapi kita tidak tau sumbernya dari pasar dan toko mana,” ujarnya.

    Dengan adanya kejadian tersebut, Disperindag Kota Banjarmasin akan segera melakukan pembentukan tim bersama BPOM dan segera mencari sumber dari Mie Habang yang mengandung Formalin tersebut. (fachrul)

    Editor : Elo Syarif

  • Memudahkan Peliputan HPS, Wartawan Dilengkapi ID Card

    Memudahkan Peliputan HPS, Wartawan Dilengkapi ID Card

    BANJARMASIN, klikkalsel – Sejumlah awak media berkumpul di ruang Media Canter Korem 101 Antasari, guna mengambil ID Card untuk peliputan puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Kapenrem 101/Antasari Mayor Inf M Chairul mengatakan, wartawan yang meliput diberikan ID Card untuk mudah dalam peliputan. Karena rencananya, puncak HPS tersebut dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

    “Sebab sesuai protokoler kepresidenan, dalam peliputan nanti ada batasan atau aturan. Kita akan sediakan tempat agar bisa meliput dengan baik dan tempat dimana bisa mengambil gambar atau foto dengan mudah,” katanya Rabu, ( 17/10/2018)

    Dijelaskannya pula dengan ID Card yang dimiliki wartawan sehingga bisa dikenal dan benar wartawan yang meliput di acara tersebut.

    Mengingat puncak HPS itu tidak sedikit undangan yang hadir, hampir 3.000 nantinya baik itu Duta Besar dan sejumlah pejabat lainnya.

    “Nah, jika mmiliki pengenal bisa meliput acara tersebut, sebab pengawalan nantinya akan begitu ketat,” timpanlnya.

    Dalam pengambilan ID Card di Media Canter Korem 101 Atasari Kasubag Pemberitaan dan Layanan Pers Pemprov Kalimantan Selatan, Bambang Dedi mengatakan HPS yang berlangsung besok ada dua tempat yakni di Desa Jejangkit dan Banjarbaru.

    Diharapkan wartawan hendaknya datang lebih awal sebab jika terlambat akan sedikit sulit untuk ke lokasi selain banyaknnya tamu undangan dan juga pemeriksaan.
    “Kalau bisa kawan –kawan di lokasi peliputan datang lebih awal hingga bisa kelokasi atau stand wartawan yang telah di sediakan,” tandasnya. (azka)

    Editor : Farid

  • Sebar Berita Hoax, 790 Akun Medsos di Indonesia Diblokir

    Sebar Berita Hoax, 790 Akun Medsos di Indonesia Diblokir

    BANJARMASIN, klikkalsel – Sebanyak 790 ribu akun media sosial (Medsos) di Indonesia diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

    Sebab, kata Dirjen Informasi dan komunikasi publik, Kementerian Kominfo RI, Rosita Niken Widiastuti, karena Medsos itu memuat berita yang bersifat merugikan.

    Berita yang dimaksud, seperti informasi yang mengandung provokatif, SARA, pornografi, ujaran kebencian, radikalisme, penipuan, fitnah dan hal lainnya yang bersifat merugikan.

    “Ratusan akun medsos penyebar hoak, mengujar kebencian, pornografi dan hal lainnya terpaksa kami blokir,” ujarnya saat sambutan dan sekaligus membuka acara Editor’s Forum Media Bermartabat Untuk Pemilu Berkualitas, Selasa (16/10/2018) di Hotel Mercure Banjarmasin.

    Menurut dia, proses pemblokiran tidak serta merta langsung dieksekusi, namun berdasarkan beberapa pengaduan masyarakat yang kemudian dilakukan proses pemeriksaan oleh pihaknya.

    “Kami juga memiliki alat yang otomatis yang memfilter Medsos hoax,” tuturnya.

    Seharusnya, katanya, dalam kondisi seperti ini, peran serta media sangat dibutuhkan dalam menyajikan informasi yang benar dan berimbang untuk menangkal isu hoax dan berita merugikan. apalagi dalam menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

    Ia menegaskan, media mainstrem jangan sampai kebiasaan mengambil informasi dari akun Medsos, karena medsos belum tentu bertanggung jawab. “Tapi justru sebaliknya, Medsos lah yang mengadopsi dari media mainstrem, ini demi informasi yang benar dan berimbang,” ucap Niken.

    Acara yang menghadirkan narasumber dari Koordinator Kaskus media dan Pemilu Agus Sudibyo, Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono, dan Pemred Arah.com Nurzaman Mukhtar itu, didukung penuh oleh PWI Kalsel.

    Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, mengatakan, media harus menjadi kepercayaan masyarakat dan selalu menjaga kode etik jurnalistik.

    Lagipula, saat ini tengah menghadapi Pemilu. PWI bertekad mensukseskan pelaksanaan Pemilu yang damai baik itu melalui pemberitaan dan secara langsung.

    “PWI Kalsel selalu mengedepankan kepercayaan masyarakat dan turut serta mensukseskan Pemilu 2019 mendatang,” tandasnya. (fachrul)

    Editor : Farid

  • Duta Besar Tanam Pohon Ulin

    Duta Besar Tanam Pohon Ulin

    BANJARMASIN, klikkalsel – Sebanyak 20 duta besar dan 16 perwakilan negara sahabat berkumpul untuk menanam pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropika milik Pemerintah Provinsi Kalsel, Rabu (17/10/2018).

    Acara tersebut merupakan rangkaian Diplomatic Tour di Bumi Lambung Mangkurat.

    Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq mengatakan ada 140 pohon berjenis Ulin yang ditanam oleh para duta besar dari berbagai negara tertangga ini diluas lahan 90 hektar.

    “Pohon Ulin lantaran langka, makanya kita sengaja memilih pohon ini untuk ditanam sekaligus melestarikannya,” katanya.

    Ditempat yang sama, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menjelaskan bahwa penanaman ini untuk mendukung pelaksanaan program revolusi hijau yang terus di gaung kan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

    “Kita memang saat ini tidak menikmati langsung, namun 50 atau 100 tahun mendatang inilah warisan bagi anak cucu kita supaya wilayah kita tetap hijau,” terangnya.

    Tambah Paman Birin sapaan akrab Sahbirin Noor, penanaman ini akan terus dijaga dan instansi terkait dapat terus memantau supaya pohon yang ditanam tumbuh.

    “Instansi terkait saya minta untuk terus menjaga apa yang telah ditanam jangan sampai tidak tumbuh,” pinta Paman Birin. (baha)

    Editor : Elo Syarif