Gugusan Tebing Di Desa Batu Laki Kabupaten HSS Berpotensi Menjadi Wisata Berbasis Masyarakat

Tebing Batu Laki. (foto : arif/klikkalsel)

KANDANGAN, klikkalsel – Pemanjat tebing kondang di Indonesia yang sekaligus berprofesi sebagai Kepala Sekolah Panjat Tebing Merah Putih, Tedi Ixdiana, menilai gugusan tebing yang terletak di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, memiliki potensi sebagai lokasi wisata panjat tebing berbasis masyarakat.

Itu disampaikan saat mengisi materi pada kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke 31 divisi kenal medan panjat tebing, Di Desa Batu Laki, Kabupaten HSS, Rabu (23/10/2019).

“Potensi tebing di Kalimantan Selatan khususnya di sini, banyak sekali titik-titik yang strategis untuk kebutuhan wisata dan untuk kebutuhan petualang,” ujarnya.

Menurut Tedi, panjat tebing pada dulunya memang hanya diperuntukkan bagi para petualang saja. Namun, seiring berjalannya waktu kegiatan panjat tebing semakin dekat dengan kehidupan masyarakat luas.

Untuk itu, ia ingin agar masyarakat yang hidupnya disekitar tebing terlibat untuk dapat bersama-sama belajar dan berlatih panjat tebing agar dapat mengembangkan potensi wisata tersebut.

“Dan kedepannya teman-teman di Kalimantan Selatan juga harus segera mengadakan pelatihan panjat tebing untuk masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan kenal medan divisi panjat tebing ini diikuti oleh 32 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Salah seorang peserta asal Bali, Vivi, mengaku merasakan sensasi yang berbeda ketika mencoba memanjat di Tebing Batu Laki.

“Jauh-jauh dari Bali ke Kalimantan Selatan merasakan tebing ini, susananya, tektursnya benar-benar berbeda sama di Bali dan juga sangat menyenangkan,” kata mahasiswi utusan Mapala Dama Satya STIKI Bali ini.

Terkait pengembangan potensi wisata panjat tebing di Desa Batu Laki, ia beranggapan dalam prosesnya tentu harus membutuhkan banyak tenaga ahli. Karena menurutnya saat ini di Indonesia belum banyak orang-orang yang memiliki keahlian dalam pengembangan wisata panjat tebing.

“Kalau potensinya bisa banget, asal ada tenaga ahli yang bisa mengangkatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pemerintah agar dapat lebih membuka mata terhadap potensi wisata panjat tebing.

“Pemerintah jangan lepas tangan dari panjat tabing, karna Indonesia banyak memiliki tebing-tebing yang memiliki potensi wisata,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Laki, Aminudin mengatakan, pihaknya memang sudah merencanakan untuk menjadi kawasan disekitar Tebing Batu Laki menjadi menjadi lokasi wisata yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Namun, ia mengaku saat ini masih terkendala dengan perencanaannya.

“Kami rencananya mau bikin flying fox untuk Bumdes Batu Laki, untuk kami ingin minta pendapat sama rekan-rekan mapala bagaimana bagusnya,” ujarnya.

“Targetnya tahun 2020 itu sudah terealisasi,” imbuhnya. (arif)

Editor : Amran